Tasikmalaya – Popularitas durian sebagai komoditas bernilai tinggi kian menarik perhatian masyarakat untuk terjun ke dunia pertanian. Namun, memulai usaha kebun durian bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan pengetahuan, ketekunan, dan langkah yang tepat sejak awal.
Aryanto, pemilik kebun durian AA Kadu di Tasikmalaya, berbagi pengalaman dan panduan praktis bagi calon petani yang ingin meniti jalur serupa. “Sebelum mulai tanam, yang paling penting adalah memahami ilmunya. Banyak petani gagal karena salah memilih varietas atau menerapkan teknik budidaya yang kurang tepat,” ungkapnya.
Didirikan pada masa pandemi, AA Kadu bermula dari sepetak lahan yang digarap sebagai aktivitas produktif di tengah pembatasan sosial. Seiring waktu dan semangat belajar tanpa henti, kebun ini berkembang hingga mencapai luas 25 hektar dan kini menjadi salah satu kebun durian percontohan di Indonesia.
Melalui akun Instagram @aa_kadu, Aryanto secara konsisten membagikan tips budidaya durian mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, pemupukan, hingga pengendalian hama. Konten edukatif tersebut telah membantu banyak petani pemula dari berbagai daerah.
“Saya dulu pernah jadi korban penipuan bibit. Dari pengalaman itu, saya ingin membantu petani lain agar tidak mengalami hal yang sama. Edukasi yang benar harus diutamakan,” tambah Aryanto.
Tak hanya menjadi sumber informasi, AA Kadu kini juga menjadi tempat konsultasi langsung bagi petani durian yang membutuhkan panduan lebih lanjut. Dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis pengalaman nyata, Aryanto berharap semakin banyak petani Indonesia bisa memulai budidaya durian secara terarah dan berkelanjutan.
“Bagi saya, AA Kadu bukan sekadar kebun. Ini adalah wadah belajar bersama, tempat di mana siapa pun bisa memulai, asal mau belajar,” tutupnya. (**deddy)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda