Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Daerah
  3. Karaengta Institute Bincang Budaya di Graha Pena Fajar

Karaengta Institute Bincang Budaya di Graha Pena Fajar

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
27 Januari 2016, 21.38 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Karaengta Institute Bincang Budaya di Graha Pena Fajar

JURNALPOST.COM - Karaengta Institute menggelar diskusi budaya di Aula Mini Graha Pena Fajar Jalan Urip Sumoharjo Rabu, (27/1/2016). Mengangkat tema "Refleksi kearifan, masihkah kita berbudaya" kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Halilinta Latif (Antropolog), Wawan Mattaliu (Budayawan dan anggota DPRD Sulsel) dan Drs. H. Jufri Rahman, M.Si (Kepala dinas kebudayaan & Parawisata Sulsel). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 peserta yang sebagian besar dari berasala dari kalangan pemuda dan mahasiswa.

Ketua panitia, Ashabul Kahfi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak terlaksana atas kerjasama yang padu dari anak muda pecinta budaya. Melalui kegiatan ini katanya, ia berharap dapat membangun kepedulian masyarakat khususnya kalangan muda dalam hal kebudayaan. Kebudayaan adalah karya, ia harus selalu dihidupkan," jelas kahfi.

IKLAN

Direktur Karaengta Institute, Rizal Pauzi mengatakan bahwa saat ini ketika mahasiswa dibatasi 4 tahun di kampus harus selesai, maka butuh ruang baru untuk mengasah nalar kritis mahasiswa. Olehnya itu dia mengharapkan, Karaenta institute lahir dengan sembuh spirit membangun tradisi literasi dengan lapas Iqra (Membaca). "Karena perjuangan butuh wadah, maka karaengta menjawab itu dengan "Gagasan terbuka" dan tanpa menungungkung dengan mekanisme yang rumit," tandas rizal.

sosaial media
Baca Juga

Berbeda Budaya, Bukan Berarti Harus Bermusuhan: Mengatasi Prasangka di Media Sosial

Sementara Wawan Mattaliu, dalam pemaparan materinya mengungkapkan motto yang biasa yang disampaikan oleh orang dulu yaitu biar lambat yang penting selamat, motto itu katnya, ketika melihat sekarang tidak lagi berlaku, yang berlaku sekaarag adalah bagaimana kegiatan itu cepat selesai tidak dilihat lagi entah kita selamat atau tidak. Menurutnya, Kebudayaan itu harus dijadikan sebagaiidentitas atau nilai yang melekat pada diri setiap manusia.

IKLAN

Senada dengan Wawan, Jufri Rahman, mengemukakan bahwa ada dua nilai ketika bercerita tentang budaya. Pertama nilai injibel, yaitu yang dapat dilihat, diraba, sedangkan yang kedua adalah intenjibel, yaitu nilai yang tidak telihat tapi dibutuhkan. "Olehnya itu ketika dikaitkan dengan budaya ini maka kebudayaan kita tidak bisa diperjualbelikan, tetap diasah dan dijaga seperti juga siri na pacce".

Dr. Halilintar Latif dia menjelaskan bahwa menurut tema yang diangkat adalah pertanyaan propokator. lanjut dari pada itu bahwa Adat kajang dulunya tidak masuk hp tapi sekarng sudah masuk karna mengikuti arus, karna cepat atau lambat akan beruba, jelasya.

Lebih lanjut sambung Halilintar, "Sekarang malu kalau kita tidak bisa bahasa Inggris, tapi tidak malu ketika kita tidak pintar bahasa Bugis atau bahasa daerahnya, padahal bahasa Inggris adalah budaya orang asing, karna kebudayaan tidak bisa mati budaya itu tetap dipertahankan," tandasnya.

Belajar Matematika dari Kerajinan Lokal
Baca Juga

Pemanfaatan Anyaman Pandan Sebagai Media Pembelajaran Matematika Berbasis Kearifan Lokal Aceh Timur

Dalam kesimpulan diskusi, ketiga pembicara ini mengharapkan agar kebudayaan itu tetap dilestarikan. Budaya tidak boleh terhapus dengan masukya paham-paham orang asing, apalagi saat ini era ekonomi ASEAN, sebuah fakta yang tidak bisa lagi ditolak. (Basri)

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/karaengta-institute-bincang-budaya-di-graha-pena-fajar/816/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.23 WITA

  • #Budaya
  • #Graha Pena
  • #Karaengta

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ratusan Warga Meriahkan Bulan Bakti Karang Taruna di Barru, UMKM Lokal Ikut Dilibatkan

Hadiri Pelantikan Pengurus PPP Barru, Bupati Andi Ina Tekankan Sinergi Politik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kekeringan Melanda Blora, PPSDM Migas Salurkan Bantuan Air Bersih ke Empat Wilayah Sekitar Cepu

Kepala Daerah Adu Keahlian Masak Nasi Goreng di HUT ke-357 Sulsel, Bupati Barru Turut Hadir

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Pilihan Editor

  1. 1 Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya
  2. 2

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

  3. 3

    Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  4. 4

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.