Sidoarjo, JurnalPost.com — Menentukan pilihan pendidikan dan karier bukan perkara mudah bagi sebagian remaja, terutama ketika mereka belum sepenuhnya mengenali minat dan potensi diri. Berangkat dari persoalan tersebut, tim dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya memperkenalkan LUMI (Light Up My Interest), sebuah website skrining minat yang dirancang untuk membantu remaja memahami kecenderungan minat sekaligus mempersiapkan perencanaan karier sejak dini.
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Career Up with LUMI (Light Up My Interest): Implementasi Website Skrining Minat dan Psikoedukasi Pengembangan Karier Remaja di Save Street Child Sidoarjo". Kegiatan berlangsung di Alun-Alun Sidoarjo pada Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 15.00–17.00 WIB.
Program ini melibatkan 15 remaja binaan Save Street Child (SSC) Sidoarjo yang mendapatkan kesempatan mengenali minat dan potensi diri melalui pemanfaatan teknologi digital serta pendampingan langsung dari tim akademisi.
Kegiatan dipimpin oleh tim dosen Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya yang terdiri atas Inka Sukma Melati, S.Psi., M.Psi., Rizki Dwi Bakhtiar Surin, M.Psi., Psikolog, dan Dr. Mamang Efendy, S.Pd., M.Psi.

Pelaksanaan kegiatan juga didukung mahasiswa dari Program Studi Psikologi serta Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi, yakni Fadli Bilal Afifuddin, M. Andhika Raharjo, Aulia Shofiya Risa, Linda Anas Tasya Oktaviani, dan Devita Permatasari. Mereka turut berperan sebagai fasilitator yang mendampingi peserta selama proses pelatihan dan penggunaan website LUMI.
Mengenali Minat dan Potensi Diri melalui Teknologi Digital
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak menggunakan website LUMI untuk melakukan skrining minat secara langsung. Setelah menyelesaikan proses skrining, mereka mendapatkan pendampingan untuk memahami hasil yang diperoleh.
Tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, kegiatan ini juga dilengkapi sesi psikoedukasi mengenai pengembangan karier, pengenalan potensi diri, serta pentingnya merencanakan masa depan berdasarkan minat dan kemampuan masing-masing.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Save Street Child Sidoarjo, Dwi Prasetyo, S.Psi., M.Psi., yang mendukung upaya pengembangan potensi remaja melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi.
Salah satu dosen tim pengabdian, Inka Sukma Melati, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam layanan psikologi dapat menjadi alternatif untuk memperluas akses remaja terhadap layanan pengembangan diri.
"Kami ingin menghadirkan deteksi awal minat remaja yang lebih mudah dijangkau oleh remaja. LUMI tidak hanya membantu mereka mengenali minat, tetapi juga menjadi pintu awal untuk membangun kesadaran diri, memahami potensi yang dimiliki, dan menyusun perencanaan karier yang lebih terarah," ujar Inka.
Menurutnya, hasil skrining minat melalui LUMI bukanlah penentu mutlak pilihan pendidikan maupun pekerjaan seseorang. Informasi yang diperoleh justru diharapkan menjadi bahan refleksi awal bagi remaja untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan karier sesuai karakteristik, kemampuan, dan ketertarikan masing-masing.
Pendekatan tersebut penting agar remaja tidak hanya berorientasi pada pilihan jurusan atau pekerjaan tertentu, tetapi juga memahami alasan di balik keputusan yang akan mereka ambil.
Peserta Antusias Berdiskusi tentang Masa Depan
Selama pelaksanaan kegiatan, para remaja menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian skrining minat dan sesi psikoedukasi.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar pemilihan jurusan pendidikan, cita-cita, hingga tantangan yang dihadapi dalam mempersiapkan masa depan.

Melalui pendampingan dari tim dosen dan mahasiswa, peserta diajak memahami hubungan antara minat, kemampuan, dan peluang karier. Dengan demikian, hasil skrining tidak hanya berhenti pada informasi mengenai kecenderungan minat, tetapi juga menjadi bahan diskusi untuk mengenali potensi diri secara lebih mendalam.
Perpaduan teknologi digital dan pendekatan psikologis menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program ini. Penggunaan website memudahkan peserta mengikuti proses skrining, sementara sesi psikoedukasi membantu mereka memahami hasilnya dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Ketua Save Street Child Sidoarjo, Dwi Prasetyo, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi bersama tim dosen Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya.
Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi para remaja dalam mengenali diri melalui pendekatan ilmiah yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami.
Kolaborasi ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan bagi remaja binaan SSC Sidoarjo agar memiliki kesempatan lebih luas untuk memperoleh informasi dan pendampingan terkait pengembangan diri serta perencanaan karier.
Tak Berhenti pada Skrining, Dilanjutkan Konseling Individual
Program Career Up with LUMI tidak dirancang sebagai kegiatan edukasi satu kali. Tim pengabdian juga menyiapkan tahap pendampingan lanjutan melalui layanan konseling individual bagi remaja binaan Save Street Child Sidoarjo.
Pendampingan tersebut bertujuan membantu peserta menggali potensi diri secara lebih mendalam, mengenali kekuatan dan tantangan pribadi, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menentukan pilihan pendidikan dan karier.
Melalui sesi konseling, peserta diharapkan memiliki kesempatan untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan masa depan mereka secara lebih personal.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya tim pengabdian untuk mengembangkan model pendampingan yang menggabungkan skrining minat, psikoedukasi, dan konseling psikologis.
Dengan pendekatan berkelanjutan, informasi yang diperoleh dari website LUMI diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk menyusun rencana pengembangan diri yang lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta.
Perluas Akses Layanan Pengembangan Karier Remaja
Pengembangan LUMI menjadi salah satu bentuk kontribusi Fakultas Psikologi UNTAG Surabaya dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung layanan psikologi dan pengembangan karier di masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, perguruan tinggi tidak hanya menghadirkan inovasi berbasis digital, tetapi juga berupaya menjembatani kebutuhan remaja akan pendampingan dalam mengenali potensi serta merencanakan masa depan.
Kerja sama dengan Save Street Child Sidoarjo diharapkan dapat membuka peluang pengembangan program serupa yang menjangkau lebih banyak remaja, khususnya mereka yang membutuhkan akses pendampingan pengembangan diri dan karier.
Tim pengabdian berharap LUMI dapat terus dikembangkan sebagai sarana pendukung bagi remaja untuk mengenali minat, mengeksplorasi pilihan pendidikan, dan mempertimbangkan peluang karier secara lebih terarah.
Dengan dukungan pendampingan psikologis yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu membantu remaja membangun kepercayaan diri serta mengambil keputusan mengenai masa depan berdasarkan pemahaman yang lebih baik terhadap potensi dirinya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda