Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Perilaku Masyarakat terhadap permasalahan Penanganan sampah berdampak pada pencemaran lingkungan di Kota Kupang

Perilaku Masyarakat terhadap permasalahan Penanganan sampah berdampak pada pencemaran lingkungan di Kota Kupang

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
03 Juni 2019, 01.29 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Perilaku Masyarakat terhadap permasalahan pangangan sampah berdampak pada pencemaran lingkungan di Kota Kupang
Lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Alak Kota Kupang

KUPANG, JURNALPOST - Kota Kupang merupakan salah satu kota yang sedang giat-giatnya membangun. Pembangunan Sekolah, Universitas, Pertokoan dan sebagainya. Mempercepat arus urbanisasi. Dalam prosesnya Kota Kupang bertambah ramai dengan semakin banyaknya pendatang baru dengan beragam latar belakang pendidikan dan beragam tujuan. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang semakin cepat timbul berbagai masalah yang dihadapi oleh Kota Kupang, salah satunya adalah sampah.

Masalah sampah merupakan masalah perkotaan yang tidak ada habis-habisnya, karena diproduksi secara terus menerus baik oleh rumah tangga maupun sektor jasa lainnya di berbagai lokasi. Sampah dapat membawa dampak buruk bagi kondisi kesehatan manusia bila dibuang sembarangan atau ditumpuk tanpa pengelolaan yang baik. Sampah yang dibuang di jalan atau selokan dapat menghambat saluran air yang membuat air terkurung atau tergenang, menjadi sarang nyamuk malaria dan pada musim hujan dapat menyumbat got yang mengakibatkan terjadinya banjir.

IKLAN

Penanganan sampah di Kota Kupang selama ini hanya memindahkan sampah dari Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) ke TPA dan memusnahkannya secepatnya. Dengan pola pengelolaan sampah seperti ini maka pencemaran lingkungan baik tanah, air maupun udara tetap akan terjadi.

Ibu Balita di Kupang
Baca Juga

Ibu Balita di Kupang Jadi ‘Detektif Dapur’, Belajar Mengenali Risiko Mikroplastik di Rumah

Pengumpulan sampah dari rumah tangga atau pertokoan ke TPS dilakukan oleh warga masyarakat Kota Kupang. Pembuangan ke TPS dilakukan sejak pukul 19.00 - 04.30 pagi dan kegiatan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA sampah dilakukan oleh petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kupang dengan menggunakan truk sampah. Selanjutnya sampah dibuang ke TPA Alak yang berjarak kurang lebih 16 km dari pusat Kota Kupang dan mengalami proses akhir secara kimia dan biologi.

Ada beberapa persoalan yang berkaitan dengan manajemen pengelolaan sampah di Kota Kupang diantaranya:

1. Pada aktivitas pengumpulan: warga tidak membuang sampah pada TPS yang disiapkan melainkan buang di halaman rumah, lahan kosong, sembarang tempat. Warga tidak membuang sampah pada waktu yang ditentukan. Sampah yang dibuang warga belum dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.

IKLAN

2. Pada tahap pengangkutan dari TPS ke TPA. Kendala finansial menyebabkan sampah diangkut sekali sehari, sehingga selalu terlihat tumpukan sampah di mana-mana karena warga Kota Kupang tidak membuang sampah sesuai waktu yang ditentukan. Pengangkutan sampah belum menjangkau semua wilayah di Kota Kupang (khususnya di jalan-jalan lingkungan). Selain itu, jumlah TPS yang disediakan terbatas dan sebarannya tidak merata dan tidak semua warga yang membayar retribusi sampah mendapat jasa pengangkutan sampah.

Putus Cinta, Pemuda Kupang Nekat Gantung Diri
Baca Juga

Putus Cinta, Pemuda Kupang Nekat Gantung Diri

3. Ada beberapa persoalan pada tahap pembuangan, di antaranya TPA Alak dioperasikan dengan menggunakan metode open dumping yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan berupa bau busuk dan menjadi tempat pembiakan bibit penyakit melalui lalat, tikus, dan lain-lain. TPA Alak hanya seluas kurang lebih 5 hektar, padahal metode open dumping memerlukan lahan yang lebih besar, sehingga yang terjadi di TPA adalah penumpukan sampah. Kemudian sistem daur ulang sampah menjadi pupuk kompos sudah tidak berjalan maksimal sehingga sejak tahun 2008 sampah-sampah yang ada dibakar begitu saja.

4. Manajemen sampah dengan pola kumpul-angkut-buang menimbulkan banyak persoalan seperti yang disebutkan di atas. Ini mengindikasikan bahwa kinerja dinas terkait belum optimal, kesadaran masyarakat masih rendah dan komitmen pemerintah untuk mengatasi persoalan ini belum sepenuhnya terwujud. Masih sekadar wacana, dan belum ada terobosan yang jitu untuk meminimalisir problem klasik di Kota Kupang ini.

Berkaitan dengan persoalan di atas, saya coba mencari informasi dengan beberapa pihak seperti aktivis lingkungan yang ada di Kota Kupang. Mengenai sampah, ada beberapa kesimpulan sementara bahwa buruknya manajemen sampah di Kota Kupang disebabkan oleh perilaku masyarakat. Seberapa banyak tong sampah ditempatkan di kota ini, orang masih membuang sampah di sembarang tempat.

Untuk itu Pemerintah Kota Kupang perlu lebih serius menangani masalah sampah. Sehingga Pengelolaan sampah hendaknya sedekat mungkin dengan sumber sampah. Pengelolaan sampah hendaknya memperhatikan lingkungan sekitar. Pemerintah Kota Kupang harus melakukan pengelolaan sampah berbasis pada masyarakat.

57 Tebentuknya NTT, Baru Kali Ini Jadi Tuan Rumah Natal Nasional
Baca Juga

57 Tahun Terbentuknya NTT, Baru Kali Ini Jadi Tuan Rumah Natal Nasional

Oleh : Karel Donal Missa, SH

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/perilaku-masyarakat-terhadap-permasalahan-penanganan-sampah/9201/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 05.57 WITA

  • #Kupang
  • #Penanganan sampah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026
  2. 2

    Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

  3. 3

    Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

  4. 4

    Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

  5. 5

    Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.