Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  2. Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  4. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  5. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

A
Penulis: ariska deffy anggarany
03 November 2026, 18.10 WITA Editor: Rina Maharani
6 menit baca
FK UPN

DEPOK, JurnalPost.com – Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan mengajak warga Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, memanfaatkan daun kelor sebagai bahan pangan bergizi untuk mendukung upaya pencegahan stunting.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Pangkalan Jati Baru pada Selasa (3/11/2026) tersebut mengusung tema “Stunting No More: Optimalisasi Pemanfaatan Daun Kelor melalui Edukasi Kesehatan dan Workshop Pembuatan Healthy Snack untuk Mendukung Penurunan Stunting”.

IKLAN

Program ini menggabungkan edukasi kesehatan dengan pelatihan pembuatan snackbar berbahan daun kelor. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami pentingnya pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga memperoleh keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang praktis dan bernilai gizi.

Digitalisasi Laporan
Baca Juga

UPN Veteran Jakarta Dampingi PC IPNU-IPPNU Jakarta Selatan Digitalisasi Laporan Keuangan

Kegiatan dipimpin oleh apt. Ariska Deffy Anggarany, S.Farm., M.Farm., bersama tim dosen yang terdiri atas apt. Andiri Niza Syarifah, S.Farm., M.Farm.; apt. Prisnu Tirta Nirmala, S.Farm., M.Farm.; apt. Arini Nur Yunia Puspitaningrum Rahmawati, S.Farm., M.Farm.; serta Khrisna Pangeran, M.Sc.

Tim tersebut berasal dari berbagai bidang keilmuan, meliputi farmasi klinis, teknologi farmasi, biologi farmasi, dan kimia farmasi. Kolaborasi lintas disiplin ini memungkinkan kegiatan dilaksanakan secara komprehensif, mulai dari penyampaian materi kesehatan hingga praktik pengolahan pangan dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan produk.

Edukasi Gizi dan Pencegahan Stunting

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi mengenai stunting, pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta diberikan pemahaman bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan kecukupan makanan, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap kualitas asupan gizi, kesehatan ibu dan anak, kebersihan lingkungan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

PKM Edu
Baca Juga

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah potensi daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya variasi makanan keluarga.

Daun kelor diketahui mengandung sejumlah zat gizi, termasuk protein, zat besi, kalsium, dan provitamin A. Kandungan tersebut membuat kelor memiliki potensi sebagai bahan tambahan dalam pengolahan makanan bergizi.

Meski demikian, pemanfaatan daun kelor tetap perlu dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang. Daun kelor bukan satu-satunya solusi untuk mencegah maupun mengatasi stunting, melainkan salah satu pilihan bahan pangan yang dapat mendukung keberagaman konsumsi keluarga.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya upaya pencegahan stunting yang dilakukan secara konsisten, terutama pada masa kehamilan dan periode awal kehidupan anak.

Desa Sampet
Baca Juga

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

FK UPN Foto

Warga Diajak Mengolah Daun Kelor Menjadi Snackbar

Setelah mengikuti sesi edukasi kesehatan, peserta melanjutkan kegiatan dengan praktik pembuatan snackbar berbahan daun kelor.

Workshop ini menjadi bagian penting dari program karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal cara mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang lebih praktis dan menarik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu bahan tambahan dalam pembuatan camilan. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong kreativitas keluarga dalam menyajikan makanan yang lebih beragam.

Selain mengenalkan inovasi pangan, pelatihan juga menekankan pentingnya memperhatikan kebersihan selama proses pengolahan, pemilihan bahan yang aman, serta kualitas produk yang dihasilkan.

Pengolahan daun kelor menjadi snackbar sekaligus menunjukkan bahwa bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk makanan bernilai tambah.

Dok Kegiatan

Keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut diharapkan dapat diterapkan kembali oleh peserta di lingkungan keluarga masing-masing.

IKLAN

Namun, pemanfaatan produk sebagai camilan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan gizi, usia, serta keamanan pangan bagi kelompok yang mengonsumsinya.

Libatkan Mahasiswa dan Pemerintah Kelurahan

Program Stunting No More juga menjadi salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Melalui program ini, pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan akademik diupayakan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan pengolahan pangan lokal.

Selain dosen, mahasiswa turut dilibatkan dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari persiapan, penyampaian informasi, pendampingan peserta, dokumentasi, hingga evaluasi program.

Keterlibatan mahasiswa menjadi sarana pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepedulian sosial, serta pengalaman menerapkan ilmu kefarmasian dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Sebagai bagian dari evaluasi, tim pelaksana juga melakukan pengukuran pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test.

Pengukuran tersebut bertujuan memperoleh gambaran mengenai pemahaman peserta sebelum dan setelah mengikuti sesi edukasi. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kegiatan serupa pada masa mendatang.

Tim pelaksana turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kelurahan Pangkalan Jati Baru, khususnya Lurah M. Reza Tanzila Putra, beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan.

Dukungan pemerintah kelurahan dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus memperluas jangkauan edukasi kesehatan di tingkat lingkungan.

Dukung Empat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Selain berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat, program Stunting No More dirancang untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Setidaknya terdapat empat tujuan yang menjadi fokus kontribusi program ini.

Pertama, SDG 2: Tanpa Kelaparan, melalui peningkatan literasi gizi dan pengenalan bahan pangan lokal bernutrisi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.

Kedua, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui edukasi kesehatan serta penguatan pemahaman masyarakat mengenai langkah promotif dan preventif dalam pencegahan stunting.

Ketiga, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penyelenggaraan edukasi berbasis masyarakat dan pelatihan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui optimalisasi bahan pangan lokal dan pengenalan proses pengolahan makanan yang memperhatikan aspek kualitas serta keamanan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker dan Program Studi S-1 Farmasi Fakultas Kedokteran UPN “Veteran” Jakarta berharap kerja sama dengan masyarakat dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan keluarga tentang gizi, mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis potensi lokal, seperti pengolahan daun kelor menjadi snackbar, dapat menjadi sarana edukasi yang mendekatkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat.


ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/fk-upn-veteran-jakarta-cegah-stunting-snackbar-daun-kelor/98502/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.16 WITA

  • #Daun Kelor
  • #Gizi Keluarga
  • #Pangkalan Jati Baru
  • #Pengabdian kepada Masyarakat
  • #UPN Veteran Jakarta
  • #inovasi pangan lokal
  • #pencegahan stunting
  • #snackbar bergizi

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

HUT ke-58, Semen Tonasa Perkuat Transformasi Berbasis Iman dan Kebersamaan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?
  2. 2

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  3. 3

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  4. 4

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  5. 5

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.