JURNALPOST, Pandeglang - Tangis haru mewarnai proses pemakaman gugurnya anggota Satbrimob Sulawesi Tengah (Sulteng) asal Pandeglang, Muhamad Saeful Muhdori. Pemakaman dilakukan di TPU Puluku, Desa Banyumundu, Kaduhejo, Pandeglang, Sabtu (14/12/2019) pukul 14.25 Wib.
Bharaka (Anumerta) Muhamad Saeful Muhdori tewas dalam tragedi penembakan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) usai melaksanakan shalat Jum'at di Desa Salubanga, Kabupaten Parigi Mautong, Sulawesi Tengah, Jum'at (13/12/2019) pukul 12.30 waktu setempat.
Ratusan pelayat dari kerabat hingga keluarga korban dan Satuan Brimob Polda Banten serta Polres Pandeglang menghadiri pemakaman. Isak tangis pecah saat jenazah hendak dimasukan ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Keluarga korban tidak menyangka kepergiannya Muhamad Saeful begitu cepat. Pernikahannya pun baru seumur jagung. Itulah membuat sang istri tak percaya dengan kabar duka yang diterimanya.
Muhamad Ro'uf sepupu korban mengatakan, Bharaka Muhamad Saeful dikenal sebagai sosok yang ramah dan merupakan salah satu putera desa yang terbaik.
"Saya atas nama wakil daripada keluarga menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota Kepolisian dan warga yang ikut mengantar almarhum ke peristirahatan terakhir," kata Muhamad Ro'uf.
Bagi keluarga, kata Ro'uf, ini adalah sebuah ujian dan musibah. Bharaka Muhamad Saeful Muhdori yang gugur dalam tugas mengemban amanah bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Kami berharap bahwa do'a dari kita semua agar almarhum diterima di sisi Allah sebagai Syuhada atau pejuang yang gugur sebagai pembela negara," ungkapnya. (Ananta)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda