Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Skripsi Bukan Lagi Sekadar Tugas Akhir, Tapi Sumber Tekanan bagi Mahasiswa

Skripsi Bukan Lagi Sekadar Tugas Akhir, Tapi Sumber Tekanan bagi Mahasiswa

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
02 Juli 2026, 00.40 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Skripsi
Ilustrasi mahasiswa mengalami stres akademik saat mengerjakan tugas akhir (Sumber: Pexels)

Oleh: Khaila Putri Safira Mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia

JurnalPost.com - Bagi sebagian besar mahasiswa di Indonesia, skripsi merupakan tahap akhir yang harus diselesaikan sebelum memperoleh gelar sarjana. Idealnya, skripsi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, melakukan penelitian secara mandiri, serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah. Namun, kenyataan yang dihadapi banyak mahasiswa tidak selalu seindah tujuan tersebut. Proses penyusunan skripsi justru sering berubah menjadi salah satu fase yang paling melelahkan, baik secara akademik maupun psikologis. Tekanan datang dari berbagai arah, mulai dari tuntutan menyelesaikan penelitian, proses bimbingan yang tidak selalu berjalan lancar, batas waktu kelulusan, hingga tekanan dari keluarga dan lingkungan untuk segera lulus.

IKLAN

Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini bukan sekadar cerita yang sering beredar di media sosial. Sejumlah studi yang terbit pada 2025–2026 menemukan bahwa tingkat stres akademik mahasiswa tingkat akhir berada pada angka yang cukup tinggi.

Peneliti DKV UPI
Baca Juga

Peneliti DKV UPI Kembangkan Model Kemasan Berbasis Budaya untuk Sarung Goyor Pemalang

Salah satu penelitian mencatat bahwa hampir sembilan dari sepuluh mahasiswa menganggap tugas dan tuntutan akademik sebagai sumber stres terbesar selama kuliah. Angka tersebut bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan ekonomi maupun persoalan hubungan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa penyusunan skripsi bukan hanya menguras kemampuan berpikir, tetapi juga energi emosional dan fisik mahasiswa.

Penelitian lain pada mahasiswa kedokteran menemukan lebih dari separuh responden mengalami burnout akademik dalam kategori berat ketika mengerjakan skripsi. Sementara itu, survei terhadap ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga menunjukkan lebih dari setengah responden mengalami stres, bahkan sebagian berada pada kategori berat. Temuan-temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan mental mahasiswa tingkat akhir bukan lagi kasus yang terjadi di satu atau dua kampus saja. Fenomena ini muncul di berbagai daerah dengan pola yang hampir sama, sehingga menunjukkan adanya persoalan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan individu dalam menghadapi tekanan.

Tekanan tersebut juga tidak terlepas dari sistem pendidikan tinggi yang berlaku. Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya ilmiah yang baik, tetapi juga harus menyelesaikannya dalam batas waktu tertentu. Regulasi mengenai masa studi memang bertujuan menjaga efektivitas proses pendidikan, tetapi dalam praktiknya sering kali menimbulkan tekanan tambahan. Banyak mahasiswa merasa dikejar target kelulusan karena khawatir melewati batas masa studi, kehilangan kesempatan memperoleh predikat cumlaude, atau bahkan menghadapi risiko drop out apabila progres akademiknya dianggap tidak memadai. Situasi ini membuat proses penelitian yang seharusnya membutuhkan waktu dan ketelitian berubah menjadi perlombaan mengejar tenggat.

Mahasiswa sedang menyusun skripsi di depan laptop (Sumber: Unsplash)

KKN Universitas Warmadewa
Baca Juga

KKN Universitas Warmadewa Perkuat Smart Village di Desa Mekar Bhuwana

IKLAN

Di sisi lain, tidak semua mahasiswa memiliki kondisi yang sama. Ada yang harus bekerja sambil kuliah, membantu keluarga, menghadapi masalah kesehatan, atau mengalami kesulitan ekonomi. Ketika berbagai tekanan tersebut bertemu dengan tuntutan akademik yang tinggi, tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya mengalami kelelahan mental.

Fenomena maraknya jasa joki skripsi juga dapat dilihat dari sudut pandang ini. Tentu saja penggunaan jasa joki merupakan pelanggaran etika akademik dan tidak dapat dibenarkan. Namun, jika hanya menyalahkan mahasiswa tanpa melihat akar persoalannya, penyelesaian yang dihasilkan akan bersifat sementara.

Beberapa laporan media menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa yang menggunakan jasa joki sebenarnya telah berusaha menyelesaikan skripsinya sendiri. Akan tetapi, kombinasi antara tekanan akademik, pekerjaan, kondisi mental yang menurun, hingga proses bimbingan yang berlarut-larut membuat mereka memilih jalan pintas yang akhirnya merugikan diri sendiri. Artinya, fenomena joki skripsi bukan hanya persoalan integritas akademik, tetapi juga dapat menjadi sinyal bahwa ada sistem yang belum mampu memberikan dukungan yang memadai kepada mahasiswa.

Sayangnya, dukungan tersebut masih sering menjadi bagian yang terlupakan. Di banyak perguruan tinggi, proses bimbingan lebih berfokus pada isi penelitian, metode, dan teknis penulisan. Padahal, mahasiswa juga membutuhkan dukungan psikologis agar mampu menghadapi tekanan selama proses penyusunan skripsi.

2B SDN 02 Kalongan22
Baca Juga

Bukan Sekadar Teori, Siswa Kelas 2B SDN 02 Kalongan Praktik 6 Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun

Layanan konseling memang tersedia di beberapa kampus, tetapi sering kali baru dimanfaatkan ketika kondisi mahasiswa sudah berada pada titik krisis. Padahal, upaya pencegahan melalui pendampingan sejak awal jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah masalah menjadi berat.

Perguruan tinggi perlu mulai melihat bahwa keberhasilan mahasiswa bukan hanya diukur dari seberapa cepat mereka lulus, tetapi juga bagaimana proses tersebut dijalani secara sehat. Integrasi layanan kesehatan mental, peningkatan kualitas bimbingan akademik, serta evaluasi terhadap kebijakan yang berpotensi menambah tekanan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih manusiawi.

Pada akhirnya, skripsi memang akan selalu menjadi tantangan. Namun, tantangan tersebut seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh, bukan menjadi sumber tekanan yang mengorbankan kesehatan mental mereka.

Sudah saatnya pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada angka kelulusan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan tahap akhir pendidikannya. Sebab, menghasilkan lulusan yang sehat secara mental sama pentingnya dengan menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/skripsi-bukan-lagi-sekadar-tugas-akhir-tapi-sumber-tekanan-bagi-mahasiswa/95262/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.41 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #Universitas Pendidikan Indonesia

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. 3

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.