Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Wamenag Tegaskan Pesantren Benteng Kerukunan Indonesia

Wamenag Tegaskan Pesantren Benteng Kerukunan Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
11 Maret 2026, 22.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Wamenag

Jakarta, JurnalPost.com — Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan Indonesia. Hal itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan ‘Takjil Pesantren’ Talkshow dan Ngaji Bareng Santri yang digelar di Pondok Pesantren Al-Qur’an dan Sains Nurani (PPQS), Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026) petang.

Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Menjaga Kerukunan Indonesia dari Pesantren” ini Romo Muhammad Syafii menyebut tradisi keberagamaan yang inklusif di pesantren menjadi fondasi penting bagi kehidupan bangsa yang majemuk.

IKLAN

Ia menjelaskan bahwa pesantren telah hadir jauh sebelum berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan. Peran tersebut terus berlanjut hingga saat ini dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

pejabat Kementerian Agama
Baca Juga

Kemenag Tegaskan Peran Strategis Penghulu sebagai Perawat Umat di Tengah Transformasi KUA

“Pesantren lahir jauh sebelum NKRI, dan santri terbukti menjadi pelopor kemerdekaan Indonesia,” terang Romo Muhammad Syafii.

Menurutnya, sejarah mencatat bahwa para kiai dan alumni pesantren juga berperan penting dalam menjaga arah kebangsaan setelah kemerdekaan. Salah satu momentum penting adalah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Santri.

“Para kiai dan alumni pesantren ikut menjaga NKRI hingga puncaknya pada 22 Oktober 1945 yang dikenal dengan Resolusi Jihad dan Hari Santri,” ujarnya.

Romo Muhammad Syafii juga menekankan bahwa kehidupan di pesantren membentuk karakter santri yang terbiasa hidup dalam keragaman. Nilai inklusivitas tersebut menjadi kekuatan penting dalam merawat persatuan Indonesia.

Uji Kapasitas
Baca Juga

Masuk Tahap Wawancara, Kemenag Uji Kapasitas Bakal Calon Anggota Majelis Masyayikh

IKLAN

“Alumni pesantren sudah terbiasa dengan perbedaan. Perbedaan adalah fitrah dan keragaman adalah corak Indonesia yang harus dipertahankan sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

Menurut pria akrab disapa Romo ini, sikap terbuka dan inklusif yang tumbuh di lingkungan pesantren sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa. Santri diharapkan terus berperan aktif membangun Indonesia serta menjaga persatuan dari berbagai upaya yang dapat merusak keutuhan negara.

“Ciri pesantren adalah inklusif dan ini sangat dibutuhkan oleh negara Indonesia. Tugas kita sebagai santri adalah membangun Indonesia dan menjaga NKRI,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Pesantren Basnang Said dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat pelayanan dan pengembangan pesantren. Selain menjalankan fungsi pendidikan, pesantren juga didorong menjalankan fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana amanat undang-undang.

Peserta Short Course
Baca Juga

Peserta Short Course Penghulu Ikuti GEMAH, Perkuat Implementasi Ekoteologi di KUA

“Harus ada di antara kita yang tafaqquh fiddin (memahami agama secara mendalam, red), tetapi di samping itu juga perlu ada santri yang ahli dalam bidang lain,” papar Basnang.

Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh PPQS KH Ilyas Marwal selaku tuan rumah menyampaikan bahwa pesantren yang dipimpinnya berawal dari tempat penghafal Al-Qur’an dan kini berkembang menjadi pesantren yang terintegrasi dengan pendidikan tinggi.

Ia menambahkan, santri di pesantren tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga keberagaman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

“Santri kami berasal dari Sabang sampai Merauke. Seorang mukmin harus saling menolong mukmin yang lain dalam kebaikan, baik dengan tangan, lidah, maupun hatinya,” pungkas Kiai Ilyas.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/wamenag-tegaskan-pesantren-benteng-kerukunan-indonesia/91425/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 05.57 WITA

  • #Berita Kemenag
  • #Wamenag

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pilihan Editor

  1. 1 Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI
  2. 2

    Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

  3. 3

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

  4. 4

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  5. 5

    Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.