JAKARTA, JurnalPost.com — Pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk mengenali risiko hipertensi sejak dini. Namun, masih banyak masyarakat yang baru melakukan pemeriksaan ketika mulai merasakan keluhan kesehatan.
Upaya meningkatkan kesadaran tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2026 Poltekkes Kemenkes Jakarta II Jurusan Teknik Elektromedik di Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Kegiatan bertajuk “Literasi Teknologi Kesehatan untuk Pemeriksaan Tekanan Darah dalam Mendukung Pencegahan Penyakit Tidak Menular” tersebut dilaksanakan di RPTRA Manuver pada 10 Juni 2026.
Sebanyak 60 kader Posyandu dan Posbindu mengikuti kegiatan yang memadukan edukasi mengenai pemeriksaan tekanan darah dengan praktik penggunaan tensimeter digital. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara memilih, menggunakan, hingga memelihara alat pengukur tekanan darah secara tepat.
Tensimeter Digital Semakin Dekat dengan Masyarakat
Perkembangan teknologi membuat tensimeter digital semakin mudah diperoleh dan digunakan secara mandiri di rumah. Jika sebelumnya alat pengukur tekanan darah lebih banyak dijumpai di fasilitas pelayanan kesehatan, kini masyarakat dapat melakukan pemantauan secara lebih praktis.
Meski demikian, kemudahan memiliki tensimeter belum tentu diikuti dengan penggunaan yang benar. Posisi tubuh ketika diperiksa, pemasangan manset, prosedur pengukuran, hingga kondisi alat dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
Masyarakat juga diingatkan untuk lebih cermat ketika membeli tensimeter melalui marketplace. Selain harga, konsumen perlu memperhatikan keaslian produk, izin edar atau legalitas, produsen, serta spesifikasi perangkat sebelum melakukan pembelian.
Ketua Tim PKM, Dr. Ernia Susana, S.T., M.Si., mengatakan literasi teknologi kesehatan bagi masyarakat dan kader menjadi penting agar penggunaan alat kesehatan tidak hanya sebatas mengetahui cara mengoperasikannya.
Menurutnya, masyarakat juga perlu memahami cara memilih sekaligus merawat tensimeter agar tetap berfungsi dengan baik. Pemeliharaan tersebut antara lain meliputi cara penyimpanan, kebersihan alat, kondisi baterai dan manset, serta pemeriksaan atau kalibrasi sesuai kebutuhan.
Kader Kesehatan Jadi Penggerak di Masyarakat
Kader kesehatan dinilai memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan Posyandu dan Posbindu. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan PKM diharapkan dapat diterapkan sekaligus disebarluaskan kepada warga.
Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan, Tim PKM juga menyerahkan bantuan tensimeter digital guna menunjang pelayanan pemeriksaan dan pemantauan tekanan darah masyarakat di wilayah Meruya Selatan.
Lurah Meruya Selatan, Muhamad Maizar, S.E., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama antara pihak kelurahan, kader kesehatan, dan Poltekkes Kemenkes Jakarta II dapat terus berlanjut.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mencakup pendampingan dalam penggunaan dan pemeliharaan alat kesehatan hingga fasilitasi kalibrasi tensimeter.
Pencegahan Hipertensi Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Pencegahan hipertensi tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kebiasaan mengetahui dan memantau tekanan darah secara berkala dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.
Pemeriksaan yang dilakukan dengan prosedur tepat dan menggunakan alat yang sesuai membantu masyarakat lebih mengenali kondisi tubuh sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tidak menular.
Melalui kader yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai, penggunaan tensimeter yang tepat, serta kebiasaan melakukan pemeriksaan secara rutin, kesadaran masyarakat terhadap pencegahan hipertensi diharapkan semakin meningkat.
Penulis: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Jakarta II, 2026.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda