Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Dialog Akhir Tahun Pendidikan di Sulsel: Peningkatan Kualitas Guru Adalah Mutlak

Dialog Akhir Tahun Pendidikan di Sulsel: Peningkatan Kualitas Guru Adalah Mutlak

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
17 Desember 2016, 22.28 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Dialog Akhir Tahun Pendidikan di Sulsel: Peningkatan Kualitas Guru Adalah Mutlak
Para pembicara dari kiri ke kanan: Prof. Dr. Heri Tahir SH, MH Pakar Hukum UNM, Syaharuddin Alrif, Wakil Ketua Komis E DPRD Sulsel, Prof. Dr. Arismunandar, Mantan Rektor UNM dan Mustajib Communication Specialist USAID PRIORITAS mencoba merefleksi potret pendidikan di Sulsel pada kegiatan Diskusi Pendidikan Akhir Tahun "Pendidikan di Sulawesi Selatan, Asa dan Tantangan" yang diselenggarakan di Warunk Upnormal, Makassar, Sulsel (17 Desember 2016)

Jurnalpost - Masih banyak tantangan pendidikan yang dihadapi oleh Sulsel dalam mempersiapkan kualitas sumber daya manusia ke depan. Diantara tantangan terbesar masih pada kualitas guru. Demikian hasil rangkuman dari Diskusi Akhir Tahun “Pendidikan di Sulawesi Selatan, Asa & Tantangan” yang diselenggarakan oleh Jurnalis Pendidikan Sulawesi Selatan di Warunk Upnormal, Makassar, Sulsel (17 Desember 2016)

Para pembicara dari kiri ke kanan: Prof. Dr. Heri Tahir SH, MH Pakar Hukum UNM, Syaharuddin Alrif, Wakil Ketua Komis E DPRD Sulsel, Prof. Dr. Arismunandar, Mantan Rektor UNM dan Mustajib Communication Specialist USAID PRIORITAS mencoba merefleksi potret pendidikan di Sulsel pada kegiatan Diskusi Pendidikan Akhir Tahun "Pendidikan di Sulawesi Selatan, Asa dan Tantangan" yang diselenggarakan di Warunk Upnormal, Makassar, Sulsel (17 Desember 2016)

IKLAN

Mantan Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Arismunandar memperlihatkan rendahnya kualitas guru ini berdasarkan nilai Uji Kompentensi Guru tahun 2015, yaitu rata-rata guru Sulsel nilainya hanya 52,55 dari angka maksimal 100. “Masih banyak guru yang mengajar di sekolah hanya tamatan SPG, yang berkualifikasi S1 juga kadang mengajar pada bidang yang lain yang tidak sesuai dengan kompetensinya, sehingga mempengaruhi kualitas siswa, “ ujarnya.

Guru bersama peserta didik
Baca Juga

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

“Lebih parah lagi ada di TK. Padahal kecerdasan terpupuk pada usia 0 – 6 tahun. Banyak guru TK sebelumnya tidak menjalani pendidikan guru khusus TK, sehingga tidak memperhatikan perkembangan psikologi anak ketika mengajar,” ujarnya lagi.

Untuk mengatasi rendahnya kualitas guru, Prof Arismunandar mengusulkan diadakannya reformasi pendidikan terutama di LPTK dengan mengadakan pendidikan guru berasrama. Diharapkan dengan pendidikan model tersebut, guru benar-benar mendalami spesialitas kompentensinya. “Karena berdasarkan hasil riset, 30 persen kualitas pendidikan anak dipengaruhi guru,” ujarnya.

IKLAN

Menurut Prof Heri Tahir, Pakar Hukum dan Guru Besar Universitas Makassar, maraknya kejahatan-kejahatan seperti geng motor di Sulsel tak lepas dari mutu pendidikan. “Pendidikan ke depan harus menciptakan siswa yang berkarakter dan bisa memecahkan masalah kehidupannya. Guru bukan cuma mengajar tapi benar benar ikut mendidik,” ujarnya.

Sementara itu, wakil ketua komisi Pendidikan DRPD Sulsel Syaharuddin Alrif, lebih menyoroti tentang masalah guru honorer. “Saya bertanya kepada 300 ketua OSIS SMA Sesulsel dan ketika saya tanya, mana yang lebih banyak mengajar? Guru PNSnya atau honorernya, Mereka menjawab lebih rajin guru honorernya. Ini menjadi masalah tersendiri di Sulsel,” ujarnya. Menurutnya Sulsel akan meluncurkan E-Panrita untuk mengawasi tingkat kerajinan para guru mengajar di sekolah sehingga guru PNS akan lebih mengajar dan aktif di sekolah.

Screenshot 2026 09 25 113421
Baca Juga

SATU KLIK: Ikhtiar Guru Menghidupkan Literasi di Ruang Digital

Menurut Mustajib, Communication Specialist USAID PRIORITAS, salah satu masalah terbesar Sulawesi Selatan adalah tingkat literasi yang masih rendah. “Kalau kita lihat di bis-bis, di mall-mall, di taman-taman, belum banyak orang-orang yang duduk membaca buku. Tidak sama dengan negara-negara maju. Padahal tingkat literasi sangat menentukan kemajuan bangsa.” Ujarnya.

Dia berharap para jurnalis, selain mengadvokasi masalah-masalah mutu pendidikan, juga masalah literasi. “Kalau literasi sudah meningkat dengan baik, masyarakat suka membaca, maka mereka akan lebih kritis dan lebih mandiri dalam membangun diri mereka sendiri. Petani akan banyak membaca buku untuk meningkatkan produktifitasnya, demikian juga tukang dan lainnya. Bangsa ini akan lebih cepat majunya, “ ujarnya.

Dialog akhir tahun ini diselenggarakan oleh JUPE Sulsel, sebuah organisasi wartawan yang ke depan akan banyak begerak untuk mengadvokasi peningkatan mutu pendidikan di Sulsel. “Saya berpesan para wartawan terus mengawal program pendidikan di Sulsel, dan melaporkan kepada kami kalau ditemui kejangggalan-kejanggalan dalam bidang pendidikan,” ujar Syaharuddin Alrif, Wakil Ketua Komisi E Pendidikan DPRD Sulsel menutup dialog.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/dialog-akhir-tahun-pendidikan-di-sulsel-peningkatan-kualitas-guru-adalah-mutlak/3490/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.47 WITA

  • #Akhir Tahun
  • #Dialog
  • #Guru
  • #Sulsel
  • #pendidikan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah

  3. 3

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  4. 4

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  5. 5

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.