JURNALPOST.COM - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan mengadakan Musyawarah Kerja Wilayah ke-II dirangkaikan Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Prov. Sulawesi Selatan yang bertema "Memantapkan Sinergitas Jamiyyah Nahdliyin menuju Khaerah Ummah", Sabtu (9/4) di Auditorium KH Muhyyiddin Zain UIM.
Dalam sambutan Ketua Tanfidziyah NU Sulsel Prof Iskandar Idy menegaskan dalam sambutannya NU Sulawesi Selatan menerima seluruh keputusan Muktamar NU ke-33 Jombang, Jawa Timur, terlepas dari dinamika yang ada dan jadikanlah Muskerwil ke II NU Sulsel sebagai momentum proses rekonsiliasi seluruh struktur NU sampai ke Pengurus MWC dan Ranting untuk membangkitkan NU di Sulawesi Selatan.
Kemudian Muskerwil ini menjadi langkah untuk mengevaluasi seluruh pengurus wilayah dan tentu mengevaluasi kinerjanya serta sebagai upaya kebangkitan ghirah Nahdliyin di Sulawesi Selatan. Tambahnya.
Kemudian Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa KH Mimih Haeruman dalam sambutannya mengungkapkan bahwasanya Ulama adalah sebagai pewaris para Rasul, Ulama adalah pemegang amanah para Rasul. Nah, kalau Ulama dihina maka yang sakit adalah Para Rasul, maka orang-orang itu tidak akan bahagia di dunia dan akhirat.
"Disisi lain Pagar Nusa sebagai Badan Otonom NU memiliki tugas menjadi pagar utama atau tapal batas menjadi pembela para Ulama" tambahnya.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Dr KH Marsyudi Suhud dalam sambutannya Sangat mengapresiasi atas kinerja-kinerja NU di Sulawesi Selatan, seyogianya setiap orang harus meninggalkan amal soleh, hal inilah yang telah ditorehkan oleh Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, misalnya membangun kantor NU yang berlantai 5 bukanlah hal mudah dan tentunya menjadi amal soleh bagi anak cucu kita di Sulawesi Selatan dan masih banyak amal-amal soleh lainnya.
Disisi lain model Islam Nusantara tentunya bukan menjadi Agama baru, melainkan model Islam yang ramah dan moderat yang telah lama tumbuh di Indonesia yang tentunya diprakarsai oleh seluruh Ulama Ahlusunnah Wal Jamaah yang terhimpun di Nahdlatul Ulama. Tambahnya.
Kemudian Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang dalam arahannya mengungkapkan bawsanya ketika pendapatan ekonomi di Sulawesi Selatan meningkat, justru angka perceraian, peredaran Narkoba, dan begal semuanya meninggkat, pasti ada yang salah dalam realisasi program Pemerintah saat ini, sehingga keberadaan Nahdlatul Ulama sangat dibutuhkan untuk membantu Pemerintah dalam merealisasikan program-program selanjutnya.
Tak hanya itu melalui Muskerwil NU Sulsel ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap Nahdlatul Ulama menghasilan program-program pada rapat kerja untuk mengambil peran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan. Ujarnya
Bapak Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang yang juga Mustasyar NU Sulsel membuka secara resmi Musyawarah Kerja Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan.
Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anregurutta KH M Sanusi Baco dalam Khutbah Iftitahnya memberikan memberikan pesan kepada semua Peserta Muskerwil, bahwasanya Bekerjalah untuk NU dengan keyakinan dan yakinilah Allah akan melihat niatkesungguhanmu membesarkan NU.
Kemudian di dunia ini ada 3 tipe manusia yakni, Pertama; tidak banyak bicara tapi tidak banyak kerja, Kedua; banyak bicara tapi tidak banyak kerja, Ketiga; tidak banyak bicara tapi banyak kerja, semoga semua warga Nahdlatul Ulama masuk golongan yang ketiga. Ungkap Gurutta.
Tampak hadir Rektor Universitas Islam Makassar yang juga Ketua terpilih PW Muslimat NU Sulsel Dr A Majdah M Zain, Rektor UMI Prof Masrurah Mochtar, Pangdam VII Wirabuana, Ketua Lembaga/Banom NU Sulawesi Selatan, PCNU Kabupaten Kota Sesulawesi Selatan, dan ribuan Nahdliyin memadati Auditorium Muhyiddin Zain UIM. (Andy muhammad idris/jurnalpost.com)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda