Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. WASPADA!!! Membakar Sampah Plastik Menghasilkan Gas Dioksin Yang Bisa Menyebabkan Keracunan Dan Kanker

WASPADA!!! Membakar Sampah Plastik Menghasilkan Gas Dioksin Yang Bisa Menyebabkan Keracunan Dan Kanker

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
09 Oktober 2020, 16.19 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
bakar sampah
JURNALPOST - Sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah plastik ini. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menginformasikan bahwa Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia setelah China sejak tahun 2016. Tidak hanya itu, volume data sampah yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai 66,5 juta ton selama tahun 2018 ini, dan sebagian besar berasal dari kategori sampah rumah tangga yang kebanyakan adalah sampah plastik. Cara paling mudah yang biasa dilakukan masyarakat Indonesia salah satunya adalah dengan membakar sampah-sampah plastik tersebut. Namun tahukah kamu membakar sampah plastik itu dapat menyebabkan keracunan dan kanker? Nah, bagaimana cara membakar plastik agar tidak menyebabkan keracunan dan kanker? serta bagaimana cara kita untuk mengurangi penggunaan sampah plastik tersebut? Mari kita simak penjelasannya. Berbagai macam barang mulai dari botol air mineral, kantong kresek pembungkus, alat makan, alat rumah tangga, bahkan sampai pembungkus sampah (trash bag) dan berbagai barang lainnya memerlukan suatu bahan baku yang praktis dalam pembuatannya. Bahan tersebut pasti tidak asing di telinga kita dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita, ya! Plastik. Plastik merupakan merupakan senyawa polimer yang unsur penyusun utamanya adalah Karbon dan Hidrogen (Surono, 2013). Plastik adalah jenis makromolekul yang dibentuk dengan proses polimerisasi. Polimerisasi adalah proses penggabungan beberapa molekul sederhana (monomer) melalui proses kimia menjadi molekul besar (polimer atau makromolekul). Penggunaan plastik terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat dan berkembangnya industri yang semakin mengembangkan produk berbahan dasar sama. Produk yang sangat dibutuhkan ini ternyata memiliki dampak yang tidak baik untuk lingkungan. Benda ini sangat berpotensi mencemari lingkungan karena pada umumnya sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme. Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, DR. Emil Budianto mengatakan, sampah plastik dalam jumlah banyak mengandung karbon dan hidrogen. Zat tersebut kemudian akan berkumpul dengan zat lain yang berasal dari sisa makanan, seperti klorida. Ketika sampah tersebut dibakar, maka campuran zat tersebut akan melepaskan zat lain yang berbahaya bagi manusia, yaitu dioksin dan furan. Meskipun dalam dosis kecil, kedua zat tersebut sangatlah berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Padahal, saat sampah plastik dibakar, jumlah zat yang dilepaskan cukup besar. Ketika terhirup oleh manusia, maka akan menimbulkan reaksi seperti batuk, sesak napas, dan pusing. Ketiga reaksi tersebut, merupakan respon tubuh ketika terpapar oleh zat berbahaya. Tidak hanya membahayakan kesehatan, pembakaran sampah juga dapat mencemari udara karena menghasilkan emisi karbondioksida. Hal ini akan menyebabkan lapisan ozon semakin menipis. Akibatnya, pemanasan global semakin parah dan bisa meningkatkan suhu di bumi. Jika dibiarkan terus menerus, maka kondisi tersebut akan mempercepat pencairan es di kutub. Lalu bagaimana cara membakar sampah plastik agar tidak menyebabkan keracunan dan kanker? Sebenarnya, kita bisa membakar sampah tanpa menghasilkan zat berbahaya, yaitu dengan membakar pada suhu 1.000 derajat celcius. Sayangnya, hal ini sangat sulit untuk dilakukan, apalagi oleh masyarakat biasa. Sebab, untuk mencapai suhu setinggi ini, dibutuhkan mesin incinerator. Plastik memiliki beragam karakter jika dibakar. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk mengetahui terlebih dulu karakter plastik yang akan dimusnahkan dengan cara seperti itu guna mengurangi resiko berbahaya. Sebelum membakarnya kita harus mengetahui karakteristik sampah plastik itu bisa meleleh dan tidak melepaskan gas dioksin. Cara tersebut dilakulan untuk meminimalisir kadar gas dioksin yang timbul dari proses pembakaran itu sendiri. Jadi, jika kamu ingin hidup sehat dan bersih maka mulailah peduli terhadap lingkunganmu mulai sekarang dengan salah satunya mengurangi penggunaan plastik. Ini dia beberapa tips sederhana yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari guna mengurangi penggunaan plastik:
  1. Membawa Tas Belanja sendiri kemana-mana
  2. Membawa Kotak Makan Sendiri
  3. Mengurangi Penggunaan Tisu Basah
  4. Menggunakan Produk dengan yang dikemas dengan Beling Kaca atau Karton
  5. membawa Botol Minum Sendiri
  6. Tidak Lagi Menggunakan Sedotan untuk Minuman di Restoran Cepat Saji, Cafe atau Tempat Jualan Minuman
  7. Belajar Cara Daur Ulang Sampah Plastik
Lingkungan yang kurang bersih, banjir dan penyakit dimana-mana bukan kesalahan satu individu bahkan pemerintah. Tapi kita semualah yang lalai dalam menjaganya. Jika ingin lingkungan tempat tinggal sekitar jadi bersih, mulailah menjadi pribadi yang bersih terlebih dahulu. Belajar cintai lingkungan dan hindari aktivitas-aktivitas yang bisa merusak lingkungan, seperti membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan produk dengan bahan plastik. (Dea Aprilia dari Universitas Negeri Medan prodi Pendidikan IPA)

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/waspada-membakar-sampah-plastik/12692/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.34 WITA

  • #sampah plastik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pilihan Editor

  1. 1 Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan
  2. 2

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  3. 3

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  4. 4

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.