Purbalingga, JurnalPost.com — IPAB (Ikatan Penulis Aktif Banyumas Raya) kembali menunjukkan konsistensi dalam gerakan literasi dengan meluncurkan buku ke-10 berupa antologi cerpen berjudul “Biru Langitku, Hijau Bumiku”. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 25 April 2026 di Aula Arpusda Lantai 3 Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Peluncuran buku kali ini dipimpin oleh bu Feri Retnoningrum, anggota aktif IPAB yang berasal dari Purbalingga. Acara berlangsung hangat dengan nuansa sastra dan seni yang kental, juga ditampilkan pemutaran video trailer persembahan dari tim medsos IPAB dari beberapa kontributor yang semakin menambah kemeriahan acara.
Acara launching dihadiri oleh Ketua Dewan Kesenian Daerah Purbalingga, Trisnanto Budidaya, serta dimeriahkan dengan penampilan biola Galih Budi P dari “By Music School” Purbalingga. Selain itu, turut hadir dan berpartisipasi tim dari SBH YPLP 2 Purbalingga yang semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan tersebut.
Buku “Biru Langitku, Hijau Bumiku” merupakan kumpulan cerpen bertema lingkungan yang ditulis oleh 35 kontributor dari berbagai lintas generasi, mulai dari pelajar hingga penulis dewasa. Para kontributor tersebut adalah Resti D. Mulyani, Yur Yurianto, Heru Mahameru SW, Diandra Dian, Septiono Bangun Sugiharto, Khaula Zatta Adhania, Raisya Nabila Hartopo, Afid Purnomo, Ety Supriatin, Rana Semitha, Sugi The Rich Man, Jubaedah, Asih Leta, Indah Snow Lily, Endah Patimah, Liebe Arka, Shabrina Lathifatul Husna, Shafira Citra Praditha, As Syifa Febriana, Naifa Aulya Zahra, Binawati Mardiana, Umi Rofikoh, Iin Jeffry, Iqbal Al Basith, Tania Listiana, Kim Miso, Krisna Azend Ar-Rasyid, Esti Pujiati, Dini Marsya Putri, Fajar Pujianto, Naysha Nabina S, Devin Calysta Putri, Melody Callysta Radhika, Martini, dan Indra Defandra. Keragaman latar belakang penulis menjadikan buku ini kaya akan perspektif, sekaligus menjadi refleksi kepedulian bersama terhadap isu lingkungan hidup.
Ketua IPAB, Septiono Bangun Sugiharto, dalam sambutannya menekankan pentingnya konektivitas menulis antar generasi sebagai fondasi keberlanjutan budaya literasi. Ia menyampaikan bahwa kegiatan menulis bukan hanya sekadar aktivitas menyangkut akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pengalaman, gagasan, dan nilai-nilai lintas usia.
“Menulis buku seperti ini menjadi jembatan antar generasi. Ada semangat berbagi pengalaman dan sudut pandang yang berbeda, namun tetap dalam satu visi yang sama, yaitu membangun kesadaran lingkungan dan literasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa menulis memiliki manfaat yang luas, tidak hanya bagi pembaca tetapi juga bagi penulis itu sendiri. “Menulis dapat menjadi salah satu rahasia panjang umur dan awet muda, karena menjaga pikiran tetap aktif dan produktif. Selain itu, karya yang dihasilkan akan terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Sementara itu, Trisnanto Budidaya selaku ketua Dewan Kesenian Daerah Purbalingga dalam sambutannya menyampaikan bahwa menulis merupakan bentuk tekad dan komitmen dalam menghasilkan karya. Menurutnya, proses menulis tidak berhenti pada penciptaan, tetapi akan berlanjut hingga karya tersebut menemukan pembacanya.
“Menulis adalah tekad untuk menghasilkan karya. Pada akhirnya, karya itu akan menemui pembacanya dan mampu menggambarkan budaya suatu daerah. Dari tulisan, kita bisa melihat identitas, nilai, dan kearifan lokal yang hidup di masyarakat,” ungkapnya. Sementara salah satu anggota IPAB, Umi Rofikoh yang berasal dari Sumpiuh, mengaku terkesan dengan launching kali ini, “acara semakin semarak dengan penampilan atraktif instrument pengiring biola, pembacaan salah satu karya cerpen oleh ketua dewan kesenian Purbalingga, serta pemutaran trailer video karya tim medsos IPAB dari cerita cerpen yang semakin menambah kemeriahan acara launching kali ini, semoga kedepan acara launching dari IPAB akan semakin lebih inovatif lagi,” ujarnya.
Launching buku ini tidak hanya menjadi ajang peluncuran karya, tetapi juga ruang apresiasi bagi para penulis serta penggerak literasi khususnya di Purbalingga dan sekitarnya. Pada kesempatan ini, hadir juga dari pihak SIP Publishing, yang telah lama menjadi mitra kerjasama IPAB dalam menerbitkan buku-buku para penulis IPAB. Dengan hadirnya buku “Biru Langitku, Hijau Bumiku”, IPAB kembali menegaskan perannya dalam mendorong gerakan literasi yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. (sbs & rdm)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda