Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  2. Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

  4. Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  5. Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Kisah Sedih Guru Honorer, Dibayar Rp15 Ribu Sekali Ngajar

Kisah Sedih Guru Honorer, Dibayar Rp15 Ribu Sekali Ngajar

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
24 Desember 2015, 01.54 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kisah Sedih Guru Honorer, Dibayar Rp15 Ribu Sekali Ngajar
Perjalanan Saat menuju ke Tempat Tugas, Berjalan kaki sejauh 15 Km

JURNALPOST.com, PANGKEP - Pengabdian guru honorer diseluruh Indonesia mestinya diapresiasi oleh pemerintah. Salah satunya dengan memberikan kesejahteraan dengan memberikan gaji setara upah minimum kota/kabupaten.

Abdul Azis adalah alalah salah satu dari kesekian banyak Guru honorer yang berharap impiannya terwujud yakni diangkat menjadi CPNS. Baginya status sebagai PNS dianggap sebagai jalan menuju nasib yang lebih baik. Pasalnya, selama ini “upah” yang diterima sebagai Guru sukarela tidak seberapa.

IKLAN

Abdul Azis, misalnya. Guru honor yang mengabdikan diri pada salah satu sekolah Tepencil di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mengaku telah mengajar selama sebelas tahun. Bayaran dihitung per ngajar, yakni lima belas ribu yang diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

SMP 4 Minasa Tene
Baca Juga

Pengawas Sekolah Dorong Sinergi dan Peningkatan Mutu Pendidikan di SMP 4 Minasa Tene dan SD 60 Bung

“Kalau saya tiap bulan di gaji tiga ratus lima puluh ribu rupiah. Itupun harus menunggu 1 triwulan baru kami terima” ujarnya bercerita, kemarin pada Jurnalpos.com.

Abdul Azis Saat Mengajar di Kelas
Abdul Azis Saat Mengajar di Kelas

Untuk menambah memenuhi kebutuhan hidup, ia juga bekerja sebagai petani dan guru mengaji dikampungya. Karena apabila hanya mengadalkan pengasilan dari mengajar di sekolah jelas tidak akan mencukupi kebutuhan hidup ia dan keluarganya.

Meskipun gaji yang diterima bisa dikatakan tidak mencukupi, ia tak pernah patah semangat mengajar. Utamanya dalam mendidik murid-muridnya, karena selama bertahun-tahun mengajar ia merasa semakin cinta akan dunia pendidikan. Bahkan, tidak ada pikiran untuk meninggalkan pekerjaan yang mulia ini.

IKLAN

Ia berharap, semoga pemerintah lebih memperhatikan guru honorer. “Harapan untuk menjadi PNS tetap ada,” ujarnya.

MENPAN : PEMERINTAH TAK MUNGKIN TABRAK UU UNTUK ANGKAT HONORER K2
Baca Juga

MENPAN : PEMERINTAH TAK MUNGKIN TABRAK UU UNTUK ANGKAT HONORER K2

Guru pendidikan Agama Islam ini tak berharap banyak, ia hanya tak ingin ada perbedaan antara guru honorer dan PNS. Ini karena menurutnya, beban mengajar antara guru honorer dan PNS hampir sama. Bahkan ada guru honorer yang jam mengajarnya lebih banyak dari pada PNS.

Apabila tidak bisa diangkat menjadi PNS, ia dapat memamklumi hal tersebut dikarenakan jumlah honorer yang tidak sedikit. Tetapi dari sisi kesejahteraan tenaga honorer, pemerintah juga harus melihat perjuangan kami. “Semoga ada jaminan yang ril dari pemerintah bagi kesejahteraan guru honorer,” ucapnya.

Kisah Sedih Guru Honorer, Dibayar Rp15 Ribu Sekali Ngajar
Perjalanan Saat menuju ke Tempat Tugas, Berjalan kaki sejauh 15 Km

Sebagai guru di Daerah terpencil seharusnya ia mendapatkan upah tunjangan Daerah Khusus, Namun sampai saat ini ia belum pernah medapatkannya, padahal yang menjadi syarat untuk mendapatkan tunjangan tersebut hanya dengan memiliki NUPTK dan jumlah jam mengajar yang cukup. terangnya

“Kalau ada kerjaan lain lebih sejahtera, mungkin saya akan putar haluan. Tetapi saya berharap akan ada angin segar khususnya bagi guru honorer di tahun 2016,” ucap pria paru baya itu.

Anies Baswedan: Guru Honorer, Kalau Ingin jadi PNS Minta ke Pemda atau Kepsek
Baca Juga

Anies Baswedan: Guru Honorer, Kalau Ingin jadi PNS Minta ke Pemda atau Kepsek

Senada dengan honorer lainnya, Sahari. “Walaupun besaran honor yang diterima sangat jauh dari apa yang diharapkan, tetapi saya merasa senang dan bangga menjalani profesi ini. Tetapi alangkah baiknya nasib guru honorer dapat diperjelas. Seperti pengangkatan K2 yang sampai saat ini ditangguhan tanpa batas waktu, padahal kami sudah ingin terus mengabdi.”

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/kisah-sedih-guru-honorer-dibayar-rp15-ribu-sekali-ngajar/229/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.42 WITA

  • #Berita Pangkep
  • #CPNS
  • #Gaji Guru
  • #Guru Honor
  • #Guru Honorer
  • #K2
  • #PNS
  • #Upah Guru
  • #guru terpencil
  • #kesejahteraan guru
  • #pangkep
  • #pendidikan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan
  2. 2

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  3. 3

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  4. 4

    Rp144,82 Miliar Raib dalam Hitungan Jam: Ada Apa di Balik Pembobolan Bank Jambi?

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.