Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Produk Aman, Bisnis Berkelanjutan: Sanitasi dan Higiene sebagai Kunci Sukses UMKM Pangan

Produk Aman, Bisnis Berkelanjutan: Sanitasi dan Higiene sebagai Kunci Sukses UMKM Pangan

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
18 Juni 2026, 22.17 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Bisnis Berkelanjutan
Pelatihan sanitasi, higiene, dan keamanan pangan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan pada pelaku UMKM pangan di Kelurahan Mulyaharja

Oleh : Ai Imas Faidoh Fatimah Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi, IPB University

JurnalPost.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan memiliki peran penting dalam menyediakan berbagai produk makanan dan minuman bagi masyarakat. Mulai dari aneka makanan ringan, produk olahan rumah tangga, hingga minuman siap konsumsi, banyak di antaranya diproduksi oleh pelaku usaha skala kecil yang menjadi penggerak ekonomi lokal. Seiring dengan adanya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai konsumsi produk pangan, mutu produk tidak hanya dinilai dari rasa, harga dan tampilan, tetapi juga bagaimana produk tersebut diproses. Saat ini, konsumen semakin kritis dalam memilih produk yang aman dan diproduksi secara higienis. Oleh karena itu, penerapan sanitasi dan higiene yang baik menjadi salah satu investasi yang dapat membantu UMKM pangan bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

IKLAN

Sanitasi Menjadi Bagian Penting dari Keamanan Pangan dan Keberlangsungan Bisnis

Dosen UPN
Baca Juga

Dari Foto AI sampai Live TikTok, Dosen UPN Ajak UMKM Maksimalkan Pemasaran Digital

Produk pangan dapat menjadi tidak aman karena adanya kontaminasi bahaya, baik bahaya fisik, kimia dan mikrobiologi. Adapun sumber kontaminasi tersebut dapat berasal dari berbagai hal, diantaranya bahan baku, peralatan, lingkungan produksi, hingga orang yang mengolah makanan. Ketika salah satu aspek tersebut tidak dikendalikan dengan baik, produk pangan berisiko terpapar mikroorganisme penyebab penyakit maupun cemaran fisik dan kimia yang dapat membahayakan konsumen.

Di lapangan, masih ditemukan beberapa kebiasaan yang berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi. Misalnya, penggunaan lap untuk membersihkan meja produksi yang tidak dicuci secara berkala, penyimpanan bahan baku yang bercampur dengan produk jadi, atau pekerja yang langsung menangani pangan setelah memegang benda lain tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Praktik-praktik tersebut sering kali dilakukan tanpa disadari karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari. Padahal, sebagian besar kasus kontaminasi pangan justru berawal dari hal-hal sederhana yang tidak menjadi perhatian. Masalah keamanan pangan dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Keluhan konsumen akibat produk yang tidak higienis dapat menurunkan kepercayaan pelanggan, menghambat penjualan, bahkan memengaruhi reputasi usaha yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu menerapkan sanitasi dan higiene di lingkungan produksi sebagai langkah awal yang penting dalam menjaga keamanan pangan dan keberlangsungan bisnis.

Area Produksi yang Perlu Mendapat Perhatian

Penerapan sanitasi dan higiene tidak hanya berfokus pada kebersihan produk, tetapi juga mencakup seluruh lingkungan produksi.

Pengabdian
Baca Juga

Tim Dosen Poliwangi Serahkan Mesin Cilok untuk UMKM Labanasem

Kondisi ruang produksi perlu dijaga agar tetap bersih, rapi, dan mudah dibersihkan. Debu yang menumpuk, genangan air, atau sisa bahan pangan yang tertinggal dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme maupun menarik kehadiran hama seperti lalat dan kecoa. Pembersihan lantai, meja kerja, saluran pembuangan, serta area penyimpanan secara rutin merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan produksi.

Bahan baku harus ditangani dengan baik sejak diterima hingga digunakan. Bahan yang rusak, kedaluwarsa, atau disimpan pada kondisi yang tidak sesuai dapat menurunkan mutu dan keamanan produk. Pemisahan antara bahan mentah dan produk yang telah diolah juga penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang.

Peralatan kecil sering jadi hal yang luput dalam sanitasi dapur produksi. Talenan yang terbuat dari bahan kayu, sudah penuh garis sayatan, misalnya, gampang sekali jadi tempat menumpuknya bakteri meski sudah dicuci. Begitu juga cetakan kue atau baskom adonan, bagian sela atau lekukannya kadang tidak benar-benar tersentuh saat dicuci buru-buru di tengah jam produksi yang padat. Secara visual dapat terlihat bersih, tetapi belum tentu terbebas dari mikroorganisme yang merugikan.

IKLAN

Pengolah Pangan sebagai Garda Terdepan Keamanan Produk

Andi Azhar
Baca Juga

Bawa Gagasan dan Pengalaman soal Internasionalisasi dan Sertifikasi Profesi, Dosen UM Bengkulu Diundang Jadi Pembicara di Malaysia

Dalam banyak kasus, manusia menjadi salah satu sumber kontaminasi yang paling sering ditemukan dalam proses produksi pangan. Mencuci tangan yang terburu-buru sehingga kurang bersih, rambut yang digerai atau tidak tertutup, serta kebiasaan menyentuh wajah saat bekerja dapat menjadi jalur perpindahan mikroorganisme ke produk pangan. Oleh karena itu, penerapan higiene perorangan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari program keamanan pangan. Mencuci tangan dengan benar sebelum memulai pekerjaan, setelah menggunakan toilet, setelah menangani bahan mentah, atau setelah memegang benda yang berpotensi kotor merupakan kebiasaan dasar yang perlu dibangun. Penggunaan perlengkapan pelindung diri seperti penutup kepala, masker, apron, dan sarung tangan juga membantu mengurangi risiko kontaminasi selama proses produksi. Meskipun hal tersebut dapat terlihat sederhana, tetapi menunjukkan komitmen pelaku usaha dalam menjaga keamanan produk yang dihasilkan.

Membangun Kesadaran Melalui Pelatihan

Banyak pelaku usaha sebenarnya memiliki kemauan untuk menghasilkan produk yang aman, tetapi belum memahami praktik-praktik yang tepat untuk diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari. Oleh karena itu, salah satu yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan penerapan sanitasi dan higiene pada UMKM pangan.

Kegiatan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan pemahaman tersebut. Melalui pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai prinsip keamanan pangan, tetapi juga dapat melihat dan mempraktikkan langsung berbagai prosedur yang diperlukan.

Salah satu contoh kegiatan pelatihan sanitasi higiene adalah pelatihan yang diselenggarakan oleh Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan, Sekolah Vokasi, IPB University bagi pelaku UMKM di Kelurahan Mulyaharja, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan teknik mencuci tangan yang benar serta penggunaan perlengkapan pelindung diri selama proses pengolahan pangan. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa sebagian peserta sebelumnya menganggap penggunaan penutup kepala atau masker hanya diperlukan pada industri pangan berskala besar. Setelah memahami bagaimana rambut, droplet, atau tangan dapat menjadi sumber kontaminasi, peserta mulai melihat bahwa praktik tersebut juga relevan diterapkan pada usaha pangan skala rumah tangga.

Selain meningkatkan pengetahuan teknis, pelatihan sanitasi dan higiene juga membantu pelaku UMKM memahami hubungan antara keamanan pangan dan keberhasilan bisnis. Produk yang aman dan konsisten mutunya akan lebih mudah diterima oleh konsumen serta memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar yang lebih luas, termasuk toko modern, pusat oleh-oleh, maupun berbagai program kemitraan usaha.

Pelatihan semacam ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membantu membangun kesadaran bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Investasi Kecil untuk Bisnis yang Lebih Aman dan Berkelanjutan

Menerapkan sanitasi dan higiene yang baik tidak selalu memerlukan investasi besar atau peralatan yang mahal. Perbaikan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti menata menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai, menggunakan perlengkapan pelindung diri, membuat jadwal pembersihan dan sanitasi rutin, serta menata area produksi agar lebih rapi dan terorganisir. Upaya-upaya tersebut memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga oleh pelaku usaha. Produk yang lebih aman akan meningkatkan kepercayaan pelanggan, mengurangi risiko keluhan atau pengembalian produk, serta mendukung pemenuhan berbagai persyaratan perizinan dan sertifikasi pangan.

Sanitasi dan higiene bukan hanya kewajiban administratif yang harus dipenuhi, tetapi merupakan bagian dari budaya kerja dan strategi bisnis yang mendukung keberlanjutan usaha. Di tengah persaingan yang semakin ketat, UMKM pangan yang mampu menjaga kebersihan dan keamanan produknya akan memiliki potensi bisnis yang lebih kuat untuk berkembang, memperluas pasar, dan mempertahankan kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/produk-aman-bisnis-berkelanjutan-sanitasi-dan-higiene-sebagai-kunci-sukses-umkm-pangan/94648/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.28 WITA

  • #Berita Dosen
  • #Berita UMKM

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang
  2. 2

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  3. 3

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  5. 5

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.