Yogyakarta, JurnalPost.com — Mahasiswa Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Keluarga Linguistik Gadjah Mada (Kalingga) menggelar kegiatan literasi bertajuk Pembuatan Pojok Baca Binaan Kalingga dan Safari Literasi di Rumah Pembelajaran Kesehatan Jiwa Satunama (RPKJ Satunama), Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Aksi Sosial dan Masyarakat (Aksosma) Kalingga yang berfokus pada penguatan literasi sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan inklusif.
Program ini diselenggarakan sebagai upaya menghadirkan ruang literasi yang ramah dan mendukung proses pemulihan psikososial bagi warga dampingan (WD) RPKJ Satunama. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kalingga bekerja sama dengan pengelola RPKJ Satunama untuk menata dan menghadirkan sebuah pojok baca yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar, ruang refleksi, sekaligus ruang interaksi bagi warga dampingan.
Kehadiran mahasiswa Kalingga disambut hangat oleh staf serta warga dampingan RPKJ Satunama. Antusiasme terlihat sejak awal kegiatan, ketika mahasiswa dan warga dampingan bersama-sama menata rak buku, mengelompokkan koleksi bacaan, serta menyiapkan ruang pojok baca agar nyaman digunakan.
Selain kegiatan penataan pojok baca, rangkaian acara juga diisi dengan Safari Literasi. Dalam kegiatan ini, mahasiswa Kalingga mengajak warga dampingan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif seperti permainan edukatif, kegiatan menulis sederhana, berbagi cerita, serta diskusi ringan. Aktivitas tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman literasi yang menyenangkan sekaligus membangun rasa kebersamaan.
Melalui pendekatan tersebut, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membaca dan menulis semata, tetapi juga sebagai sarana membangun kembali rasa percaya diri, membuka ruang ekspresi, serta memperkuat hubungan sosial antara warga dampingan dan lingkungan sekitarnya.
Ketua Kalingga UGM, Moh. Nawalul Fawaid El Haqi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa untuk menghadirkan program sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan pengabdian seperti ini penting untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan empati di kalangan mahasiswa, sekaligus menjadi bentuk implementasi nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial.
“Harapan kami, program yang dirancang oleh Divisi Aksosma ini dapat menjadi program konkret yang berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi rasa kepedulian antarsesama manusia serta memperkuat nilai kebersamaan dalam masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Divisi Aksosma Kalingga, Abu A.K., menuturkan bahwa literasi dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam mendukung proses pemulihan psikososial warga dampingan.
Ia menjelaskan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membantu seseorang memahami pengalaman hidupnya, mengekspresikan perasaan, serta membangun harapan baru.
“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang menghadirkan ruang harapan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan warga dampingan untuk mengekspresikan diri, berbagi cerita, dan membangun kembali semangat mereka,” katanya.
Abu juga berharap pojok baca yang telah dibangun dapat menjadi fasilitas yang terus dimanfaatkan oleh warga dampingan dalam kegiatan sehari-hari di RPKJ Satunama.
Foto bersama Pengurus Kalingga dan Caregiver RPKJ Satunama
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Departemen Kesejahteraan Sosial dan Disabilitas (Keswadis) Satunama, Karel Tuheay. Ia menilai kegiatan literasi yang dikemas melalui permainan dan aktivitas kreatif mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi warga dampingan.
Menurutnya, kegiatan seperti bermain, menulis, dan bercerita bersama memberikan ruang yang aman bagi warga dampingan untuk berekspresi dan berinteraksi dengan orang lain. “Melalui kegiatan seperti permainan, menulis, dan bercerita bersama, warga dampingan memiliki ruang untuk berekspresi, berinteraksi, dan belajar dengan cara yang menyenangkan. Pemberian buku bacaan juga menjadi dukungan yang sangat berarti untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan RPKJ,” ujar Karel.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan dapat menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara Kalingga UGM dan RPKJ Satunama.
Menurutnya, kerja sama seperti ini sangat penting dalam mendukung proses pemulihan serta pemberdayaan warga dampingan. Dengan adanya kegiatan literasi yang berkelanjutan, warga dampingan diharapkan dapat memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan potensi diri serta membangun kepercayaan diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Karel juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Kalingga UGM, termasuk kemungkinan penggalangan dana bersama untuk mendukung keberlanjutan kegiatan di RPKJ Satunama. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya dalam bentuk donasi buku, tetapi juga bantuan pendanaan untuk mendukung operasional kegiatan literasi dan pemberdayaan warga dampingan.
Melalui kegiatan ini, Kalingga UGM berharap pojok baca yang telah dihadirkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan melalui berbagai program literasi berkelanjutan. Dengan demikian, budaya literasi di lingkungan RPKJ Satunama dapat semakin tumbuh dan menjadi bagian penting dari proses pemberdayaan warga dampingan menuju kehidupan yang lebih mandiri, percaya diri, dan bermakna.
Penulis: Ramadhan Mahasiswa Magister Linguistik UGM
Juru foto: Debi Irawan Mahasiswa Magister Linguistik UGM
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda