Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ketahanan Pangan Berbasis Gang Sempit, Catatan Oase Hijau dari Ampel

Ketahanan Pangan Berbasis Gang Sempit, Catatan Oase Hijau dari Ampel

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
11 Juni 2026, 15.28 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Ampel

Surabaya, JurnalPost.com - Keterbatasan lahan kerap menjadi alasan sulitnya menghadirkan ruang hijau dan kemandirian pangan di kawasan padat penduduk. Namun, di Kampung Danakarya I/II, RW 14, Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, lahan sempit justru diubah menjadi ruang produktif melalui budidaya hidroponik.

Program ini digagas dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya atau Kampus Merah Putih. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penerapan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

IKLAN

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Untag Surabaya, Ananta Bhagaskara, mengatakan kawasan padat penduduk tidak selalu identik dengan keterbatasan. Menurutnya, ruang sempit tetap bisa dimanfaatkan jika dikelola dengan pendekatan yang tepat.

Untag Surabaya
Baca Juga

Mahasiswa Untag Surabaya Edukasi Warga Ampel Budidaya Hidroponik di Lahan Sempit

“Sebagai mahasiswa Teknik Mesin, saya melihat ruang sempit bukan sebagai hambatan, melainkan ruang yang bisa dioptimalkan. Salah satunya melalui teknologi pertanian perkotaan seperti hidroponik,” ujar Ananta.

Dengan bimbingan dosen pembimbing lapangan, Masca Indra T, ST, MT, mahasiswa merancang instalasi hidroponik vertikal yang ditempatkan di Balai RW 14, Jalan Danakarya I/II Ampel. Instalasi tersebut dibuat menggunakan pipa paralon, media rockwool, pot gelas berongga, kain flanel, serta nutrisi A dan B Mix.

Ananta menjelaskan hidroponik dipilih karena tidak membutuhkan tanah sebagai media tanam. Dengan sistem ini, warga tetap dapat menanam sayuran meski memiliki lahan terbatas.

“Lahan yang sempit tetap bisa menjadi tempat produksi pangan. Dengan hidroponik, warga bisa menanam sayuran secara lebih higienis, terukur, dan mudah dirawat,” jelasnya.

Pakcoy Hidroponik
Baca Juga

Mahasiswa Untirta Ajak Warga Pontang Tanam Pakcoy Hidroponik Pakai Botol Bekas Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Dalam praktiknya, warga dikenalkan pada tahapan budidaya hidroponik mulai dari penyemaian benih, pemindahan tanaman ke instalasi utama, hingga perawatan nutrisi. Benih sayuran seperti sawi, kangkung, dan pakcoy disemai terlebih dahulu di atas rockwool basah.

Setelah tunas muncul dalam waktu sekitar tiga hari, tanaman dipindahkan ke instalasi hidroponik. Kain flanel digunakan sebagai sumbu untuk membantu penyerapan nutrisi. Selanjutnya, tanaman cukup mendapatkan sinar matahari dan kontrol nutrisi secara berkala setiap satu minggu sekali.

IKLAN

hidroponik

Dalam waktu kurang lebih empat minggu sejak masa semai, warga sudah dapat memanen sayuran yang ditanam. Siklus ini dinilai efektif untuk mendukung kebutuhan pangan rumah tangga dalam skala kecil.

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945
Baca Juga

Mahasiswa Untag Surabaya Magang di PT Pos Indonesia, Analisis Pendataan Seller Marketplace

Menurut Ananta, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembuatan instalasi hidroponik atau pembagian benih. Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk mengubah pola pikir masyarakat perkotaan dari konsumtif menjadi produktif.

“Selama ini kebutuhan sayur harian banyak bergantung pada pasar. Melalui hidroponik, kami ingin menunjukkan bahwa warga juga bisa memproduksi sebagian kebutuhan dapurnya sendiri dari lingkungan sekitar,” katanya.

Keterlibatan warga, terutama ibu-ibu dan Karang Taruna RW 14 Ampel, menjadi bagian penting dari program ini. Mereka tidak hanya melihat proses pembuatan instalasi, tetapi juga ikut belajar menyemai, merawat tanaman, hingga meracik nutrisi.

Ananta menilai antusiasme warga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki semangat untuk berkembang. Ia menyebut edukasi yang tepat dapat menjadi pemantik bagi warga untuk melanjutkan program tersebut secara mandiri.

“Ketika warga terlibat langsung, muncul rasa memiliki terhadap sistem pangan yang mereka bangun. Ini menjadi modal penting agar program tidak berhenti setelah kegiatan selesai,” ungkapnya.

Ia berharap instalasi hidroponik di RW 14 Ampel dapat terus dikembangkan dan direplikasi di rumah-rumah warga. Dengan begitu, ketahanan pangan tidak hanya menjadi wacana besar, tetapi bisa dimulai dari lingkungan terkecil.

“Kemandirian pangan tidak harus selalu dimulai dari proyek besar. Ia bisa dimulai dari gang sempit, dari balai RW, dan dari komitmen warga untuk hidup lebih sehat serta mandiri,” pungkasnya.

Penulis: Ananta Bhagaskara Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/ketahanan-pangan-berbasis-gang-sempit-catatan-oase-hijau-dari-ampel/94311/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.45 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #Hidroponik
  • #Mahasiswa UNTAG

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  4. 4

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  5. 5

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.