Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Pengaruh Penggunaan AI terhadap Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Era Digital

Pengaruh Penggunaan AI terhadap Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Era Digital

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
20 Desember 2025, 09.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pengaruh Penggunaan AI terhadap Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Era Digital

JurnalPost.com - Perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan dengan memberikan kemudahan, efisiensi, serta peluang pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. AI dimanfaatkan secara luas oleh mahasiswa dalam mencari sumber belajar, menyusun karya akademik, hingga mendukung proses evaluasi pembelajaran. Meskipun berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan keterampilan abad ke-21, penggunaan AI yang berlebihan dan tidak kritis berpotensi menimbulkan ketergantungan yang berdampak pada penurunan kemampuan berpikir kritis. Pemanfaatan AI dalam pendidikan perlu diarahkan secara bijak, etis, dan proporsional sebagai alat pendukung berpikir, bukan pengganti proses berpikir, agar tetap sejalan dengan tujuan utama pendidikan dalam membentuk peserta didik yang analitis, reflektif, dan mandiri di era digital.

Frekuensi dan Bentuk Penggunaan AI dalam Kegiatan Belajar terhadap Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ketergantungan pada AI sering kali membuat siswa menerima jawaban secara instan tanpa melalui proses analisis, evaluasi, verifikasi sumber, maupun refleksi mandiri, sehingga indikator berpikir kritis sebagaimana dikemukakan oleh Facione meliputi interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi, eksplanasi, dan regulasi diri tidak berkembang secara optimal. Pemanfaatan AI yang bersifat substitutif, seperti menjawab soal, menyusun esai, atau merangkum materi tanpa pemahaman mendalam, berpotensi menggeser aktivitas berpikir yang seharusnya dilakukan oleh siswa dan melemahkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Ditinjau dari taksonomi Bloom, praktik tersebut cenderung menahan siswa pada level kognitif rendah, tanpa mendorong kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Oleh karena itu, AI perlu diposisikan sebagai alat pendukung pembelajaran yang memperkaya proses eksplorasi, penalaran, dan refleksi, dengan dukungan strategi pedagogis yang tepat agar pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa tetap terjaga di era digital.

IKLAN

Integrasi Penggunaan AI Secara Bijak terhadap Pengurangan Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Integrasi AI dalam pendidikan tidak sekadar menghadirkan inovasi teknologi, tetapi memiliki potensi strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik apabila diterapkan secara tepat. AI dapat dimanfaatkan untuk merancang pertanyaan berpikir tingkat tinggi (HOTS), mengeksplorasi berbagai alternatif pemecahan masalah, serta mendukung model pembelajaran berbasis masalah dan proyek seperti Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PJBL), yang menuntut siswa menganalisis, mengevaluasi, dan merumuskan solusi secara mandiri. Pemanfaatan AI, termasuk melalui penerapan prompt engineering dalam penggunaan platform seperti ChatGPT, memungkinkan pendidik menghasilkan stimulus pembelajaran berkualitas tinggi sekaligus meningkatkan efisiensi pengajaran, sehingga guru dapat lebih fokus pada penguatan proses belajar. Selain itu, strategi diskusi reflektif berbasis keluaran AI mendorong siswa untuk menilai, membandingkan, dan merefleksikan informasi secara kritis, sehingga keterlibatan kognitif tetap terjaga. Keberhasilan integrasi AI sangat bergantung pada peran aktif pendidik sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran yang memastikan pemanfaatan teknologi tetap selaras dengan tujuan pendidikan, nilai etika, dan karakteristik peserta didik.

Confident Dealer Amid Cars and Motorcycles
Baca Juga

Menghadapi Era Digital dan AI: Ketika Bisnis Rumahan Tidak Lagi Boleh Berpikir Rumahan

Implikasi Penggunaan AI terhadap Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Meskipun kecerdasan buatan (AI) menawarkan kemudahan dan efisiensi dalam akses informasi serta penyusunan teks, ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi ini berpotensi melemahkan kemampuan literasi, argumentasi, dan keterlibatan kognitif peserta didik. Penggunaan AI yang menggantikan proses berpikir, refleksi, verifikasi sumber, dan evaluasi kritis dapat mengurangi minat baca, melatih kebiasaan menerima jawaban secara pasif, serta menghambat perkembangan literasi kritis dan daya argumentatif yang menjadi fondasi utama dunia akademik dan profesional. Fenomena cognitive offloading, di mana beban berpikir dialihkan kepada sistem AI, turut berkontribusi pada menurunnya kemampuan berpikir tingkat tinggi, kemandirian belajar, dan tanggung jawab intelektual mahasiswa. Praktik penggunaan AI yang tidak etis juga berisiko merusak integritas akademik dengan menggeser orientasi belajar dari proses intelektual menuju pencapaian hasil instan. Dalam jangka panjang, ketergantungan tersebut dapat melemahkan disiplin mental, ketekunan intelektual, serta kemampuan menyelesaikan persoalan kompleks secara mandiri, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Padahal, kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial dalam menghadapi tuntutan dunia kerja modern yang dinamis, sehingga pemanfaatan AI dalam pendidikan perlu dikendalikan secara pedagogis dan etis agar berfungsi sebagai sarana pendukung berpikir, bukan pengganti proses penalaran manusia.

PENULIS: Eric Satria Pratama I S1 Hukum I Universitas Muhammadiyah Malang

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/pengaruh-penggunaan-ai-terhadap-penurunan-kemampuan-berpikir-kritis-siswa-di-era-digital/89324/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.58 WITA

  • #Artificial Intelligence
  • #Era Digital
  • #Penggunaan AI

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya
  2. 2

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  3. 3

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  4. 4

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  5. 5

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.