Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Banyak Siswa Lancar Membaca, Tapi Kurang Memahami Bacaannya, Begini Solusinya

Banyak Siswa Lancar Membaca, Tapi Kurang Memahami Bacaannya, Begini Solusinya

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
15 Oktober 2016, 20.44 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Banyak Siswa Lancar Membaca, Tapi Kurang Memahami Bacaannya, Begini Solusinya
Para assessor USAID PRIORITAS sedang mengukur kemampuan membaca siswa sekolah dasar di Bantaeng

Jurnalpost - Program USAID PRIORITAS melakukan penilaian kemampuan membaca kelas awal (Early Grade Reading Assesment) terhadap 15.941 orang siswa kelas 3 yang disampel di tujuh provinsi dampingan di Indonesia mulai tahun 2012-2015. Tujuh provinsi tersebut yaitu Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Hasil dari penilaian tersebut menunjukkan bahwa banyak anak yang disampel oleh program PRIORITAS lancar membaca namun kurang memahami makna teks yang dibaca. Pemahaman membaca siswa yang disampel rata-rata masih dibawah 80 %.

Para assessor USAID PRIORITAS sedang mengukur kemampuan membaca siswa sekolah dasar di Bantaeng

IKLAN

Menurut Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS, hasil penelitian tersebut perlu ditanggapi secara serius oleh pemerintah daerah dan stakeholder terkait pendidikan. “Kemampuan memahami bacaan akan mempengaruhi pencerapan siswa selama pembelajaran. Siswa juga akan sulit mengembangkan skill-skil lainnya yang seringkali hanya bisa diperoleh dengan jalan membaca,” ujarnya (15/10/2016).

Begini Cara Sederhana Tumbuhkan Kemampuan Menulis Siswa
Baca Juga

Begini Cara Sederhana Tumbuhkan Kemampuan Menulis Siswa

Kalau tidak paham bacaannya, menurutnya, tidak mengerti dengan baik instruksi dalam bacaan, siswa akan cenderung semakin menurun prestasi dan kemampuannya saat naik ke kelas-kelas selanjutnya. “Semakin naik kelas, informasi yang akan didapat semakin kompleks dan rumit. Mereka yang kurang memiliki skill membaca dan memahami bacaan akan semakin ketinggalan dalam pembelajaran dan dalam ketrampilan lainnya,” ujarnya.

IKLAN

Menurut Feiny Sentosa, Wakil Direktur Program USAID PRIORITAS Indonesia, assessmen kemampuan membaca dengan EGRA merupakan langkah awal untuk merancang program yang tepat untuk meningkatkan skill membaca. “EGRA mengandung 5 sub-tugas asesmen, yaitu, mengenal nama huruf, membaca kata-kata yang bermakna, membaca kata-kata yang tidak bermakna, membaca teks (kelancaran) dan menjawab pertanyaan tentang teks (pemahaman), dan pemahaman menyimak. Dengan melihat hasil olah data terhadap kelima aspek sub-tugas tersebut, program-program apa yang terbaik di sekolah bisa dirancang,” ujarnya.

Menurut Jamaruddin, dalam mengajarkan membaca pada siswa kelas awal, pendekatan menghapal kata sudah mulai harus ditinggalkan. “Menghapal kata membuat siswa lancar membaca, tapi tidak berkontribusi maksimal terhadap kemampuan siswa memahami bacaan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitian dan praktek yang diterapkan USAID PRIORITAS, kelas yang kuat dalam membangun pemahaman membaca adalah kelas yang gurunya mau mengubah metode mengajar berdasarkan feed back yang diterima dari siswa, yang melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran.

Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa
Baca Juga

Guru Didorong Menilai Lebih Objektif terhadap Kemampuan Siswa

Salah satu cara untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran membaca adalah dengan mengadakan kegiatan prediksi sebelum membaca dan merangkum bacaan setelah membaca. “Prediksi bisa dilakukan dengan banyak strategi, misalnya memprediksi kata atau bacaan lewat gambar di sampul buku, di halaman buku dan sebagainya sebelum membaca. Program merangkum bisa gunakan prinsip 5W IH,” ujar Jamaruddin.

Namun hal yang paling penting juga adalah sekolah perlu menambah jam khusus untuk membaca. “Program membaca 15 menit sebelum pembelajaran yang dicanangkan pemerintah sangat mendukung hal ini. Di beberapa sekolah binaan USAID PRIORITAS bahkan tiap sabtu ada tambahan jam khusus yang biasanya satu untuk peningkatan ketrampilan literasi, yang isinya membaca, merangkum dan menceritakan isi bacaan,” ujar Jamar.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/banyak-siswa-lancar-membaca-tapi-kurang-memahami-bacaannya-begini-solusinya/3289/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.44 WITA

  • #Feiny Sentosa
  • #Lancar Membaca
  • #Siswa
  • #USAID PRIORITAS

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Pilihan Editor

  1. 1 Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah
  2. 2

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  5. 5

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.