Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Pasar Papringan: Kawasan Tanpa Sampah Plastik di Tengah Kebun Pring

Pasar Papringan: Kawasan Tanpa Sampah Plastik di Tengah Kebun Pring

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
20 Juli 2022, 10.09 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Pasar Papringan

TEMANGGUNG, JurnalPost.com – Minggu pagi (17/07/22) Pasar Papringan kembali digelar mulai pukul 06.00 – 12.00 WIB. Destinasi wisata yang berlokasi di tengah kebun pring ini terletak di Desa Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pasar yang dibuka setiap Minggu Wage dan Minggu Pon ini memiliki beberapa perbedaan dengan pasar pada umumnya, diantaranya proses transaksi jual beli di Pasar Papringan tidak memakai transaksi menggunakan uang.

IKLAN

“Transaksi di pasar ini sepenuhnya dilakukan menggunakan pring, setiap pengunjung yang kemari dihimbau untuk menukarkan uang tunainya dengan keping pring seharga 2.000 per buahnya.” Ungkap Mautim (42), penjual jajanan tradisional di Pasar Papringan.

Dosen dan Mahasiswa UPN
Baca Juga

Dosen dan Mahasiswa UPN Veteran Jatim Gelar Aksi Bersih Sampah di Kawasan Mangrove Surabaya Timur

Selain itu, kawasan ini juga tidak memperbolehkan penggunaan plastik, hal ini terlihat dari kemasan hingga wadah tempat makan yang dipakai sepenuhnya berasal dari bahan-bahan organik.

“Baik penjual maupun pembeli, disini tidak boleh pakai plastik, jadi dari alat makan, sampai kemasan untuk pengunjung berbelanja semua berasal dari alam, seperti tas dari anyaman bambu, cawan dari batok kelapa, bungkus daun pisang, yang penting bukan plastik.” Tambahnya.

IKLAN

Nadia (24), pendamping Pasar Papringan mengungkapkan, hal ini karena menyesuaikan dari kebun bambu ini sendiri, yang khas pedesaan dengan kearifan lokalnya.

“Konsep Pasar Papringan yang ramah lingkungan mulanya tercetus dari kebun bambu yang asri dan letaknya dekat desa. Dari situ, kami tidak terpikir untuk membangun sebuah bangunan yang kontras dengan kebun bambu apalagi menambah sumbangsih produksi sampah plastik disana. Sebaliknya, kami berupaya memanfaatkan apa yang ada dan menyelaraskan diri dengan alam di tengah pedesaan. Jadi, semua yang ada disini, mulai dari mata uang untuk transaksi jual beli, kemasan, wadah, semuanya harus berasal dari bahan yang bisa kembali ke alam,” jelas Nadia.

sampah betumpuk
Baca Juga

Sampah Sudah Dibuang, Masalahnya Belum: Ada yang Keliru dalam Kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia

“Adapun mulai dari penjual, penjaga loket, hingga yang mempersiapkan pasar setiap dua pekan sekali merupakan masyarakat desa setempat. Sehingga, hadirnya Pasar Papringan berkontribusi memberdayakan masyarakat lebih produktif. Pemuda desa, hingga bapak/ibu pemilik UMKM lokal juga bisa memperkenalkan produk-produk desanya kepada khalayak ramai.” Pungkasnya.

Meski demikian, Nadia menyimpulkan bahwa Pasar Papringan ini masih belum rampung, sebab ada esensi yang lebih penting daripada sekadar terlaksananya pasar dengan pengunjung yang ramai.

“Tentunya Pasar Papringan ini dapat dikatakan belum selesai. Dalam artian, nilai yang mau disampaikan dari Pasar Papringan itu bukan hanya sekadar pasar yang ramai, atau dikenal dengan suasana pedesaan dan ciri khas kearifan lokalnya, tapi lebih dalam daripada itu masyarakat sebisa mungkin meninggalkan plastik di keseharian. Kalau sekarang kan meninggalkan plastik di Pasar Papringan saja. Jadi, harapannya tentu masyarakat bisa memahami nilai-nilai dari Pasar Papringan ini untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari juga.” Tandasnya.

(Elviana Feby Dwijayanti – Kelompok 17 KKN UIN Walisongo Semarang)

FOTO 19 SEPTEMBER 2026
Baca Juga

Prodi Teknologi Rekayasa Komputer Sekolah Vokasi IPB Dampingi Warga Mulyaharja Kelola Sampah Plastik Berbasis Teknologi

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/pasar-papringan-kawasan-tanpa-sampah-plastik-di-tengah-kebun-pring/35314/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.37 WITA

  • #Pasar Papringan
  • #sampah plastik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pilihan Editor

  1. 1 PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online
  2. 2

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. 3

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  4. 4

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  5. 5

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.