Bulukumba, JurnalPost.com - Perkembangan dunia digital membuka ruang luas bagi anak muda untuk berkarya. Hal itu dimanfaatkan Riswandi, pemuda asal Mattunggaleng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang menekuni dunia video dan fotografi sejak 2022.
Riswandi dikenal sebagai kreator konten yang fokus menghadirkan karya visual bernuansa storytelling. Bagi dia, kamera bukan sekadar alat dokumentasi, tetapi media untuk menyampaikan cerita, emosi, dan pesan dari setiap objek yang direkam.
Berbeda dari sebagian kreator muda yang memilih merantau ke kota besar, Riswandi justru menjadikan kampung halamannya sebagai sumber inspirasi. Keindahan alam, kearifan lokal, hingga kehidupan sosial masyarakat Bulukumba menjadi bagian penting dalam karya-karya visual yang ia hasilkan.
"Kamera dan lensa canggih hanyalah alat bantu, namun mata, rasa, dan kepekaan hati adalah penentu utama kualitas sebuah karya. Saya ingin membuktikan bahwa dari sudut Mattunggaleng, kita tetap bisa menghasilkan karya yang resonansinya terdengar luas ke berbagai penjuru," kata Riswandi.
Riswandi mengatakan, banyak cerita dan keindahan di sekitar masyarakat yang sebenarnya layak diabadikan. Menurutnya, karya visual tidak hanya soal gambar yang indah, tetapi juga bagaimana sebuah momen bisa menghadirkan makna bagi orang yang melihatnya.

"Ada begitu banyak keindahan dan cerita berharga di sekitar kita yang layak untuk diabadikan dan dibagikan kepada dunia," ujarnya.
Perjalanan Riswandi di dunia kreatif tidak berjalan instan. Ia mengasah kemampuan secara otodidak, mulai dari teknik pencahayaan, pengambilan sudut gambar, penyuntingan video, color grading, hingga penataan audio.
Konsistensi itu membuat karya-karyanya terus berkembang. Portofolio visual Riswandi kini semakin matang, memiliki karakter, dan menampilkan ciri khas tersendiri.
Ke depan, Riswandi berharap karya-karyanya tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga dapat menjadi arsip digital untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Bulukumba. Ia juga ingin membuka ruang kolaborasi dengan komunitas kreatif yang lebih luas.
Riswandi berharap langkahnya bisa menjadi motivasi bagi anak muda di daerah untuk berani berkarya. Menurutnya, keterbatasan lokasi bukan alasan untuk berhenti menghasilkan karya yang bernilai.
"Anak muda di daerah juga punya peluang yang sama untuk berkembang. Yang penting berani memulai, terus belajar, dan konsisten berkarya," tuturnya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda