Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Ibu Balita di Kupang Jadi ‘Detektif Dapur’, Belajar Mengenali Risiko Mikroplastik di Rumah

Ibu Balita di Kupang Jadi ‘Detektif Dapur’, Belajar Mengenali Risiko Mikroplastik di Rumah

I
Penulis: Insani Fitrahulil Jannah
06 Oktober 2026, 15.25 WITA Editor: Gilang Pamungkas
6 menit baca
Ibu Balita di Kupang
Permainan Investigasi sumber Mikropastik

KUPANG, JurnalPost.com – Talenan plastik yang mulai dipenuhi goresan, botol susu yang telah buram, hingga mainan plastik yang kerap digigit anak ternyata menjadi benda-benda yang perlu mendapat perhatian di rumah.

Sebanyak 40 ibu yang memiliki balita stunting di Kota Kupang diajak mengenali berbagai potensi paparan mikroplastik melalui kegiatan edukatif bertajuk “Mama Detektif Dapur” di Aula Puskesmas Sikumana, Rabu (30/9/2026).

IKLAN

Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengikuti penyuluhan, tetapi juga berperan layaknya detektif yang mencari berbagai benda di lingkungan rumah yang berpotensi melepaskan partikel mikroplastik.

Mayada Putri Balqis
Baca Juga

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Para ibu berkeliling ke sejumlah pos simulasi yang menggambarkan kondisi sehari-hari, mulai dari dapur, rak penyimpanan, dispenser dan galon air, ruang mencuci, rak produk perawatan tubuh, hingga ruang bermain anak.

Pada setiap pos, peserta diminta mengidentifikasi benda yang berpotensi menjadi sumber mikroplastik sekaligus menentukan tindakan yang dinilai lebih aman untuk diterapkan di rumah.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diselenggarakan oleh tim Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana (Undana) bekerja sama dengan Puskesmas Sikumana.

Tim diketuai oleh Insani Fitrahulil Jannah, S.K.M., M.Biomed, dengan anggota Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi; Rahel Rara Woda, S.Si., M.K.M.; Syahrir, S.Kep., M.Si.; Antonius Adolf Gebang, S.Kep., M.P.H.; serta Dr. Audrey Gracelia Riwu, S.Kep., Ns., M.Imun.

Dari Posyandu ke Meja
Baca Juga

Dari Posyandu ke Meja Makan: Edukasi Gizi Seimbang bagi Ibu Balita di Keputran

Mengenali Mikroplastik dari Benda Sehari-hari

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter. Ukurannya yang sangat kecil membuat sebagian partikel sulit diamati secara langsung dengan mata.

Partikel tersebut dapat berasal dari benda plastik yang mengalami gesekan, goresan, paparan panas, tekanan, maupun proses pelapukan selama digunakan.

Di lingkungan rumah tangga, sumber potensial mikroplastik dapat ditemukan pada berbagai benda yang digunakan sehari-hari, seperti talenan dan wadah plastik, kotak makanan yang terkena panas, botol susu yang telah lama digunakan, spons pencuci piring, pakaian berbahan sintetis, debu rumah, hingga mainan plastik.

PY
Penyerahan Modul ke PKM Sikumana (diterima oleh Kepala Puskesmas Sikumana, dr. Lucia Anastasha Eka Wara)

Kemasan dan galon air minum juga menjadi salah satu benda yang perlu digunakan dan disimpan dengan tepat.

Sinergi Akademisi dan Pemerintah
Baca Juga

Sinergi Akademisi dan Pemerintah: Sekolah Vokasi IPB University Gelar Edukasi Gizi di Mulyaharja

Secara umum, kondisi plastik yang semakin aus, tipis, banyak tergores, atau digunakan berulang kali dapat meningkatkan kemungkinan pelepasan partikel dari permukaannya.

Balita Menjadi Kelompok yang Perlu Mendapat Perhatian

Edukasi secara khusus menyasar ibu balita karena anak berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat.

Aktivitas balita, seperti merangkak di lantai, memegang dan memasukkan benda ke mulut, serta menggunakan berbagai wadah makan dan minum, membuat mereka memiliki pola paparan lingkungan yang berbeda dibandingkan orang dewasa.

Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang tertelan serta partikel yang terhirup bersama debu.

Selain partikel plastik itu sendiri, perhatian juga diberikan terhadap sejumlah bahan tambahan yang digunakan dalam produk plastik maupun zat pencemar yang dapat menempel pada permukaannya.

Berbagai penelitian masih terus mempelajari potensi dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia, termasuk kemungkinan pengaruhnya terhadap sistem pencernaan, sistem imun, metabolisme, serta proses biologis lainnya.

Mikroplastik Bukan Penyebab Tunggal Stunting

Tim pengabdian menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyatakan mikroplastik sebagai penyebab langsung atau penyebab tunggal stunting.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang berkaitan dengan berbagai faktor, terutama kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.

IKLAN

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024 yang digunakan dalam materi kegiatan, prevalensi stunting di Kota Kupang tercatat sebesar 26,9 persen, sedangkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 37 persen.

Bukti ilmiah yang secara langsung menghubungkan paparan mikroplastik dengan kejadian stunting pada balita juga masih terbatas.

Karena itu, edukasi pengurangan paparan mikroplastik ditempatkan sebagai salah satu langkah pencegahan lingkungan yang dapat dilakukan keluarga, bukan sebagai pengganti intervensi utama berupa perbaikan asupan gizi, kesehatan, sanitasi, dan pola pengasuhan anak.

Skor Pengetahuan Peserta Meningkat

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, peserta mengikuti pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Materi disampaikan oleh Amanda Jelita Eka Riani Johannis, S.K.M., M.P.H., kemudian dilanjutkan dengan permainan simulasi “Mama Detektif Dapur”.

foto bersama
Foto Bersama Tim, Kepala Puskesmas Sikumana, Perwakilan Kelurahan Sikumana, dan Peserta PKM

Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 65,00 menjadi 83,75.

Sebanyak 75 persen peserta mengalami peningkatan skor, sementara tidak ada peserta yang mengalami penurunan.

Proporsi peserta yang masuk kategori memiliki pengetahuan baik juga meningkat dari sebelumnya 60 persen menjadi 75 persen.

Peningkatan skor terbesar ditemukan pada kelompok ibu dengan pendidikan SMP, yaitu sebesar 31,25 poin, kemudian kelompok pendidikan SD sebesar 25 poin.

Menurut tim pelaksana, hasil tersebut menunjukkan metode permainan dan simulasi dapat membantu menyampaikan informasi kepada peserta dengan latar belakang pendidikan yang beragam.

Meski demikian, masih terdapat delapan peserta atau sekitar 20 persen yang masuk kategori pengetahuan kurang. Peserta tersebut selanjutnya direncanakan memperoleh pendampingan secara lebih personal bersama kader posyandu.

Tidak Harus Menghindari Semua Plastik

Salah satu pesan utama yang disampaikan kepada peserta adalah keluarga tidak harus sepenuhnya meninggalkan penggunaan plastik.

Hal yang lebih penting adalah mengenali benda yang mulai rusak atau berisiko serta memperbaiki cara penggunaan dan penyimpanannya.

Tim memberikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga, yakni:

  1. Menghindari menuangkan makanan atau minuman yang sangat panas ke wadah plastik dan memilih wadah kaca atau keramik jika memungkinkan.

  2. Mengganti talenan, wadah makan, botol susu, atau mainan plastik yang telah tergores berat, retak, atau berubah menjadi buram.

  3. Menyimpan galon air di tempat yang sejuk dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

  4. Membersihkan rumah secara rutin, terutama area bermain anak, serta menjaga ventilasi agar debu tidak berlebihan.

Melalui pendekatan yang sederhana dan interaktif, kegiatan “Mama Detektif Dapur” diharapkan dapat membantu para ibu lebih kritis mengenali kondisi benda-benda yang setiap hari digunakan keluarga sekaligus membangun lingkungan rumah yang lebih aman bagi tumbuh kembang anak.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/ibu-balita-di-kupang-jadi-detektif-dapur-belajar-mengenali-risiko-mikroplastik-di-rumah/98030/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.58 WITA

  • #Kupang
  • #Puskesmas Sikumana
  • #UNDANA
  • #ibu balita
  • #kesehatan anak
  • #mikroplastik
  • #stunting

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?
  2. 2

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  3. 3

    Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  4. 4

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  5. 5

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.