JurnalPost.com - Malaysia kembali menjadi pusat perayaan budaya Jawa dengan terselenggaranya Festival Wong Jowo 2025 di Keraton Mbah Anang, Muar, Johor pada tanggal 13-14 September 2025. Acara ini sukses menghadirkan suasana khas Jawa yang kental, sekaligus menjadikan momen kolaborasi antara Malaysia dan Indonesia dalam semangat kebersamaan dan pelestarian warisan budaya.
Sebanyak 16 mahasiswa Program Proyek Kemanusiaan dengan nama “Tyasmalaka Batch 1” dari Program Studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), tampil sebagai aktor utama dalam pelestarian budaya Jawa di kancah internasional melalui partisipasi penuh mereka di festival dua tahunan tersebut. Kehadiran mereka bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai penggerak utama yang menghidupkan berbagai elemen tradisi Jawa.
Sejak hari pertama, mahasiswa UNESA terlibat aktif dalam Rewang, tradisi gotong royong khas Jawa yang menjadi pembuka simbolis festival. Mereka turun langsung bersama warga Kampung Parit Bugis, memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi fondasi budaya Jawa sekaligus membangun jembatan persaudaraan antarbangsa.
“Kehadiran mahasiswa UNESA benar-benar menghidupkan semangat wong Jowo yang sesungguhnya. Mereka tidak datang hanya untuk tampil, tapi untuk berbaur, belajar, dan berbagi. Inilah bentuk nyata pelestarian budaya yang berkelanjutan,” ujar Johar bin Paimin (Wak Djoe), selaku penanggung jawab acara Festival Wong Jowo 2025.

Kontribusi terbesar mereka terlihat dalam penyelenggaraan kelas budaya terbuka yang menjadi salah satu daya tarik utama festival. Mahasiswa UNESA menginisiasi dan memandu Kelas Bahasa Jawa, yang dirancang untuk memperkenalkan struktur bahasa, kosakata, serta ungkapan-ungkapan budaya kepada masyarakat setempat dan pengunjung internasional. Tak hanya itu, mereka juga berkolaborasi erat dengan Gamelan Nadasukma Malaysia dalam Kelas Gamelan Jawa, memadukan pengetahuan akademis dengan praktik langsung guna memastikan keberlanjutan seni musik tradisional ini di luar Indonesia.
Sebagai ketua dari Tyasmalaka Batch 1, Rai Sayudha menyampaikan bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran luar kelas yang tak ternilai. “Kami datang bukan hanya membawa ilmu dari kampus, tapi juga membuka diri untuk belajar dari komunitas Jawa di Malaysia. Di sini, kami menyadari bahwa budaya Jawa itu tidak terbatas oleh batas negara. Tugas kami adalah menjaganya agar tetap bernapas,” ujarnya.
Puncak keterlibatan mereka terjadi pada Malam Tresno Budoyo yaitu malam kedua festival, di mana mahasiswa UNESA tampil sebagai dalang dan penata dalam pertunjukan Wayang Kulit Purwa yaitu sebuah kesenian yang membutuhkan penguasaan mendalam atas bahasa, sastra, filosofi, dan teknik pertunjukan. Pertunjukan ini dipadukan secara harmonis dengan iringan gamelan dan elemen silat, menciptakan pengalaman budaya Jawa yang utuh dan otentik. Inisiatif ini mendapat apresiasi luas dari tokoh seni nasional Malaysia seperti Uji Rashid, J Mizan, dan Shafie Rio, serta dari seniman ASWARA yang turut terlibat.
Keberadaan mahasiswa UNESA di festival ini bukan hanya sebagai wujud pengabdian masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari misi diplomasi budaya. Mereka membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu menjadi duta budaya yang efektif di luar negeri, sekaligus menjawab tantangan globalisasi dengan memperkuat identitas lokal melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Kehadiran mereka juga diapresiasi langsung oleh para tamu kehormatan, termasuk Rosnan Abdul Rahman (Wakil Ketua Pengarah, Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara), Rashid bin Abdullah (Kepala Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negeri Johor), serta Ts. Dr. Nor Azizi bin Yusoff dari Muar Living Lab, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), yang menekankan pentingnya keterlibatan akademisi muda dalam pelestarian warisan budaya transnasional.
Dengan semangat Proyek Kemanusiaan, mahasiswa UNESA tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menghidupkannya, membaginya, dan menjadikannya jembatan antarbangsa yang penuh makna.
Pengarang : Fajarudin Aulia' Baihaqi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda