BANDUNG, JurnalPost.com – Pelatihan Urban Search and Rescue (USAR) Batch II yang diselenggarakan Yayasan Wanadri resmi dimulai di Kampus Wanadri Institute Graha Sarwa Asri, Sarijadi, Bandung. Kegiatan berlangsung pada 23–30 Agustus 2025 dengan melibatkan berbagai narasumber dari lembaga kebencanaan, di antaranya KanSAR Bandung, Jakarta Rescue, BNPB, BPBD, serta Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR).
“Basic Training USAR II sudah berlangsung sejak kemarin dan diikuti 30 peserta dari wilayah Jawa Barat dan Sumatera. Mereka akan mengikuti pelatihan hingga 30 Agustus 2025,” kata Ayu, panitia pelatihan saat dikonfirmasi pada Ahad, 24 Agustus 2025.
Peserta pelatihan datang dari berbagai latar belakang, baik individu maupun perwakilan instansi. Beberapa di antaranya dari PMI Jakarta dan Cimahi, DMC Dompet Dhu’afa, Biofarma, UPI Bandung, BPBD Jawa Barat, serta anggota Wanadri sendiri. Sebagian peserta merupakan alumni Batch I yang digelar pada Desember 2024 lalu.

Untuk mendukung efektivitas pelatihan, penyelenggara menghadirkan instruktur berpengalaman di bidang kebencanaan, seperti Drs. Bintang (BNPB), Syahrizal (Jakarta Rescue), Bambang (BPBD Jabar), Ir. H. Endang Sudrajat, M. Tri Habibie, dan Nanang Setiawan (UAR), Dr. dr. Tri Wahyu Sulisetyowati (Yayasan Wanadri), serta perwakilan dari KanSAR Bandung.
Materi yang diberikan mencakup teori dan praktik, meliputi Potensi SAR dalam USAR, INSARAG, Komponen Tim USAR, Penanganan USAR di Indonesia, Building Collapse Problem, BOO USAR, keterampilan masuk ke bangunan runtuh, Incident Command System, Site Marking, SAR Dog Searching, Confined Space, hingga manajemen logistik. Seluruh sesi disampaikan dengan metode interaktif dan simulasi lapangan.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan peserta dalam menjalankan operasi penyelamatan pada situasi darurat di kawasan pemukiman, khususnya dalam penanganan bangunan runtuh. Tim Urban SAR memiliki peran strategis dalam berbagai bencana seperti gempa bumi megathrust, angin topan, banjir, kebakaran, kecelakaan industri, hingga kerusakan infrastruktur.
Penyelenggara berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesiapsiagaan dan komitmen dalam aksi kemanusiaan. Keberadaan tim Urban SAR terlatih di berbagai wilayah diyakini dapat memperkuat kapasitas bangsa dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (am)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda