Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  2. Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  3. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  4. Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  5. Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

D
Penulis: Dhany Syah Putra
03 November 2026, 19.15 WITA Editor: Danang Purnama
6 menit baca
Dhany Syah Putra
Dhany Syah Putra Foto: Dok. Pribadi

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang

JAKARTA, JurnalPost.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia sepanjang 2026 menjadi ujian serius bagi kepemimpinan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Persoalan ini bukan sekadar menyangkut kemampuan memadamkan api, tetapi juga memperlihatkan sejauh mana kebijakan pemerintah pusat mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan.

IKLAN

Di tengah ancaman kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, dan terganggunya aktivitas masyarakat akibat kabut asap, ketegasan seorang pemimpin menjadi penting. Namun, keberhasilan pemerintah dalam menghadapi krisis tidak cukup diukur melalui banyaknya instruksi, rapat koordinasi, ataupun jumlah personel yang dikerahkan.

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah apakah seluruh langkah tersebut benar-benar mampu mengendalikan kebakaran, melindungi masyarakat, dan mencegah kejadian serupa terulang.

Respons Presiden Prabowo terhadap Karhutla 2026

Presiden Prabowo menunjukkan keterlibatan langsung dalam penanganan karhutla melalui rapat terbatas pada 12 Oktober 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan kebakaran di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

Dalam rapat itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa masih terdapat 639,23 hektare lahan terbakar yang membutuhkan penanganan petugas.

Pemerintah kemudian terus mengintensifkan operasi pemadaman melalui jalur darat dan udara. Lebih dari 60 ribu personel gabungan dikerahkan, didukung helikopter pemadam kebakaran dan operasi modifikasi cuaca.

Besarnya mobilisasi tersebut memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat. Meski demikian, pengerahan sumber daya bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Berdasarkan laporan BNPB per 19 Oktober 2026, target penanganan karhutla di enam provinsi prioritas mencapai 1.024,33 hektare. Dari jumlah tersebut, seluas 454,25 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara 570,08 hektare lainnya masih menjalani proses pemadaman dan pendinginan.

Data tersebut menunjukkan bahwa operasi pemerintah menghasilkan perkembangan, tetapi juga memperlihatkan masih besarnya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Ancaman Belum Berakhir Meski Hujan Mulai Turun

Memasuki November 2026, perkembangan penanganan karhutla mulai menunjukkan perubahan seiring meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah.

BNPB melaporkan luas lahan terbakar yang tercatat pada 1 November 2026 mencapai 742 hektare di beberapa provinsi. Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah dengan kebakaran terluas, disusul Papua Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Angka tersebut tidak dapat langsung dibandingkan dengan laporan sebelumnya karena wilayah cakupan dan kategori pendataannya berbeda.

Hal yang lebih penting diperhatikan adalah peringatan BNPB mengenai bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah gambut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa turunnya hujan belum tentu mengakhiri ancaman kebakaran. Api yang tidak terlihat di permukaan masih berpotensi kembali membesar ketika kondisi lingkungan mendukung.

Karena itu, keberhasilan penanganan karhutla seharusnya tidak hanya dilihat dari berkurangnya titik kebakaran, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan seluruh kawasan terdampak benar-benar aman.

Kepemimpinan Krisis Tidak Berhenti pada Instruksi

Dalam kajian Ilmu Pemerintahan, respons terhadap karhutla dapat dipahami melalui konsep crisis leadership atau kepemimpinan dalam situasi krisis.

Boin, 't Hart, Stern, dan Sundelius (2016) menjelaskan bahwa pemimpin menghadapi lima tugas strategis ketika mengelola krisis, mulai dari memahami situasi, mengambil keputusan, membangun komunikasi, mengelola pertanggungjawaban, hingga melakukan pembelajaran setelah krisis.

Kerangka tersebut relevan untuk mengevaluasi respons Presiden Prabowo.

Dari sisi pengambilan keputusan, pemerintah telah memperlihatkan langkah konkret melalui koordinasi nasional, pengerahan personel, dan penguatan operasi pemadaman.

IKLAN

Namun, tantangan berikutnya terletak pada bagaimana instruksi tersebut dijalankan secara konsisten oleh seluruh unsur pemerintahan.

Penanganan karhutla melibatkan banyak lembaga dengan tanggung jawab berbeda, termasuk BNPB, kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan aparat penegak hukum.

Tanpa koordinasi yang efektif, besarnya sumber daya justru berisiko tidak memberikan hasil optimal.

Pemerintah pusat perlu memastikan bahwa setiap daerah memiliki akses terhadap informasi, peralatan, personel, serta dukungan anggaran yang sesuai dengan tingkat ancaman kebakaran.

Pada saat yang sama, pemerintah daerah harus mampu mengambil tindakan cepat tanpa selalu menunggu arahan dari pusat.

Penegakan Hukum Harus Memberikan Efek Jera

Selain pemadaman, penegakan hukum menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya mengatasi karhutla.

Berdasarkan laporan pemerintah pada Oktober 2026, kepolisian mencatat 286 laporan polisi terkait kasus karhutla yang melibatkan perorangan, dengan 243 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sementara itu, berdasarkan data per 20 Oktober 2026, penanganan perkara korporasi mencakup 100 laporan polisi, dengan 13 korporasi berstatus tersangka.

Presiden Prabowo juga telah menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar hukum.

“Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar,” tegas Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 21 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat penindakan. Namun, komitmen politik tetap harus dibuktikan melalui proses hukum yang transparan, objektif, dan berkeadilan.

Penetapan tersangka bukan akhir dari pertanggungjawaban. Proses penyidikan, pembuktian di pengadilan, hingga pelaksanaan putusan hukum harus menjadi perhatian bersama.

Selain memberikan sanksi kepada pihak yang terbukti bersalah, pemerintah perlu memastikan adanya langkah pemulihan lingkungan agar kerusakan akibat kebakaran tidak terus membebani masyarakat.

Keberhasilan Pemerintah Diukur dari Hasil Nyata

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, kemampuan menangani krisis merupakan salah satu indikator penting kualitas kepemimpinan.

Presiden dapat memberikan instruksi yang tegas, tetapi efektivitas kebijakan baru terlihat ketika seluruh lembaga mampu menjalankannya secara terkoordinasi dan menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

Karhutla 2026 memberikan pelajaran bahwa pendekatan darurat saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu memperkuat pencegahan, pengawasan kawasan rawan kebakaran, pengelolaan lahan gambut, dan penegakan hukum secara berkelanjutan.

Evaluasi penanganan harus menghasilkan perbaikan sistem, bukan sekadar laporan mengenai berapa banyak lahan yang berhasil dipadamkan.

Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ancaman kebakaran dapat ditekan, kualitas udara terlindungi, dan aktivitas kehidupan tidak terus terganggu setiap kali musim kemarau datang.

Pada akhirnya, respons Presiden Prabowo terhadap karhutla 2026 perlu dinilai secara proporsional. Pengerahan sumber daya dan ketegasan instruksi merupakan langkah penting yang patut dicatat, tetapi bukan alasan untuk mengabaikan kekurangan dalam pelaksanaan.

Kepemimpinan yang efektif bukan hanya kemampuan memberikan perintah ketika krisis terjadi, melainkan juga memastikan perintah tersebut dijalankan, diawasi, dievaluasi, dan menghasilkan perlindungan nyata bagi masyarakat.

Selama ancaman kebakaran masih ada, pekerjaan pemerintah belum dapat dianggap selesai. Keberhasilan sesungguhnya baru terlihat ketika Indonesia mampu mengurangi risiko karhutla secara berkelanjutan, bukan sekadar memadamkan api yang kembali muncul setiap tahun.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/karhutla-2026-uji-kepemimpinan-prabowo-penanganan-kebakaran/98504/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.09 WITA

  • #BNPB
  • #Karhutla 2026
  • #Kebakaran Hutan
  • #Kepemimpinan Krisis
  • #Pemerintahan
  • #Presiden Prabowo
  • #lingkungan hidup

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027
  2. 2

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  3. 3

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  4. 4

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

  5. 5

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.