Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’: Saat Tekanan Keluarga Jadi Ketakutan Sehari-hari

Film ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’: Saat Tekanan Keluarga Jadi Ketakutan Sehari-hari

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
03 April 2026, 11.30 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Tunggu Aku Sukses Nanti
Poster Film Tunggu Aku Sukses Nanti Sumber : Instagram/@rapifilm

Oleh : Ghina Mohga Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang

JurnalPost.com - Ardit Erwandha sukses menjalani debut sebagai pemeran utama dalam film drama keluarga berjudul “Tunggu Aku Sukses Nanti” yang dirilis pada musim Lebaran 2026. Disutradarai oleh Naya Anindita, film ini mengangkat kisah Arga, seorang pemuda 28 tahun yang berjuang mencari pekerjaan setelah tiga tahun menganggur. Di tengah usahanya bangkit, Arga harus menghadapi “teror” pertanyaan dari keluarga saat momen berkumpul. Pengalaman yang terasa sederhana ini justru menjadi kekuatan utama film, karena begitu dekat dengan realitas banyak orang.

IKLAN

Menyentil  ‘sandwich generation’

Kenneth Trevi
Baca Juga

Kisah Haru Kenneth Trevi, Dari Dyslexia Menuju Panggung Inspirasi

Zaman sekarang banyak orang menanggung beban lebih dari satu, seperti menanggung beban finansial dan perawatan tiga generasi sekaligus: diri sendiri, orang tua (di atas), dan anak anak (di bawah). Arga menjadi representasi nyata kondisi tersebut. Sebagai anak pertama, ia memikul tanggung jawab besar, mulai dari membantu melunasi hutang keluarga hingga membiayai pendidikan adiknya. Masalah ini terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, apalagi dengan kondisi sulitnya mencari pekerjaan yang membuat film ini semakin mudah dirasakan dan relevan bagi banyak orang.

Chemistry dan Akting Para Aktor

Walaupun menjadi debut sebagai pemeran utama, akting Ardit Erwandha tidak bisa dianggap remeh. Sebelumnya, ia kerap muncul sebagai cameo di beberapa film, namun di film ini ia berhasil menunjukkan kapasitasnya sebagai aktor utama. Sutradara Naya Anindita pun meyakini bahwa Ardit adalah sosok yang tepat untuk menghidupkan karakter Arga. Ardit sendiri mengaku bahwa proses pendalaman karakter terasa lebih mudah karena ceritanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia juga mengaitkan peran tersebut dengan pengalaman pribadinya saat merintis karier sebagai stand-up comedian.

IKLAN

Sementara itu, karakter Tante Yuli yang diperankan oleh Sarah Sechan terasa begitu nyata. Gaya bicaranya yang cerewet justru menjadi ciri khas yang memperkuat karakter tersebut. Penampilan Niniek L. Karim sebagai Nenek menghadirkan kehangatan tersendiri. Ia menjadi sosok penenang yang kokoh di tengah berbagai dinamika keluarga. Tak kalah menyentuh, Lulu Tobing sebagai Bu Rita dan Ariyo Wahab sebagai Pak Yudi berhasil menggambarkan ketulusan orang tua dengan sangat emosional. Selain itu, kehadiran cameo dari Vidi Aldiano bersama Sheila Dara Aisha serta Afgan sebagai Dwiki, sepupu Arga yang telah sukses, turut memberikan warna tambahan yang menarik dalam film ini.

KOPRI PMII Bulukumba Gelar Bedah Film, Ini Kata Budayawan Achmad Darsyad Pabottingi
Baca Juga

KOPRI PMII Bulukumba Gelar Bedah Film, Ini Kata Budayawan Achmad Darsyad Pabottingi

Elemen Teknis yang Mendukung Cerita

Selain cerita dan aktor yang menarik, sisi teknis dari film ini pun patut untuk diapresiasi. setiap detail dipikirkan betul oleh para kru dibalik film “Tunggu Aku Sukses Nanti”.  Seperti penataan artistik dalam film ini mulai dari set lokasi yang dipilih yaitu di kawasan Ibu Kota Jakarta dan Stasiun KRL yang mendukung cerita, properti rumah Arga yang dibuat begitu bersahaja dan kostum keluarga Arga dengan nuansa yang lebih simpel dan apa adanya dibandingkan dengan kerabat mereka yang lain, sampai detail kecil seperti riasan Bu Rita yang tanpa perhiasan pun menjadi simbol kuat keterbatasan ekonomi keluarga. Suasana hangat dari film ini juga didukung oleh penataan musik yang sangat baik yaitu pemilihan soundtrack lagu 'Gemilang' dari Perunggu yang bertema perjuangan hidup, harapan dan optimisme di tengah rintangan yang berat yang semakin memperkuat suasana emosional film. Menariknya dalam film ini mengandung beberapa easter egg yang menambah keseruan sekaligus menjadi detail menarik bagi penonton yang jeli.

Tangis, Tawa, dan Luka

Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan tontonan yang cocok dinikmati bersama keluarga karena terasa ringan, namun di balik kesederhanaannya tetap menyimpan makna yang cukup dalam untuk direnungkan. Setelah menonton film ini banyak emosi yang dirasakan mulai dari kesal, sedih, terhibur dengan komedi komedi yang ringan semua melebur menjadi satu perasaan yang lengkap. Film “Tunggu Aku Sukses Nanti” seakan mengingatkan kita untuk tidak memaksakan diri melampaui batas, serta menyadari bahwa setiap orang memiliki proses dan waktunya masing-masing dalam mencapai tujuan hidupnya. Satu quote yang saya ingat dari film ini adalah “Jangan takut ketinggalan kereta. Dimana ada kemauan, disitu hidup akan berikan tempat untukmu”.

KOPRI PMII Sinjai Helat Bedah Film : Ini Kata WaKil Bupati
Baca Juga

KOPRI PMII Sinjai Helat Bedah Film : Ini Kata WaKil Bupati

Untuk siapapun yang sedang berjuang, film ini terasa seperti teman curhat. Untuk yang pernah berada di fase ‘Arga’, film ini dapat menjadi pengingat, sementara dari sisi keluarga, film ini bisa menjadi media untuk lebih berempati dan peduli. Layaknya ada puasa setelahnya ada lebaran, maka setelah perjuangan pasti ada kebahagiaan. Barangkali setelah keluar dari ruang bioskop, kamu akan berkata dalam hati, “Tunggu aku sukses nanti…” sambil membawa pulang harapan baru.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/film-tunggu-aku-sukses-nanti-saat-tekanan-keluarga-jadi-ketakutan-sehari-hari/91864/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.45 WITA

  • #Bedah Film

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah
  2. 2

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  3. 3

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  4. 4

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.