Penulis: Rina Rachmawati – Dosen Politeknik Negeri Malang
JurnalPost.com - Visualisasi produk makanan yang dijual melalui media sosial tidak hanya harus cantik, melainkan juga mampu menggugah selera konsumen. Foto produk sebaiknya memiliki pencahayaan yang tepat, latar belakang foto yang bersih, penggunaan tone warna asli yang jelas, serta memiliki resolusi yang tinggi. Ketidakpahaman dalam proses pengambilan foto produk ini lah yang menjadi kendala utama pemilik UMKM opak jepit Mekar Sari, Masruroh, dalam meningkatkan strategi branding dipasar digital secara optimal.
UMKM opak jepit Mekar Sari yang berlokasi di kecamatan Mojoagung kabupaten Jombang ini mengalami keterbatasan dalam proses pemasaran produknya secara luas. Pemilik UMKM tidak berani memanfaatkan media sosial dalam manajemen pemasarannya karena merasa tidak mampu menghasilkan foto produk yang bagus. Hal ini tentu saja mengakibatkan produk-produknya hanya mampu menjangkau konsumen yang merupakan tetangga sekitar rumahnya selama bertahun-tahun. Adapun beberapa reseller juga memasarkan produk-produk dari UMKM ini ke toko atau pasar terdekat saja.
“Produk jualan saya hanya dijual didekat rumah saja karena saya tidak tahu caranya berjualan online. Saya dan karyawan saya juga tidak bisa bikin foto produk yang cantik kayak (foto produk) milikorang-orang,” ujar Masruroh.
Melihat kendala yang dialami pemilik UMKM tersebut, civitas akademika Politeknik Negeri Malang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan pelatihan food photography sebagai upaya peningkatan strategi branding berbasis digital. Kegiatan yang diketuai oleh Abd. Muqit dan lima anggotanya (Ayu Sulasari, Tirto Unarto, Ahsani Maulidina, Rina Rachmawati, dan Jatrifia Ongga Sinatrya) ini mengundang narasumber sebagai pemateri pelatihan dan dihadiri oleh pemilik UMKM opak jepit Mekar Sari beserta enam karyawannya yang merupakan ibu-ibu tetangga sekitar rumah produksi.
Pelatihan ini memperkenalkan pelaku UMKM pada teknik pengambilan foto produk yang estetik sehingga secara visual mampu menarik minat konsumen agar dapat mencakup jangkauan pasar yang lebih luas. Pemateri mengajarkan tentang teori visual seperti apa yang dapat dihasilkan dan sesuai dengan citra brand sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dengan tampilan visual yang jelas, higenis, dan menggugah selera.. Tips dan trik dalan meningkatkan daya tarik produk dan nilai jual melalui foto dan konten visual yang menarik serta menggugah selera konsumen juga diulas dalam pelatihan tersebut.
Menurut Abd. Muqit selaku dosen dan ketua tim pengabdian masyarakat, opak jepit merupakan salah satu camilan yang banyak diminati masyarakat. Namun, camilan ini sudah mulai jarang ditemukan di kota-kota besar karena keterbatasan UMKM dalam memasarkan produknya secara digital. Dengan kemampuan dalam memahami teknik food photography, diyakini mampu meningkatkan branding UMKM opak jepit sehingga mampu dijual secara online dengan foto produk yang menggugah selera melalui media sosial. Tentu saja harapannya opak jepit mampu menembus pasar nasional dan lebih dikenal lagi sebagai camilan khas Indonesia.
Pelatihan food photography semacam ini sebaiknya juga banyak diselenggarakan, khususnya dalam membantu UMKM yang produknya memiliki potensi penjualan yang besar namun tidak memiliki visualisasi produk yang estetik. Pemanfaatan strategi branding berbasis digital juga perlu diperkenalkan ke banyak UMKM sebagai upaya dalam memanfaatkan digitalisasi manajemen pemasaran produk lokal. Meskipun produk makanan dijual dengan harga murah, apabila dijual dengan visualisasi yang menarik melalui online tentu akan mampu menarik lebih banyak jangkauan pasar.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda