Kegiatan pengabdian masyarakat Jurusan Akuntansi Polinema bagi pelaku UMKM di Kampung Wisata Tempe Sanan berupa edukasi pemasaran digital berbasis e-commerce dan marketplace, Malang, 11 Juli 2026. (ist)
Malang, JurnalPost.com – Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Malang (Polinema) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kampung Wisata Tempe Sanan, Kota Malang, untuk memperluas pemasaran melalui platform digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertajuk “Edukasi Pemasaran Digital Berbasis E-Commerce dan Marketplace untuk Mendukung Ekspansi Pasar Produk UMKM di Kampung Wisata Tempe Sanan Kota Malang”.
Kegiatan yang berlangsung di Politeknik Negeri Malang pada Sabtu, 11 Juli 2026, itu diikuti oleh 25 pelaku UMKM dari Kampung Wisata Tempe Sanan.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi masih terbatasnya pemanfaatan platform e-commerce dan marketplace oleh sebagian pelaku UMKM Sanan. Padahal, produk tempe dan keripik tempe khas kawasan tersebut telah dikenal luas dan dinilai memiliki peluang besar untuk dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas melalui kanal digital.
Melalui kegiatan ini, Tim PPM Jurusan Akuntansi Polinema berupaya meningkatkan literasi digital para pelaku usaha agar mampu menggunakan berbagai platform pemasaran daring secara mandiri.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya pemasaran digital, konsep e-commerce dan marketplace, serta peluang pemanfaatan media sosial dan aplikasi layanan pesan-antar makanan untuk mendukung penjualan produk.
Narasumber juga memaparkan langkah-langkah penggunaan sejumlah platform digital, antara lain TikTok Studio untuk mengelola konten dan mendukung penjualan melalui TikTok Shop, Shopee Partner sebagai sarana menjadi mitra penjual, serta GoFood Merchant dan Grab Merchant untuk mendaftarkan dan mengelola usaha kuliner pada layanan pesan-antar daring.
Narasumber memaparkan langkah-langkah penggunaan e-commerce dan marketplace kepada peserta UMKM Kampung Wisata Tempe Sanan di Politeknik Negeri Malang. (ist)
Meski kegiatan belum disertai praktik langsung mengunggah produk ke setiap platform, peserta tetap mendapatkan penjelasan mengenai alur pendaftaran akun, tata cara menampilkan produk, hingga strategi dasar promosi digital.
Para peserta juga diingatkan mengenai pentingnya menjaga konsistensi dalam membuat konten serta menampilkan foto dan informasi produk secara menarik agar mampu bersaing di pasar digital.
Salah satu pelaku usaha keripik tempe Sanan, Sumilah, mengatakan materi yang disampaikan memberikan pengetahuan baru dan dapat diterapkan dalam pengembangan usahanya.
“Ini adalah ilmu baru yang sangat bermanfaat bagi pengusaha dan pelaku UMKM keripik tempe Sanan. Ini bisa kita aplikasikan. Hal baru ini mungkin akan menambah pendapatan kita sebagai pelaku usaha,” ujar Sumilah.
Peserta lainnya, Uswatun, menyampaikan bahwa platform seperti Shopee sebenarnya telah dikenal oleh masyarakat Sanan. Namun, belum seluruh pelaku usaha memanfaatkannya secara maksimal.
“Terima kasih atas pemaparannya. Sebenarnya di Sanan juga sudah ada yang menggunakan Shopee, tetapi belum semuanya. Di sini kami sudah diberikan ilmu dan akan mencoba menerapkannya,” ungkap Uswatun.
Ia berharap kegiatan edukasi pemasaran digital dapat lebih sering diselenggarakan untuk mendukung perkembangan usaha masyarakat.
“Semoga bisa menjadi pembuka pintu rezeki bagi kami agar lebih berkembang dan kegiatan seperti ini bisa sering diadakan,” tambahnya.
Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Wisata Tempe Sanan, Mujiono, turut mengapresiasi edukasi yang diberikan oleh Tim PPM Jurusan Akuntansi Polinema.
“Terima kasih atas edukasinya. Dari yang sebelumnya tidak tahu, sekarang menjadi tahu. Semoga teman-teman bisa mencoba dan membuka peluang rezeki bagi kita,” katanya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang secara rutin diselenggarakan Jurusan Akuntansi Polinema untuk mendampingi pelaku UMKM di berbagai wilayah Kota Malang.
Peserta UMKM Kampung Wisata Tempe Sanan foto bersama Tim Pengabdian Jurusan Akuntansi Polinema usai mengikuti kegiatan edukasi pemasaran digital di Politeknik Negeri Malang. (ist)
Melalui edukasi pemasaran digital berbasis e-commerce dan marketplace, para pelaku UMKM Kampung Wisata Tempe Sanan diharapkan tidak hanya mengandalkan penjualan secara konvensional, tetapi juga mampu memperluas pasar dan mengembangkan usahanya melalui platform digital.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara Tim PPM Jurusan Akuntansi Polinema dan seluruh peserta UMKM Kampung Wisata Tempe Sanan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda