BOJONEGORO, JurnalPost.com — Pembayaran menggunakan uang tunai bukan lagi satu-satunya pilihan ketika masyarakat membeli mainan anak. Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejumlah aktivitas perdagangan kecil mulai memanfaatkan layanan pembayaran digital, termasuk melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BRI.
Salah satu pedagang yang menggunakan fasilitas tersebut adalah Narto. Ia menyediakan pembayaran QRIS BRI untuk memudahkan pelanggan yang ingin membeli mainan anak tanpa harus menyiapkan uang tunai.
Bagi Narto, kehadiran pembayaran digital memberikan pilihan tambahan bagi pembeli. Terlebih, tidak semua pelanggan datang dengan membawa uang tunai yang cukup, sementara sebagian masyarakat sudah terbiasa menggunakan aplikasi perbankan maupun dompet digital.
"Dengan adanya QRIS, pembeli yang tidak membawa uang tunai tetap bisa berbelanja. Tinggal membuka aplikasi di handphone, kemudian scan kode QRIS untuk melakukan pembayaran," ujar Narto.
Menurutnya, penggunaan QRIS cukup membantu aktivitas jual beli sehari-hari. Pembeli dapat menyelesaikan pembayaran melalui ponsel, sedangkan pedagang tidak harus selalu menyediakan uang pecahan untuk memberikan kembalian.
Pedagang Mainan di Bojonegoro Mulai Manfaatkan Pembayaran Digital
Narto mengatakan pelanggan yang datang membeli mainan memiliki kebutuhan beragam. Ada orang tua yang mencari mainan untuk anaknya, tetapi ada pula masyarakat yang membeli hadiah bagi anggota keluarga.
Dalam aktivitas perdagangan tersebut, kendala pembayaran terkadang muncul ketika pembeli tidak membawa uang tunai atau jumlah uang yang tersedia tidak mencukupi.
Situasi seperti itu menjadi salah satu alasan Narto menyediakan fasilitas QRIS BRI di tempat usahanya.
"Kadang ada pembeli yang sudah memilih mainan, tetapi ternyata uang tunainya kurang atau tidak membawa uang cash. Kalau ada QRIS, mereka tetap bisa membayar melalui handphone," jelasnya.
Keberadaan fasilitas pembayaran digital membuat pelanggan memiliki lebih banyak pilihan ketika bertransaksi. Mereka tetap dapat menggunakan uang tunai atau memilih pembayaran melalui aplikasi yang mendukung QRIS.
Bagi pedagang kecil, pilihan metode pembayaran tersebut juga dapat menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kepada konsumen.
Namun, Narto tidak memandang pembayaran digital sebagai pengganti seluruh transaksi tunai. Kedua metode dapat digunakan sesuai kebutuhan pelanggan.
QRIS BRI Permudah Transaksi Tanpa Uang Kembalian
Salah satu manfaat yang dirasakan Narto dari penggunaan QRIS adalah kemudahan ketika menyelesaikan transaksi dengan pembeli.
Pada transaksi tunai, pedagang terkadang harus mencari uang pecahan untuk memberikan kembalian. Kondisi tersebut dapat membuat proses pembayaran membutuhkan waktu lebih lama, terutama ketika uang kecil tidak tersedia.
Melalui QRIS, pelanggan cukup memasukkan nominal pembayaran, memeriksa informasi transaksi, kemudian menyelesaikan pembayaran menggunakan aplikasi yang tersedia di ponsel.
Pedagang selanjutnya dapat memastikan pembayaran berhasil melalui notifikasi atau riwayat transaksi sebelum menyerahkan barang kepada pembeli.
Meski demikian, penggunaan layanan digital tetap membutuhkan perhatian terhadap keamanan transaksi. Pedagang perlu memastikan nominal pembayaran sesuai dan tidak hanya mengandalkan tangkapan layar bukti transfer yang ditunjukkan pelanggan.
QRIS sendiri merupakan standar kode QR pembayaran yang dikembangkan Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran.
Dengan standar tersebut, pelanggan tidak harus menggunakan aplikasi BRI untuk membayar melalui QRIS BRI. Pembayaran juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi bank atau dompet elektronik lain yang mendukung QRIS.
Kemudahan inilah yang memungkinkan pembayaran digital digunakan dalam berbagai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari membeli kebutuhan rumah tangga hingga berbelanja mainan anak.
UMKM Didorong Beradaptasi dengan Kebiasaan Konsumen
Pemanfaatan QRIS oleh pedagang mainan di Bojonegoro menunjukkan bahwa perkembangan teknologi pembayaran mulai menjangkau usaha perdagangan dengan skala lebih kecil.
Tidak hanya toko modern atau pusat perbelanjaan, pedagang yang melayani kebutuhan sehari-hari juga dapat memanfaatkan fasilitas pembayaran digital.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kemampuan menyesuaikan pelayanan dengan kebiasaan konsumen menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Namun, penerapan pembayaran digital tetap perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing usaha, termasuk akses internet, pemahaman penggunaan aplikasi, serta biaya layanan yang berlaku sesuai ketentuan.
Narto berharap semakin banyak masyarakat mengenal QRIS dan memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan transaksi.
Ia juga menginginkan agar layanan pembayaran digital semakin mudah dijangkau oleh pedagang kecil, sehingga pelaku UMKM tidak tertinggal dalam mengikuti perkembangan teknologi.
Menurutnya, kemudahan pembayaran menjadi salah satu bentuk pelayanan yang dapat diberikan pedagang kepada pelanggan.
"Yang penting pembeli merasa mudah dan nyaman saat bertransaksi. Sekarang zamannya sudah semakin praktis. Tidak hanya belanja di toko besar, membeli mainan anak-anak pun bisa menggunakan QRIS," pungkasnya.
Pembayaran Tunai dan Digital Tetap Jadi Pilihan
Kehadiran QRIS BRI di tempat usaha Narto menjadi contoh bagaimana perubahan kebiasaan masyarakat turut memengaruhi aktivitas perdagangan di daerah.
Pembayaran digital memberikan alternatif bagi pelanggan yang tidak membawa uang tunai, sedangkan transaksi tunai tetap dapat digunakan oleh masyarakat yang lebih nyaman dengan cara pembayaran konvensional.
Bagi pedagang, menyediakan kedua pilihan tersebut dapat membantu menjangkau pelanggan dengan kebiasaan pembayaran yang berbeda.
Meski terlihat sederhana, penggunaan QRIS di lapak mainan anak memperlihatkan bagaimana layanan keuangan digital semakin dekat dengan aktivitas masyarakat.
Kini, kemudahan transaksi nontunai bukan hanya dapat dinikmati saat berbelanja di pusat perbelanjaan besar, tetapi juga ketika orang tua membeli mainan untuk anak-anak di Bojonegoro.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda