JURNALPOST, Tangerang - Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Tangerang, tim survei bandar judi mulai berkeliling desa.
Tim yang biasa disebut cheker atau pengecek ini bertugas mengecek kekuatan suara masing-masing calon Kades. Hasil survei ini dilaporkan kepada bos judi untuk bahan taruhan pada Pilkades.
"Sekarang ini, sudah ada para pengecek yang keliling desa. Mereka menanyakan kepada warga siapa yang akan dipilih dalam Pilkades," ujar Hari, warga Kresek. Tentu saja, saat survei, mereka melakukan penyamaran.
Biasanya, para pengecek ini mendatangi warung-warung, lalu berpura-pura pesan makanan atau minuman. "Nah, kesempatan itu digunakan untuk bertanya-tanya, baik kepada pemilik warung maupun pengunjung," tambahnya. Setelah mendapat info, mereka akan bergeser ke wilayah lain untuk bertanya hal sama.
Di tempat terpisah, Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Tangerang AKBP Komarudin menegaskan, segala bentuk perjudian dalam Pilkades dilarang. "Anggota kami akan menindak tegas bila terjadi politik uang serta perjudian," ujarnya.
Saat ini, jajarannya sudah disebar ke berbagai wilayah untuk melakukan pengamanan tahapan Pilkades. Personel yang diterjunkan itu berjumlah 2.692 personel gabungan.
Dia meminta agar dalam pelaksanaan Pilkades, berbagai pihak tidak melakukan kampanye hitam (black campaign), ujaran kebencian, informasi bohong (hoaks) dan praktik politik uang (money politic).
Komarudin mengajak seluruh calon kades dan warga untuk menjaga dan mengawal pelaksanaan Pilkades yang aman, adil dan jujur.
Seperti diketahui, Pilkades serentak di Kabupaten Tangerang diikuti oleh 153 desa dari 28 kecamatan. Hari pencoblosan suara akan dilaksanakan tanggal 1 Desember 2019 mendatang. (Ananta)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda