Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Manfaatkan Potensi Desa Mondoretno, KKN UIN Walisongo Buat Disinfektan dan Arang Sekam Alami

Manfaatkan Potensi Desa Mondoretno, KKN UIN Walisongo Buat Disinfektan dan Arang Sekam Alami

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
20 Juli 2022, 10.04 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Arang Sekam Alami

Temanggung, JurnalPost.com - Kelompok 17 KKN MIT UIN Walisongo Semarang turut serta dalam proses pembuatan disinfektan serta arang sekam alami untuk peternakan dan pertanian di Desa Mondoretno, Senin (18/7/22).

Dalam proses pembuatannya, Kelompok 17 KKN UIN Walisongo dipandu dan didampingi oleh anggota Pos Penyuluhan Desa. Kegiatan tersebut dilakukan di Kawasan Terpadu Alam Mondoretno (Almond).

IKLAN

Saat memandu, Rois Maqsum (29), selaku anggota pos penyuluhan desa mengungkapkan ada dua produk yang akan dihasilkan dari kegiatan ini, pertama adalah disinfektan alami dan yang kedua yakni arang sekam.

Kendal
Baca Juga

KKN MIT Posko 170 UIN Walisongo Hadirkan Bimbingan Belajar dan Mengaji Gratis di Cepokomulyo

"Dari sekali proses ini nantinya kita menghasilkan dua produk sekaligus yaitu disinfektan alami untuk pestisida nabati maupun penyemprotan dan juga arang sekam yang bisa dipakai sebagai media tanam," jelas Rois.

Proses pembuatan disinfektan alami dan arang sekam membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 7 jam. Selain itu dalam proses pembuatannya pun harus sering dicek agar sekam padi tidak menjadi abu.

Lebih lanjut Rois pun menjelaskan secara rinci terkait proses pembuatan kedua produk ini. Untuk bahan dan alat sangat sederhana yakni hanya menggunakan sisa sekam padi sementara alatnya berupa tungku.

"Pertama kita buat sumber api dahulu di dalam tungku. Kemudian di sekitar tungku itu di luarnya kita taruh beberapa sekam padi hingga menutupi tungku. Secara teori, sekam itu terbakar, asapnya masuk lewat tungku kemudian disalurkan pipa, lalu lewat di bagian pendinginan. Disitu kuncinya yang bisa merubah asap menjadi cair. Nah di outlet nya itu nanti keluar cairan yang merupakan hasil dari pendinginan. Sedangkan hasil dari pembakaran sekam padinya kita namakan arang sekam," tambahnya.

Mahasiswa UNDIP
Baca Juga

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

IKLAN

Setiap satu proses pembakaran sendiri dapat menghasilkan 3 karung arang sekam dan 1,5 liter asap cair.

"Dari 5 karung sekam ini jadi 3 karung arang sekam, ada penyusutan 2 karung. Sedangkan untuk asap cairnya itu kurang lebih 1,5 liter dari bahan 5 karung. Sudah cukup banyak jika digunakan untuk satu tangki semprot gendong," ujar Rois.

Anggota divisi Sosial dan Lingkungan, Silfa Maharani (21) mengatakan kegiatan ini dapat mensejahterakan petani dan juga peternak di Desa Mondoretno.

"Menurut saya produk-produk ini justru mensejahterakan masyarakat sendiri ya. Karena bahannya yang murah dan mudah didapat, kita bisa gunakan sisa hasil panen padi dan dimanfaatkan kembali. Dan satu kali proses bisa menghasilkan produk berkali lipat yang bisa dijual sebagai tambahan perekonomian juga," ungkap Silfa.

penanaman bibit
Baca Juga

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

Terakhir Silfa berharap adanya kegiatan ini dapat menyadarkan masyarakat untuk memproduksi kebutuhan penunjang pertanian dan peternakan

"Untuk kami, semoga ilmu baru ini nantinya dapat di terapkan di desa masing. Sedangkan untuk masyarakat semoga bisa melanjutkan dan menggunakan produk sendiri, tentunya produk ini lebih ramah lingkungan tanpa bahan kimia," pungkasnya.

Reporter: Divisi Medkraf Kelompok 17 KKN MIT 14

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/manfaatkan-potensi-desa-mondoretno-kkn-uin-walisongo-buat-disinfektan-dan-arang-sekam-alami/35311/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.23 WITA

  • #Arang Sekam Alami
  • #UIN Walisongo Semarang

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

PPK Ormawa Universitas Pakuan Terapkan Biopori untuk Konservasi Air di Desa Cipelang

Mahasiswa KKN MAs Latih Petani Bumiaji Buat Pupuk Organik Cair

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Pilihan Editor

  1. 1 Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia
  2. 2

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  3. 3

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  4. 4

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  5. 5

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.