MAKASSAR, JURNALPOST.COM - Pengerjaan proyek Underpass Simpang Lima Mandai akan memasuki tahap pengerjaan jalan utama. Menurut rencana tanggal 15 Maret mendatang, jalan utama (jalan poros) akan ditutup total untuk dikakukan pengeboran guna pembuatan jalan underpass. Untuk itu, pihak terkait seperti Balai Besar Pelaksanan Jalan Nasional (BBPJN) VI Makassar, kontraktor, Dishub dan pihak Dirlantas telah merencanakan rekayasa lalu lintas selama pengerjaan proyek tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Metropolitan BBPJN BI Makassar, Undepass, Marlin Ramli, mengatakan, secara keseluruhan dari arah Makassar masih ada kurang lebih sepanjang 30 meter di sisi kanan jalan dari yang belum dirigid (dibeton). Hal ini karena ada beberapa jalan akses masyarakat dengan mobilitas tinggi yang tidak bisa langsung ditutup.
Selain itu ada beberapa sta yang umur betonnya belum bisa untuk dilalui (open traffic), tetapi pihaknya sudah membuatkan oprit (jalan akses) untuk masuk ke jalan samping (frontage).
"Tapi sambil jalan, ketika umur beton ini sudah cukup, akan langsung dilakukan open traffic pada jalan akses tersebut mulai di sta 0," kata Marlin.
"Masalah lainnya juga, yaitu di sisi kiri jalan arah dari Makassar masih ada lahan di sta 100 yang masih bermasalah karena itu lahan sengketa dan beberapa titik lahan lainnya. Sebenarnya putusan pengadilan sudah ada, dan tanggal 25 februari kemarin sudah dieksekusi oleh petugas, tapi sampai saat ini masih ada pedagang yang berjualan disana. Tapi kita sudah buatkan oprit (jalan akses) untuk masuk di jalan frontage di sta 300," paparnya, Jum'at (11/3).
Rencananya, tambah Marlin, tanggal 12 nanti sudah akan dilakukan uji coba penutupan jalan utama dan mengarahkan arus kendaraan ke jalan frontage, tetapi akses di jalan existing masih difungsikan. Nanti pada tanggal 15 Maret, baru dilakukan penutupan total.
"Rencanya kan pengeboran itu akan dilakukan di main road tepatnya di sta 375 ke arah simpang lima Mandai, jadi arus kendaraan kita alihkan ke jalur frontage," terangnya.
Terkait beberapa titik lokasi yang masih bermasalah, anggota DPRD provinsi Sulsel, Kadir Khalid, mengatakan, hal itu sebenarnya sudah diproses di pengadilan (konsinyasi). Hanya saja menurutnya pihak pemilik lahan meminta agar diberikan lahan dan rumah di jalan poros sebagai pengganti lahannya yang digunakan untuk pembangunan jalan.
"Kita akan ikuti langkah dan prosedur yang ada. Kita juga berharap masalah ini bisa segera selesai. Ini kan untuk masyarakat juga," kata Kadir, saat meninjau langsung lokasi pembangunan Underpass di simpang lima Mandai bersama anggota Komisi D DPRD Sulsel lainnya.
Sebelumnya, Deputy Project Manager proyek Underpass, Rizki Jatiwasesa, menjelaskan, posisi penutupan dari arah Makassar ke Maros akan dibuat pengalihan di Sta 250 atau di samping Alfa Midi. Jalur lalu lintas akan beralih pada jalan samping (frontage) yang sudah dibuat. Sedangkan untuk arus dari arah Maros menuju ke Makassar, akan dibuatkan di sta 200 atau di area pasar Mandai.
"Arus itu akan beralih dari simpang menuju frontage dan kemudian ke aspal existing sekarang. Jadi ada oprit untuk pengalihan kendaraan ke jalan frontage yang telah disediakan. Panjang oprit 32 meter dan lebar 8 meter," terangnya.
Selain itu, lanjutnya, akan dibuatkan jalur untuk arah putar balik, sebagai langkah antisipasi kepadatan berlebih. Tetapi, jalan putar balik yang akan disediakan nantinya bersifat buka tutup.
"Hanya pada kondisi tertentu baru dibuka," ungkapnya.
Selain itu juga, pihaknya akan menambahkan traffic light pada beberapa titik. Serta traffic light untuk dua lajur, yakni dari Tol yang akan lurus ke Bandara, dan dari arah Makassar ke Maros.
"Trafficnya kami lihat lebih banyak kendaraan dari arah Makasar-Maros. Dari tol sisi kiri yang ingin putar balik, juga akan kami berikan traffic light," ungkapnya.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan (BBPJN) Metropolitan Makassar, Rahman Djamil mengatakan fase lalu lintas tersebut, akan terus dievaluasi setelah dilakukan uji coba.
"Kita lakukan uji coba. Ini belum permanen. Nanti kita tetap evaluasi," ujarnya.
Ia mengatakan jalur arus lalu lintas yang telah dibuat tersebut, telah melalui diskusi bersama dengan pihak Dirlantas, Dinas Perhubungan, Pihak Tol dan Bandara. (fo)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda