JAKARTA, JurnalPost.com – Keselamatan transportasi publik kembali menjadi perhatian utama Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ). Melalui kepemimpinan David Stevano, M.B.A. sebagai Ketua Komisi Kelaikan dan Keselamatan periode 2026–2029, DTKJ menghadirkan tiga program strategis untuk memperkuat kualitas layanan transportasi di ibu kota.
David memandang keselamatan bukan sekadar hasil pemeriksaan kendaraan atau kelengkapan administrasi. Menurutnya, keselamatan harus dibangun sebagai sistem yang melibatkan armada, pengemudi, operator, hingga pengambil kebijakan agar setiap perjalanan masyarakat berlangsung lebih aman.
Prioritas pertama diarahkan pada peningkatan standar kelaikan angkutan umum. Armada yang beroperasi akan didorong menjalani perawatan rutin, evaluasi keselamatan secara berkala, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengawasan kondisi kendaraan selama beroperasi.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah pola penanganan dari sekadar merespons kecelakaan menjadi langkah pencegahan yang lebih terukur. Dengan demikian, potensi gangguan keselamatan dapat diidentifikasi lebih awal sebelum berdampak kepada pengguna transportasi.
Di sisi lain, DTKJ juga menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan pramudi. David menilai pengemudi merupakan elemen penting yang menentukan kualitas pelayanan sekaligus tingkat keselamatan perjalanan angkutan umum setiap harinya.
Karena itu, pengawasan jam kerja, penyediaan ruang istirahat yang layak, serta peningkatan layanan kesehatan menjadi bagian dari agenda yang akan terus didorong. Penerapan konsep Fit to Work diharapkan membantu memastikan setiap pramudi berada dalam kondisi prima saat bertugas.
Program berikutnya menyasar layanan bus sekolah. Selain mendorong peremajaan armada, DTKJ juga menginginkan kendaraan yang digunakan pelajar memenuhi standar keselamatan, mulai dari kelengkapan perlengkapan keselamatan hingga kenyamanan selama perjalanan menuju sekolah.
Perluasan jangkauan layanan bus sekolah juga menjadi perhatian. Dengan cakupan rute yang lebih luas, semakin banyak pelajar di berbagai wilayah Jakarta diharapkan memperoleh akses transportasi yang aman, nyaman, dan mudah dijangkau setiap hari.
Bagi David, keberhasilan transportasi publik tidak hanya diukur dari banyaknya armada yang beroperasi, tetapi juga dari kemampuan sistem melindungi setiap penumpangnya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, operator, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transportasi yang berkeselamatan.
Melalui tiga program strategis tersebut, DTKJ berharap mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik Jakarta. Upaya ini menjadi langkah menuju sistem mobilitas perkotaan yang semakin andal, manusiawi, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda