Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Featured
  3. Perjalanan Tanpa Tekanan: Kisah Rahma Menemukan Panggilan Menjadi Dosen

Perjalanan Tanpa Tekanan: Kisah Rahma Menemukan Panggilan Menjadi Dosen

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
11 November 2025, 14.22 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Rahma

Penulis: Anindya mahsa Mahasiswa Universitas Mercubuana Yogyakarta

JurnalPost.com - Rahma, seorang dosen muda di Universitas Mercu Buana Yogyakarta, menempuh perjalanan hidup yang tidak selalu terencana hingga akhirnya menemukan panggilan hatinya di dunia pendidikan tinggi.

IKLAN

Rahma memulai kisahnya dengan tawa ringan.

Pengurus DPD IKAL Lemhannas Bengkulu Dilantik, Dosen Muda UMB Jabat Sekretaris
Baca Juga

Pengurus DPD IKAL Lemhannas Bengkulu Dilantik, Dosen Muda UMB Jabat Sekretaris

“Awalnya aku nggak pernah berpikir bakal jadi dosen,” ujarnya. Ia mengaku bukan tipe orang yang punya cita-cita tinggi atau ambisi besar sejak kecil. “Aku orangnya jalanin aja. Nggak punya cita-cita yang wah. Tapi di keluargaku, pendidikan itu penting banget,” kenangnya.

Ia tumbuh dalam keluarga yang menempatkan pendidikan sebagai hal utama, terutama karena ibunya menjadi teladan tentang bagaimana pendidikan dapat membuka jalan hidup.

“Sejak kecil, saya melihat bagaimana ibu memperjuangkan pendidikannya di masa ketika belum banyak perempuan kuliah tinggi. Dari beliau, saya belajar bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang,” ujar Rahma.

Masa SMP Rahma diwarnai pengalaman mondok di pesantren modern. Meskipun suasananya tidak sepenuhnya sesuai dengan dirinya, Rahma tetap bertahan berkat dukungan penuh orang tua yang rutin menjenguk setiap akhir pekan.

UIN Walisongo Bekali Dosen Muda
Baca Juga

UIN Walisongo Bekali Dosen Muda: Siapkan Mahasiswa Calon Guru Kuasai Keterampilan Abad 21

“Saya sempat merasa tidak cocok dengan kehidupan pondok, tapi perhatian orang tua membuat saya kuat menjalaninya sampai lulus,” kenangnya.

IKLAN

Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, Rahma melanjutkan ke SMA Negeri dan menjalani kehidupan sebagai siswa biasa tanpa tekanan untuk selalu menjadi yang terbaik. Ia menikmati masa remajanya dengan santai, sambil tetap menjaga semangat belajar.

Selepas SMA, orang tua memberi tantangan agar Rahma mencoba masuk universitas negeri. Meskipun belum berhasil, ia akhirnya kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengambil jurusan Komunikasi Penyiaran Islam. Masa kuliah menjadi titik penting dalam pembentukan dirinya di sana Rahma mulai mengenal kemandirian, aktif berorganisasi, dan belajar mengelola kebebasan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.

“Kuliah di UIN membuka banyak hal untuk saya. Saya belajar mengenal diri sendiri dan menemukan bahwa belajar bukan sekadar mengejar nilai, tapi memahami makna dari setiap prosesnya,” ungkapnya.

km tilongkabila dan masyarakat pelabuhan
Baca Juga

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Keinginannya untuk terus berkembang membawanya melanjutkan studi ke jenjang Magister di Universitas Gadjah Mada. Tantangan terbesar datang dari banyaknya referensi berbahasa Inggris yang harus dipahami. Namun, Rahma menjalaninya dengan tekun hingga akhirnya mampu menyesuaikan diri dan menyelesaikan studi dengan baik.

Setelah lulus S2, Rahma sempat bekerja sebagai freelancer sambil mencari arah karier yang sesuai. Kesadaran bahwa ia membutuhkan lingkungan kerja yang menantang mendorongnya untuk mencoba dunia akademik. Kesempatan datang ketika Universitas Mercu Buana Yogyakarta membuka rekrutmen dosen dan Rahma pun diterima.

“Saya ingin berada di lingkungan yang terus menantang pola pikir. Mengajar ternyata bukan hanya soal menyampaikan materi, tapi juga belajar bersama mahasiswa,” tuturnya.

Pada awal kariernya sebagai dosen, Rahma menghadapi masa penyesuaian mulai dari mencari strategi pembelajaran yang efektif hingga memahami karakter mahasiswa yang beragam. Dukungan dari rekan-rekan dosen membuat proses adaptasi tersebut lebih ringan. Dalam menghadapi tekanan pekerjaan, Rahma memilih untuk menjaga keseimbangan hidup.

“Kalau mulai lelah, saya biasanya memberi waktu untuk diri sendiri makan makanan favorit, olahraga ringan, atau sekadar beristirahat tanpa merasa bersalah,” katanya sambil tersenyum.

Bagi Rahma, menjadi dosen adalah perjalanan belajar dua arah. Ia menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk mengenali diri sendiri dalam proses akademik, memahami gaya belajar masing-masing, dan menjaga keseimbangan antara tugas dan istirahat.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/perjalanan-tanpa-tekanan-kisah-rahma-menemukan-panggilan-menjadi-dosen/87931/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.24 WITA

  • #Dosen Muda

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

Sempat Ragu Pilih Matematika atau Ekonomi, Amaia Berhasil Raih Medali Perunggu OSN 2026

Ronald Dewa Rilis 'Salah Mencinta', Kisah Cinta Tulus yang Berakhir Luka

Masih 16 Tahun, Firsya Rahma Mardiana Bikin Bangga! Siswi SMAN 3 Ciamis Ini Borong 3 Medali Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Pilihan Editor

  1. 1 Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi
  2. 2

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  3. 3

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. 4

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  5. 5

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.