Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Unesa Latih 46 Guru SD di Blitar Susun Modul IPS Berbasis Kearifan Lokal

Unesa Latih 46 Guru SD di Blitar Susun Modul IPS Berbasis Kearifan Lokal

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
12 Agustus 2026, 11.00 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Unesa Latih 46 Guru SD di Blitar Susun Modul IPS Berbasis Kearifan Lokal
BLITAR, JurnalPost.com — Tim dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pelatihan penyusunan modul ajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis kearifan lokal bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Blitar, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan bertajuk “Penyusunan Modul Ajar IPS Berbasis Kearifan Lokal Blitar untuk Menguatkan Nilai Kebhinekaan bagi Guru SD di Kabupaten Blitar” tersebut berlangsung di SMAN 1 Talun dan diikuti sebanyak 46 guru SD. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar yang lebih kontekstual dengan memanfaatkan kekayaan sosial, sejarah, tradisi, dan budaya yang berkembang di Kabupaten Blitar. Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran IPS diharapkan tidak hanya berorientasi pada materi di dalam buku, tetapi juga mampu menghubungkan konsep pembelajaran dengan lingkungan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Blitar dinilai memiliki beragam potensi kearifan lokal yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran, mulai dari peninggalan sejarah, tradisi masyarakat, budaya daerah, hingga nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat. Pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar juga diharapkan dapat membantu guru menanamkan nilai toleransi, gotong royong, penghargaan terhadap keberagaman, serta semangat persatuan kepada siswa sejak jenjang sekolah dasar.

Libatkan Tim Dosen PGSD Unesa

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh tim dosen PGSD Unesa yang terdiri atas Dr. Yuni Suprapto, S.Pd., M.Pd., Dr. Putri Rachmadyanti, S.Pd., M.Pd., Dr. Mujahiddin Farid, S.Pd., M.Pd., Dr. Wasis Suprapto, S.Pd., M.Pd., serta Ulfi Aminatuz Zahroh, M.Pd. Tim dosen memberikan pendampingan kepada peserta mulai dari pemahaman konsep pembelajaran berbasis kearifan lokal hingga praktik penyusunan modul ajar yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Pelatihan diawali dengan kegiatan interaktif menggunakan platform Mentimeter. Media digital tersebut digunakan sebagai sarana asesmen awal sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih partisipatif. Melalui kuis dan jajak pendapat, tim pemateri memetakan pemahaman awal peserta mengenai integrasi kearifan lokal ke dalam pembelajaran IPS. Peserta kemudian memasuki sesi identifikasi berbagai potensi budaya, tradisi, situs sejarah, serta nilai sosial masyarakat Blitar yang dapat disesuaikan dengan capaian pembelajaran IPS di sekolah dasar.

Guru Susun Draf Modul Ajar

Dalam sesi praktik, para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memetakan berbagai bentuk kearifan lokal yang dinilai relevan sebagai sumber pembelajaran. Hasil pemetaan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menyusun modul ajar secara sistematis. Tim dosen PGSD Unesa memberikan pendampingan selama proses penyusunan agar modul yang dihasilkan tetap memperhatikan prinsip pedagogis sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Dari kegiatan tersebut, peserta menghasilkan draf modul ajar IPS yang memuat berbagai unsur kearifan lokal Blitar dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan lokal dinilai dapat membuat materi IPS menjadi lebih konkret karena siswa dapat mempelajari konsep sosial melalui kondisi yang mereka jumpai di sekitar tempat tinggalnya.

Dukung Pendidikan Berkualitas dan Pelestarian Budaya

Pelatihan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas guru dalam menghasilkan bahan ajar yang inovatif dan relevan. Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama dalam aspek perlindungan dan pelestarian warisan budaya. Melalui pendidikan formal, berbagai pengetahuan dan nilai budaya daerah diharapkan dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi. DS Unesa Latih Pada akhir kegiatan, para peserta berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil pelatihan melalui komunitas belajar maupun Kelompok Kerja Guru (KKG) di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan modul ajar berbasis kearifan lokal sehingga tidak hanya digunakan oleh peserta pelatihan, tetapi juga dapat dikembangkan oleh lebih banyak guru di Kabupaten Blitar. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pendidik sekolah dasar ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap sejarah, budaya, dan keberagaman daerahnya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/unesa-latih-46-guru-sd-di-blitar-susun-modul-ips-berbasis-kearifan-lokal/96913/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 05.59 WITA

  • #PKM UNESA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Pilihan Editor

  1. 1 Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya
  2. 2

    Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

  3. 3

    Di Solo, Klakson Motor Lebih Sering Dipakai untuk Menyapa Teman daripada Menghindari Tabrakan

  4. 4

    Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

  5. 5

    Praktik “Orang Dalam”: 4 Langkah Mencegah Ketidakadilan dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.