Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Di Balik Kasus Keracunan dan Penipuan Dana MBG, Saatnya Evaluasi Bukan Berhenti

Di Balik Kasus Keracunan dan Penipuan Dana MBG, Saatnya Evaluasi Bukan Berhenti

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
17 November 2025, 16.03 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
MGB
Gambar 1. Presiden Prabowo Subianto melakukan pengecekan terhadap makanan MBG di salah satu sekolah (Sumber: pinterest)

Oleh: Masyithah – Mahasiswa Megister Sains Agribisnis IPB University

JurnalPost.com - Sudah hampir setahun sejak program unggulan yang dijanjikan Presiden Prabowo sebelum pelantikannya mulai digaungkan. Salah satu komitmen besar ini ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama bagi balita, anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Ya, program yang dimaksud tak lain adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Nama program ini tentu sudah tidak asing lagi—mungkin kamu pun pernah mendengarnya, atau bahkan menjadi salah satu penerimanya. Menariknya, MBG digadang-gadang sebagai salah satu legacy project pemerintahan Presiden Prabowo yang diharapkan membawa dampak nyata bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

IKLAN

Program ini menjadi janji Presiden Prabowo pada masa kampanye dalam pemilihan presiden RI ke-8. Munculnya program MBG berlandaskan atas keprihatinan Presiden Prabowo terhadap kondisi anak-anak yang mengalami kekurangan gizi dan stunting di berbagai daerah. Selain untuk meningkatkan gizi anak-anak, program tersebut diharapkan dapat menggerakkan ekonomi daerah. Hal tersebut ditunjukkan bahwa program ini telah menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja mulai dari juru masak, petugas distribusi, tenaga administrasi, hingga tenaga kerja kebersihan. Selain aktor tersebut, berkat program ini dapat menghadirkan ribuan supplier bahan pangan dan logistik di tingkat lokal yang melahirkan entrepreneur baru. Tenaga kerja yang banyak tersebut dikarenakan melalui program ini terdapat 11.900 dapur MBG yang bertujuan melayani 35,4 juta anak dan ibu hamil di berbagai wilayah.

Cashless Bukan untuk Semua: Realita di Balik Digitalisasi Perbankan
Baca Juga

Cashless Bukan untuk Semua: Realita di Balik Digitalisasi Perbankan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan dana yang sangat besar. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan Rp 71 triliun, namun hingga awal Oktober realisasinya baru 23%. Bahkan dalam RAPBN 2026, anggaran MBG meningkat menjadi Rp 335 triliun, sebagian besar berasal dari anggaran pendidikan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengingat kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah dan seharusnya juga memerlukan perhatian besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Besarnya dana MBG juga membuka celah penyimpangan. Salah satunya terjadi di Bandung Barat, ketika dana Rp 1 miliar raib akibat pesan palsu yang mengatasnamakan pejabat MBG (Maulana, 2025). Kasus ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan program.

Padahal, di tengah besarnya anggaran, kasus keracunan makanan MBG masih terus terjadi. Sampai 5 Oktober, sudah mencapai lebih dari 11.000 orang yang menjadi korban keracunan akibat makanan yang dikonsumsi. Situasi ini menimbulkan pertanyaan: jika program ini bertujuan mendukung pendidikan dan kesehatan anak, mengapa pengawasan dan implementasinya masih lemah?

MBG1 Gambar 2. Kondisi salah satu dapur MBG (Sumber: pinterest)

masyarakat lintas generasi
Baca Juga

IPB University Kembangkan Persemaian Aren di Citorek Barat, Dorong Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

IKLAN

Dengan segala kasus negatif yang ditimbulkan oleh program tersebut, diperlukan evaluasi dari Pemerintah bersama pelaksana program untuk terus melakukan perbaikan. Caranya dapat dimulai dengan memperbaiki sistem operasional dengan adanya pengecekan yang ketat dan standar pemilihan dapur yang sesuai dengan standar. Karena berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan per 22 September 2025, dari 8.583 SPPG hanya 34 yang memiliki sertifikasi laik hygiene dan sanitasi (SLSH). Hal tersebut menjadi faktor tingginya tingkat kasus keracunan. Selain itu, diperlukan untuk memastikan mulai dari bahan baku yang digunakan berkualitas, proses pembuatan makanan, hingga distribusi sampai di tangan penerima manfaat. Jangan sampai dalam proses tersebut adanya kontaminasi, suhu penyimpanan tidak stabil, atau keterlambatan pengiriman.

Selain itu, penting memastikan program ini tepat sasaran, khususnya pada kelompok yang paling membutuhkan, seperti balita dan ibu hamil, karena fase tersebut krusial dalam mencegah stunting. Fokus yang jelas akan membantu efektivitas program dan efisiensi penggunaan dana publik.

Pelaksana program juga perlu menanamkan kesadaran bahwa MBG merupakan program sosial, bukan komersial. Sehingga seluruh pihak yang terlibat harus menomorsatukan pelayanan publik dan menghindari potensi penyimpangan yang dapat mengurangi nilai manfaat bagi masyarakat. Karena yang seharusnya satu porsi makanan MBG seharga Rp 15.000 yang mencakup bahan pangan, operasional, gaji tenaga, transportasi dan peralatan, hingga margin operasional SPPG. Namun, akibat adanya kasus pemotongan dana ilegal seperti fee SPPG induk, biaya administrasi atau biaya atensi agar dapur mendapat izin, atau adanya pungli dari pihak tertentu membuat nilai yang diperoleh kelompok manfaat menjadi lebih kecil dari yang seharusnya. Hal tersebut membuat kualitas gizi menurun, risiko keracunan meningkat, dan tujuan program terdistorsi yang seharusnya menyehatkan anak malah membuka ruang keuntungan pribadi. Transparansi alokasi dana menjadi kunci agar publik dapat ikut memantau dan memastikan program ini berjalan sesuai tujuan.

program MBG Gambar 3. Siswa penerima program MBG (Sumber: pinterest)

IPB University Edukasi Ibu Balita
Baca Juga

Menenun Harapan Bebas Stunting dari Saung AEWO Mulyaharja, IPB University Edukasi Ibu Balita tentang Gizi dan PHBS

Kenyataannya dengan segala permasalahan pada program ini, MBG memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Selain itu, berkat adanya program mbg, terdapat siswa dan masyarakat yang sebelumnya tidak mampu sarapan atau memperoleh asupan makanan yang kurang, menjadi terpenuhi melalui program MBG ini.

Program ini sejatinya memiliki tujuan jangka panjang yang mulia: menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. Namun, keberhasilan itu hanya dapat tercapai apabila pelaksanaan program dijalankan dengan transparan, efisien, dan berintegritas tinggi.

Jadi, menurut kamu — bagaimana sebaiknya langkah selanjutnya agar Makan Bergizi Gratis benar-benar memberi manfaat bagi semua lapisan masyarakat?

DAFTAR PUSTAKA Amrin I. 2025. Satu Tahun Prabowo-Gibran, MBG Sasar 36,7 Juta Lebih Penerima Manfaat. [diakses 06 Novt 2025]; https://indonesia.go.id BBG News Indonesia. 2025. Sekolah-Sekolah yang Mengelola Dapur Mandiri di Tengah Ribuan Kasus Keracunan MBG. [diakses 06 Novt 2025]; https://www.bbc.com CNN Indonesia. 2025. KSP: Cuma 34 dari 8.583 Dapur MBG yang Kantongi Sertifikasi Higienis. [diakses 06 Novt 2025]; https://www.cnnindonesia.com Maullana I. 2025. Kronologi Pesan Chat Palsu yang Bikin Dana MBG Rp 1 Miliar di Bandung Barat Raib. [diakses 06 Novt 2025]; https://bandung.kompas.com Presiden RI. 2025. Presiden Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis adalah Investasi untuk Masa Depan Bangsa. [diakses 06 Novt 2025]; https://www.presidenri.go.id Rizky M. 2025. Program MBG Diam-Diam Sudah Serap 600 Ribu Pekerja. [diakses 06 Novt 2025]; https://www.cnbcindonesia.com Satria et al. 2025. Analisis Rendahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia Saat Ini : Suatu Kajian Literatur. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia. 3(2): 292-309. doi: https://doi.org/10.55606/jubpi.v3i2.3838 Zulfikar F. 2025. Resmi! MBG Dapat Rp 335 T dari APBN 2026, Ambil Jatah Anggaran Pendidikan RP 223 T. [diakses 06 Novt 2025]; https://www.detik.com

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/di-balik-kasus-keracunan-dan-penipuan-dana-mbg-saatnya-evaluasi-bukan-berhenti/88106/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.45 WITA

  • #IPB University
  • #Opini Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  4. 4

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  5. 5

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.