SINGARAJA, JurnalPost.com — Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (BPC GMKI) Singaraja periode 2026–2027 resmi dilantik dalam prosesi pelantikan dan serah terima jabatan yang berlangsung khidmat di Aula Rektorat Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, Singaraja, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA tersebut menandai dimulainya babak baru kepemimpinan organisasi di Kota Pendidikan ini.
Mengusung tema utama GMKI 2025–2027, “Berubahlah! Temukanlah Kasih Allah dalam Peziarahan!” (Lukas 24:31–33 dan Roma 12:2), serta subtema “Berjumpa dalam Kasih Persahabatan dan Bertransformasi Bersama Seluruh Ciptaan!”, momentum pelantikan ini mempertegas komitmen pengurus baru untuk menghadirkan gerakan yang transformatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Susunan Pengurus BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027
Kepemimpinan BPC GMKI Singaraja periode 2026–2027 resmi dinakhodai oleh Mario Ernesto H. Remba Radja sebagai Ketua Cabang, didampingi Gresya Serly Ginting selaku Sekretaris Cabang dan Vincentia Paula sebagai Bendahara Cabang.
Untuk memperkuat jalannya organisasi, sejumlah kader turut dipercaya mengisi kepengurusan di berbagai bidang.
Bidang Aksi dan Pelayanan (Akspel) dipimpin oleh Jhon Rabha sebagai Ketua Bidang, didampingi Jeliana Simanullang selaku Sekretaris Bidang.
Sementara itu, Bidang Organisasi (OR) dipimpin Janrigo Kaban sebagai Ketua Bidang bersama Ruth selaku Sekretaris Bidang.
Adapun Bidang Pendidikan Kader dan Kerohanian (PKK) dipercayakan kepada Laudya C. Bella Siboro sebagai Ketua Bidang, didampingi Loisa Pasaribu sebagai Sekretaris Bidang.
Kepemimpinan sebagai Amanah Pengabdian
Mengawali masa baktinya, Ketua Cabang BPC GMKI Singaraja, Mario Ernesto H. Remba Radja, menyampaikan rasa syukur, bangga, dan haru setelah mengikuti prosesi pelantikan.
Ia menegaskan bahwa amanah kepemimpinan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan panggilan untuk mengabdi bersama seluruh jajaran pengurus.
“Pertama-tama, tentu ada perasaan bangga, haru, sekaligus rasa syukur yang mendalam. Pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang dipercayakan kepada kami bersama seluruh jajaran pengurus BPC GMKI Singaraja periode 2026–2027,” ujar Mario Ernesto saat diwawancarai seusai kegiatan.
Menurutnya, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan atau kedudukan, tetapi juga komitmen untuk bekerja dan bertumbuh bersama.
“Kami menyadari bahwa amanah ini bukan tentang jabatan atau kedudukan, melainkan tentang pengabdian. Kami siap bekerja, belajar, dan bertumbuh bersama. Saya percaya bahwa dengan semangat kebersamaan, komitmen, dan kesetiaan dalam pelayanan, kami mampu membawa GMKI Singaraja menjadi organisasi yang semakin progresif dan berdampak,” tegasnya.
Melanjutkan Nilai dan Perjuangan Kepengurusan Sebelumnya
Menanggapi estafet kepemimpinan, Mario Ernesto menjelaskan bahwa keberlanjutan organisasi tidak berarti harus memulai seluruh program dari awal.
Sebaliknya, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk merawat dan memperkuat nilai-nilai positif yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya.
“Bagi saya, estafet kepemimpinan bukan berarti memulai segala sesuatu dari awal, melainkan melanjutkan perjuangan dan nilai-nilai baik yang telah dibangun oleh kepengurusan sebelumnya. Kami akan tetap menjaga semangat kekeluargaan, solidaritas, integritas, serta tradisi kaderisasi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan GMKI Singaraja,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai capaian kepengurusan sebelumnya akan menjadi landasan untuk menjalankan program organisasi ke depan.
“Apa yang sudah baik akan kami pertahankan, dan apa yang masih perlu diperbaiki akan kami evaluasi serta tingkatkan. Saya percaya bahwa setiap generasi memiliki zamannya masing-masing, tetapi semangat perjuangan harus tetap diwariskan,” lanjutnya.
Mario Ernesto juga menegaskan bahwa kepengurusannya tidak ingin hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja, tetapi turut membangun fondasi organisasi yang kuat bagi generasi berikutnya.
“Kami tidak ingin hanya menjadi pengurus yang menjalankan program kerja, tetapi ingin meninggalkan fondasi yang kuat bagi generasi GMKI berikutnya,” tambahnya.
Penguatan Kaderisasi Jadi Prioritas Utama
Dalam menjalankan kepengurusan periode 2026–2027, BPC GMKI Singaraja menetapkan penguatan kualitas kaderisasi berkelanjutan sebagai salah satu prioritas utama.
Proses pembinaan kader akan diarahkan pada penguatan spiritualitas, intelektualitas, profesionalitas, karakter, serta kapasitas kepemimpinan.
“Prioritas utama kami adalah membangun kaderisasi yang berkelanjutan. Sebab, bagi saya, kekuatan terbesar sebuah organisasi bukan terletak pada banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan pada kualitas kader yang dihasilkan,” jelas Mario Ernesto.
Ia berharap kaderisasi tidak hanya berlangsung melalui kegiatan formal organisasi, tetapi menjadi proses pembinaan yang berkesinambungan.
“Kami ingin memastikan bahwa kaderisasi tidak hanya berhenti pada kegiatan formal, tetapi menjadi proses pembinaan yang terus berjalan, mulai dari penguatan spiritualitas, intelektualitas, profesionalitas, karakter, hingga kapasitas kepemimpinan kader,” katanya.
Menurutnya, GMKI Singaraja harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan mengambil peran strategis di tengah masyarakat.
“Kami ingin melahirkan kader yang tidak hanya aktif di dalam organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran strategis di tengah gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat,” lanjutnya.
Selain penguatan kaderisasi, kepengurusan baru juga berkomitmen memperkuat konsolidasi internal, menghidupkan ruang diskusi intelektual, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai elemen mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi GMKI Singaraja dalam merespons berbagai persoalan sosial dan kebutuhan masyarakat.
Buka Ruang Kolaborasi dengan Mahasiswa dan Civitas Akademika
Menutup keterangannya, Mario Ernesto mengajak seluruh kader GMKI Singaraja untuk terlibat aktif dalam perjalanan organisasi selama satu periode kepengurusan.
“Pesan saya kepada seluruh kader GMKI Singaraja, mari kita jadikan periode ini sebagai ruang untuk bertumbuh, belajar, dan berjuang bersama. Jangan hanya menjadi penonton dalam perjalanan organisasi, tetapi ambillah bagian di dalamnya, sebab GMKI bukan milik satu orang atau satu kepengurusan, melainkan milik kita bersama,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh elemen mahasiswa dan civitas akademika di Singaraja untuk memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, serta menjalin kerja sama dalam berbagai bidang.
“Kepada seluruh elemen mahasiswa dan civitas akademika di Singaraja, kami membuka ruang seluas-luasnya untuk membangun komunikasi, kolaborasi, dan kerja sama, karena kami percaya bahwa perubahan tidak dapat dikerjakan sendirian. Dibutuhkan kebersamaan dan keberanian untuk mengambil bagian,” ujarnya.
Mario Ernesto menyadari bahwa perjalanan organisasi selama satu periode kepengurusan tidak akan terlepas dari berbagai tantangan. Meski demikian, ia memastikan seluruh pengurus akan berupaya menjalankan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
“Kami tidak menjanjikan bahwa perjalanan satu periode ini akan selalu mudah, tetapi kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Karena pada akhirnya, kepemimpinan bukan tentang seberapa lama kita memegang jabatan, melainkan tentang seberapa besar arti kehadiran dan pengabdian kita bagi organisasi, masyarakat, dan generasi yang akan datang,” pungkas Mario Ernesto H. Remba Radja.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda