Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Bangun Perilaku Gemar Membaca Siswa dengan Kegiatan Membaca Senyap

Bangun Perilaku Gemar Membaca Siswa dengan Kegiatan Membaca Senyap

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
11 Oktober 2018, 16.55 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Perilaku Gemar Membaca Siswa
Peserta mencoba menyusun dan mempresentasikan beberapa program diantara program budaya baca di sekolah pada pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah

Balikpapan, Kalimantan Timur, Jurnalpost - Indonesia memiliki tingkat literasi yang cukup rendah. Berdasarkan survei Most Literate Nation in The World, sebuah study yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara yang diteliti. Untuk mengatasi masalah ini dan agar anak-anak tumbuh terbiasa membaca semenjak dini, pemerintah berusaha menggalakkan gerakan literasi sekolah atau disingkat GLS.

Agar GLS sukses, manajemen tingkat sekolah, terutama kepala sekolah perlu membuat program khusus membaca untuk semua warga sekolah. Program tersebut bisa berupa membaca 15 menit tiap hari sebelum pembelajaran, pengadaan taman baca atau pojok baca, pengadaan buku yang bervariasi dan yang tak kalah penting memberikan keteladanan dalam membaca.

IKLAN

Terkhusus program membaca 15 menit sebelum atau setelah pembelajaran, pemerintah sudah menuangkannya dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015. Sayangnya di lapangan, pelaksanaannya ternyata belum efektif.

Dosen Ilmu Komunikasi UPN
Baca Juga

Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim Dorong Kemampuan Public Speaking dan Bahasa Inggris Siswa

“Kami melakukan sesekali, tapi saat ini terhenti, “ ujar Jaka Pramono, Kepala Sekolah SDN 006 Balikpapan disela-sela Pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah yang diadakan program PINTAR kerjasama Tanoto Foundation dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag Balikpapan yang dilaksanakan di Hotel Swiss Bell In (10 -11 Oktober 2018).

Hal yang sama diungkapkan oleh kepala sekolah SD 009 Balikpapan Tengah, ibu Noor Masyitah. “Kami belum efektif melaksanakan program tersebut, tidak rutin kami laksanakan,”ujarnya.

IKLAN

Menurut Khudori, Spesialis Pembelajaran SD Tanoto Foundation, sekolah perlu konsiten melakukan program membaca 15 menit sebelum pembelajaran dan menciptakan suasana agar program tersebut juga berjalan efektif. “Agar kegemaran membaca itu tumbuh di kalangan siswa, tentu saja kegiatan 15 menit tersebut harus rutin dilakukan. Namun tak kalah penting juga adalah bagaimana menciptakan suasana membaca yang menunjang,” ujarnya.

Menurutnya, kalau pun sekolah melaksanakan program 15 secara konsisten, kalau tidak didukung penciptaan suasana membaca yang menunjang, hasil program tersebut juga tidak maksimal. “Kalau yang satu sedang berusaha konsentrasi membaca, sedang pelajaran lain malah menciptakan suasana yang rebut, tentu saja akan mengganggu konsentrasi siswa yang membaca tersebut,” ujarnya.

Ketika AI bisa menjawab
Baca Juga

Ketika AI Bisa Menjawab, Guru Harus Mengajarkan Apa?

Untuk itu, menurutnya, sekolah perlu menerapkan salah satu strategi membaca yaitu membaca senyap. “Artinya selama 15 menit tersebut, diusahakan semua siswa membaca dan gangguan suara diusahakan diminimalkan sedemikian rupa. Para siswa yang membaca, dengan cara ini, akan lebih konsentrasi dan lebih bisa menyelami apa yang dibaca yang pada akhirnya bisa menumbuhkan rasa senang dalam membaca, terutama terhadap buku-buku cerita,” ujarnya menambahkan.

Menurut Khudori, program membaca senyap merupakan salah satu strategi membaca telah banyak dilaksanakan di sekolah di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris dan lain-lain dan terbukti meningkatkan kegemaran membaca siswa. “Program seperti ini sudah jamak dilakukan di negara maju, beberapa sekolah di Indonesia juga sudah mulai melakukan. Ada juga strategi lain, yaitu membaca nyaring, yang lebih sering ditujukan untuk literasi kelas awal,” ujarnya.

Strategi membaca senyap hanya salah satu bagian dari pelatihan manajemen berbasis sekolah yang diorganisir oleh program PINTAR Tanoto Foundation pada 30 kepala sekolah dan pengawas sekolah mitra program. Selama dua hari pelatihan, selain langsung mempraktekkan membaca senyap selama 15 menit, mereka juga dikenalkan Strategi Pembelajaran Aktif, Manajemen Berbasis Sekolah dan Budaya Baca secara kesuruhan.

“Kepala Sekolah merupakan kunci kemajuan sekolah. Maju dan mundurnya sekolah sangat tergantung kepala sekolah. Kalau mau maju, program program di sekolah harus berjalan efektif,” ujar Kabid Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan dan Balikpapan, Syaiful Bahri, di sela-sela kegiatan tersebut.

SMA Negeri 1 Pakem
Baca Juga

SMA Negeri 1 Pakem Siapkan Calon Konselor Sebaya untuk Perkuat Dukungan Antarsiswa

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/bangun-perilaku-gemar-membaca-siswa-dengan-kegiatan-membaca-senyap/7690/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.23 WITA

  • #Gemar Membaca
  • #Membaca Senyap
  • #Siswa
  • #perilaku

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027
  2. 2

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. 3

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  4. 4

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  5. 5

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.