BOGOR, JurnalPost.com — Persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat. Untuk mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah, Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer, Sekolah Vokasi IPB University, menggelar pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah plastik bagi warga RW 08, Kelurahan Mulyaharja, Kota Bogor, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan program pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan sejak 2025. Melalui program ini, warga sebelumnya telah mendapatkan pendampingan dan fasilitas berupa alat pirolisis berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung pengolahan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Meski teknologi pengolahan telah tersedia, pemahaman masyarakat mengenai cara memilah sampah menjadi faktor penting agar pemanfaatan alat dapat berjalan optimal.
Ketua RW 08 Kelurahan Mulyaharja, Lia Sukmadi, mengatakan bahwa edukasi pengelolaan sampah masih diperlukan untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.
“Edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah sangat penting dilakukan di RW 08. Kami sudah memiliki alat pirolisis berbasis IoT dari Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Sekolah Vokasi IPB, sehingga dengan adanya kegiatan ini masyarakat menjadi lebih memahami bagaimana sampah plastik dapat diolah dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Lia.
Pemilahan Sampah Dimulai dari Rumah
Dalam pelatihan tersebut, warga mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya pemilahan sampah rumah tangga sebelum memasuki tahap pengumpulan dan pengolahan.
Narasumber kegiatan, Arief N. Nur Prasetyo, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa pemilahan sejak dari sumbernya dapat mempermudah proses pengelolaan sampah pada tahap berikutnya.
“Pemilahan sampah sangat penting dilakukan mulai dari rumah agar sampah tidak tercampur. Ketika sampah sudah tercampur, proses pemilahannya menjadi lebih sulit,” jelas Arief.
Selain penyampaian materi, pelatihan juga membuka ruang diskusi antara narasumber dan masyarakat. Warga berbagi pengalaman mengenai kebiasaan membuang sampah serta kendala yang dihadapi ketika melakukan pemilahan di lingkungan rumah tangga.

Diskusi tersebut menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi warga sekaligus membahas langkah yang dapat dilakukan agar kegiatan pengelolaan sampah berlangsung secara berkelanjutan.
Pemerintah Kelurahan Dorong Pembentukan Bank Sampah
Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Mulyaharja, Muslim Yuliantono, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan dukungannya terhadap pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Muslim mendorong warga RW 08 untuk membentuk bank sampah sebagai sarana pengumpulan, pemilahan, dan pengelolaan sampah secara terorganisasi.
Menurutnya, keberadaan bank sampah dapat membantu masyarakat menjalankan kegiatan pengelolaan secara rutin, sehingga upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
“Bank Sampah dapat menjadi salah satu langkah agar kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah ini dapat terus berjalan,” ujar Muslim.
Pembentukan bank sampah juga diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan warga dalam mengelola sampah rumah tangga sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi pengolahan yang telah tersedia.
Teknologi Pirolisis Berbasis IoT untuk Pengelolaan Sampah
Salah satu aspek penting dalam program pendampingan ini adalah pemanfaatan alat pirolisis berbasis IoT yang sebelumnya telah diberikan kepada masyarakat RW 08.
Teknologi pirolisis bekerja melalui proses pemanasan material pada kondisi minim oksigen. Dalam pengolahan sampah plastik, teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengubah jenis plastik tertentu menjadi produk hasil pengolahan, bergantung pada karakteristik bahan dan kondisi proses.
Sementara itu, penerapan IoT memungkinkan penggunaan teknologi digital untuk mendukung pemantauan atau pengendalian proses sesuai dengan fitur perangkat yang digunakan.
Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap memerlukan pemilahan bahan yang sesuai, prosedur operasional yang aman, serta pengelolaan hasil dan emisi proses secara tepat.
Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Inna Novianty, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan lingkungan melalui penerapan teknologi.
“Semoga kontribusi Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer di RW 08 Mulyaharja dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan turut mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat,” kata Inna.
Rencanakan Pemilahan Sampah Setiap Pekan
Sebagai tindak lanjut pelatihan, tim IPB University bersama warga membahas rencana pelaksanaan pemilahan sampah plastik secara rutin setiap satu minggu sekali.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mulai membiasakan pemisahan sampah sejak dari rumah sebelum dikumpulkan pada tempat yang telah disepakati.
Sampah plastik yang terkumpul kemudian dapat diseleksi berdasarkan kesesuaiannya untuk digunakan sebagai bahan dalam proses pengolahan menggunakan alat pirolisis yang tersedia di lingkungan RW 08.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan warga menjadi unsur penting dalam menjaga keberlangsungan program tersebut.
Melalui pendampingan yang telah berjalan sejak 2025, Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer Sekolah Vokasi IPB University berupaya mempertemukan penerapan teknologi dengan kebutuhan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Ke depan, keberhasilan program ini akan bergantung pada konsistensi pemilahan sampah, pengelolaan fasilitas yang aman, serta keterlibatan masyarakat dalam menjalankan kegiatan secara rutin.
Dengan pendekatan tersebut, RW 08 Mulyaharja diharapkan dapat mengembangkan praktik pengelolaan sampah plastik yang lebih tertata sekaligus menjadi ruang pembelajaran penerapan teknologi tepat guna di tingkat masyarakat.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda