Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Kerja Sama Riset Kelautan China-Indonesia Petakan Masa Depan Berkelanjutan

Kerja Sama Riset Kelautan China-Indonesia Petakan Masa Depan Berkelanjutan

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
14 September 2025, 12.34 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
China-Indonesia
Foto yang diabadikan pada 8 September 2025 ini menunjukkan Rafidha Dh Ahmad Opier, mahasiswa doktoral di Ocean University of China yang juga merupakan staf Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia (RI), sedang mengunjungi Pameran Maritim Asia Timur (East Asia Marine Expo) yang digelar di Qingdao, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua)

QINGDAO, JurnalPost.com - "Lihat, itu saya! Saya tidak pernah menyangka akan menjadi saksi kerja sama antara Indonesia dan China di bidang maritim," ungkap Rafidha Dh Ahmad Opier, seorang mahasiswa doktoral di Ocean University of China yang juga merupakan staf Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia (RI). Dalam Pameran Maritim Asia Timur (East Asia Marine Expo) 2025 di Qingdao, dia menunjuk ke sebuah foto di area pameran tentang kerja sama ilmu kelautan China-Indonesia dengan penuh kegembiraan.

"Kedua negara memiliki sejarah panjang dalam pertukaran persahabatan, dan interaksi akademik selalu terjalin dengan erat. Secara khusus, kerja sama dalam penelitian ilmiah kelautan memainkan peran penting dalam memajukan hubungan bilateral," kata Rafidha kepada Xinhua.

IKLAN

Pameran Maritim Asia Timur 2025 diselenggarakan dari 7 hingga 9 September di Qingdao, sebuah kota pesisir di Provinsi Shandong, China timur. Acara tersebut menampilkan lima zona pameran yang meliputi pencapaian pengembangan kelautan, biomedis kelautan, teknologi dan peralatan kelautan, serta komoditas kelautan internasional, yang menarik lebih dari 450 perusahaan dan institusi.

NEV China
Baca Juga

Indonesia Jadi Basis Produksi NEV China untuk Pasar ASEAN

Salah satu sorotan utama dalam acara tersebut adalah pameran gabungan "Pencapaian Kerja Sama Ilmu Kelautan China-Indonesia" (China-Indonesia Marine Science Cooperation Achievements) bersama "Pencapaian Pengembangan Kelautan Shandong" (Shandong Marine Development Achievements), yang menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Dengan praktik-praktik di Shandong sebagai contoh, pameran ini merepresentasikan visi China tentang komunitas maritim dengan masa depan bersama, sekaligus menjadi jendela penting untuk menampilkan kerja sama dan pembangunan berkualitas tinggi.

Diluncurkan pada 2010, Indonesia-China Center for Ocean and Climate (ICCOC) telah berperan sebagai jembatan yang kokoh untuk kolaborasi ilmiah. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua pihak telah bersama-sama melaksanakan lebih dari 30 proyek praktis, banyak di antaranya meraih kemajuan yang signifikan melalui upaya berkelanjutan.

Salah satu model yang menonjol di pameran tersebut adalah model Bailong Buoy. Perangkat ini mentransmisikan data pengamatan secara waktu nyata (real-time) ke Sistem Telekomunikasi Global (Global Telecommunication System/GTS), mengintegrasikan teknologi pemantauan yang dikembangkan secara mandiri oleh China ke dalam jaringan global. Menurut keterangan staf di lokasi, China dan Indonesia telah bersama-sama menempatkan 10 Bailong Buoy itu di area-area penting di Samudra Hindia timur, guna mengumpulkan data berharga yang telah memperkuat kerja sama dalam prediksi musim monsun, pencegahan dan mitigasi bencana, serta perlindungan ekologi laut.

IKLAN

Selain itu, kedua negara telah mendirikan enam stasiun observasi kelautan bersama dalam tiga kategori, melaksanakan ratusan pelayaran penelitian bersama, dan meluncurkan serangkaian program kerja sama internasional. Bersama-sama mereka telah mengumpulkan beragam data dan sampel hidrologi, meteorologi, geologi, dan biokimia yang ekstensif, memberikan contoh yang baik bagi kerja sama kelautan global.

Durian Indonesia
Baca Juga

Durian Indonesia Miliki Peluang Besar di Pasar China

Pelatihan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dari kerja sama bilateral. Melalui pelatihan di lapangan, pertukaran jangka pendek, dan program gelar, lebih dari 1.000 tenaga profesional di bidang ilmu kelautan telah dilatih. Banyak mahasiswa internasional penerima Beasiswa Kelautan China yang kini berkontribusi di bidang masing-masing, dan Rafidha adalah salah satunya.

"Semakin banyak orang yang dapat mendedikasikan diri mereka pada ilmu kelautan, semakin kuat pula kekuatan gabungan kita. Saya yakin kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi pada akhirnya akan mendukung pembangunan ekonomi dan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Hasil kerja sama ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Di pameran tersebut, para pengunjung dapat mengetahui bahwa di Cilacap di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, teknologi praktis yang disediakan oleh China telah membantu warga setempat menanam dan melindungi mangrove, mengembangkan ekowisata, serta meningkatkan mata pencaharian dan lingkungan setempat. Pemerintah China juga telah memfasilitasi kemitraan antara perusahaan-perusahaan China dan Indonesia, mendorong interaksi positif antara kebijakan, teknologi, dan pasar.

"Saya juga sedang mempelajari lebih banyak tentang China. Ketika saya kembali ke Indonesia, selain melanjutkan penelitian kelautan, saya akan membagikan pengalaman saya di China kepada teman-teman saya, sehingga mereka dapat lebih memahami negara ini (China)," kata Rafidha.

Panas Ekstrem Landa AS
Baca Juga

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS, Death Valley Catat Rekor Suhu Malam 38,3 Derajat Celsius

Shi Zhongjun, sekretaris jenderal Pusat ASEAN-China, menjelaskan bahwa baik dalam pemanfaatan sumber daya, perlindungan laut, eksplorasi, maupun mitigasi bencana, China dan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia dapat memperkuat riset, menghadapi berbagai tantangan bersama, dan mengembangkan pengelolaan laut secara bersama-sama. (Xinhua).

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/kerja-sama-riset-kelautan-china-indonesia-petakan-masa-depan-berkelanjutan/85541/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.45 WITA

  • #Berita Xinhua
  • #Investasi China

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Pilihan Editor

  1. 1 Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru
  2. 2

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  3. 3

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. 4

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.