JURNALPOST.COM - Sebagai tindak lanjut dari hasil tinjauan langsung yang sudah dilakukan pada lokasi proyek pelebaran jalan dan jembatan Tello beberapa hari lalu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, mengadakan rapat koordinasi untuk menentukan langkah penanganan sementara yang akan segera dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan yang selalu terjadi di sekitar wilayah jembatan Tello tersebut, Kamis (3/3).
Turut hadir dalam rapat yang berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur tersebut, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto. Kadis Bina Marga Sulsel, Muh. Amin Yakub. Kadis PU Kota Makassar, M. Ansar. Kadis Perhubungan Sulsel, Ilyas Iskandar. Kadis Perhubungan Kota Makassar, Abdullah Rowa. Direktur Lalu Lintas Polda Sulselbar, Kombespol Edy Sukaryo, serta pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VI Makassar.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas beberapa alternatif solusi untuk mengatasi masalah kemacetan di sekitar wilayah jembatan Tello akibat terhambatnya proyek pelebaran jalan dan jembatan Tello, dengan melakukan kanalisasi pengendara sepeda motor.
"Akan dibuat semacam jalur khusus sepeda motor, untuk membantu mengurai kemacetan," kata Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang.
Pengendara sepeda motor yang sering kali menyelip di antara kendaraan lain, disebut sebagai salah satu penyebab semakin parahnya kemacetan di titik tersebut.
Rencananya , kanalisasi akan dilakukan satu arah. Mulai dari depan Makassar Town Square hingga setelah Jembatan Tello.
Selain kanalisasi pengendara sepeda motor, Agus mengatakan, pihaknya juga akan membongkar median jalan dan papan reklame sehingga memungkinkan penambahan jalur kendaraan.
"Saat ini, total terdapat 4 jalur kendaraan disana. Kalau median jalan dibongkar, itu memungkinkan untuk bisa menambah menjadi 5 jalur kendaraan," ujarnya.
Nantinya, lanjut Agus, jalur kendaraan akan diatur, masing-masing tiga dan dua jalur. Buka tutup jalur kendaraan akan disesuaikan dan tergantung dari arah mana arus kendaraan yang lebih padat. Pembongkaran tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada pekan ini.
Pihaknya juga dikatakannya akan membongkar pagar pembatas yang memberi kesan sempit di daerah tersebut, dan akan digantikan dengan pembatas dari material lain.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto, mengatakan, mendukung rencana kanalisasi pengendara motor.
Menurutnya, pengendara motor lebih ikhlas mengantri masuk ke dalam jalur khusus karena ada kepastian kendaraan mereka dapat melaju.
"Yang perlu diatur itu motor, pete-pete, dan truk, kalau itu sudah teratur, bisa lebih lancar," kata Danny.
Pihaknya juga juga diakuinya telah menurunkan sebanyak 40 personil DLLAJR dan Dishub Kota Makassar untuk membantu mengatur kelancaran arus lalu lintas di lokasi tersebut.
Pihak Pemkot juga akan memastikan lokasi parkir kendaraan yang ada di depan Makassar Town Square untuk ditutup.
"Harus bersih di situ, itu kan milik publik," ujarnya. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda