Oleh: Siti Anisatus Zahrok Mahasiswi, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
JurnalPost.com - Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama tempat individu belajar memahami dunia. Di dalam keluargalah seseorang mengenal nilai, empati, tanggung jawab, serta cara menghadapi persoalan hidup. Namun, realitas sosial saat ini menunjukkan bahwa keluarga semakin sering dihadapkan pada tekanan dan tantangan baru. Arus modernisasi yang begitu cepat, tuntutan pekerjaan yang kian berat, serta budaya digital yang menyita perhatian membuat banyak keluarga mulai kehilangan kedekatan emosional. Komunikasi yang dulu dilakukan secara langsung kini bergeser menjadi serba singkat, bahkan minim interaksi berkualitas. Situasi seperti inilah yang kemudian memicu munculnya berbagai masalah, mulai dari miskomunikasi hingga konflik yang merenggangkan hubungan antaranggota keluarga.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur melalui bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) menghadirkan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui program konseling. Program ini bukan hanya menjadi solusi sesaat, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan keluarga yang lebih stabil, harmonis, dan resilien.
Pelaksanaan program konseling keluarga dilakukan melalui Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS). Tempat ini difungsikan sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan seputar pembinaan ketahanan keluarga, edukasi pola asuh, hingga pendampingan psikososial dalam menyelesaikan konflik rumah tangga. Kehadiran PPKS juga membuka kesempatan bagi keluarga untuk belajar dalam suasana yang terbimbing, tanpa merasa dihakimi ataupun dianggap bermasalah.
Salah satu program andalan BKKBN Kaltim adalah Satyagatra Olah Bebaya, yang menekankan penguatan tujuh dimensi ketahanan keluarga atau Saptagatra. Melalui kegiatan olah pikir, olah rasa, olah raga, dan olah spiritual, program ini mendorong keluarga untuk menyeimbangkan aspek lahiriah dan batiniah. Tidak hanya fokus pada kemampuan ekonomi, tetapi juga pada kesehatan mental, hubungan emosional, serta spiritualitas yang menjadi pondasi bagi keharmonisan keluarga.
Pendekatan konseling dalam program ini menekankan bahwa konseling bukanlah hal tabu. Justru, konseling diposisikan sebagai sarana belajar untuk memahami diri sendiri, membuka ruang dialog, serta memperkuat rasa saling percaya. Selama ini, sebagian masyarakat menganggap konseling hanya diperlukan ketika konflik sudah memuncak. Padahal, konseling keluarga dapat menjadi pencegah munculnya persoalan yang lebih besar. Dengan adanya pendampingan, keluarga dapat mengidentifikasi akar masalah lebih awal dan belajar menyelesaikannya melalui komunikasi yang sehat.
Konseling keluarga yang dilaksanakan di bawah naungan PPKS BKKBN Kaltim ditangani oleh tenaga profesional seperti konselor dan psikolog. Mereka menggunakan pendekatan edukatif dan humanis, sehingga keluarga merasa dihargai dan diterima. Dalam situasi seperti perbedaan gaya pengasuhan antara suami dan istri, misalnya, konselor membantu menemukan titik temu tanpa membuat salah satu pihak merasa disalahkan. Begitu pula ketika terjadi kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak, konseling membuka ruang dialog agar setiap pihak dapat memahami dan didengar.
BKKBN Kaltim melalui bidang KSPK menekankan bahwa kesejahteraan keluarga tidak dapat diukur hanya dari harta benda. Kesejahteraan sejati mencakup terpenuhinya kebutuhan emosional, sosial, dan spiritual. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Satyagatra Olah Bebaya menempatkan olah rasa dan olah spiritual sebagai aspek penting dalam pembentukan keluarga bahagia. Ketika anggota keluarga merasa aman secara emosional dan terhubung secara batiniah, mereka akan lebih siap menghadapi persoalan hidup.
Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan keluarga-keluarga di Kalimantan Timur dapat tumbuh menjadi lebih tangguh tanpa kehilangan nilai moral dan kearifan lokal. Keberadaan PPKS juga menjadi pusat rujukan bagi masyarakat yang ingin belajar tentang komunikasi efektif, pengasuhan positif, manajemen stres, maupun penguatan relasi dalam rumah tangga.
Sudah saatnya masyarakat melihat konseling keluarga sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Keluarga yang bersedia membuka diri terhadap pendampingan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kehidupan yang harmonis dan sejahtera.
Melalui komitmen kuat yang ditunjukkan BKKBN Kalimantan Timur, terutama bidang KSPK, upaya memperkuat ketahanan keluarga bukan sekadar wacana. Program seperti Satyagatra Olah Bebaya menjadi bukti nyata bahwa ketahanan keluarga dapat dibangun secara bertahap, terarah, dan penuh kepedulian. Sebab, keluarga yang kuat adalah fondasi bagi lahirnya generasi yang berkarakter, berdaya, dan siap menghadapi dinamika kehidupan di era modern.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda