Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

  2. Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  3. Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  4. Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

  5. Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  1. Beranda
  2. Nasional
  3. Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

Kepala BSSN Dorong Ketahanan Siber ASEAN, Soroti Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum

Foto profil Shella Paramitha
Penulis: Shella Paramitha
15 Oktober 2026, 19.16 WITA Editor: Annisa
5 menit baca
Siber ASEAN

SINGAPURA, JurnalPost.com — Perkembangan kecerdasan buatan (AI), meningkatnya ancaman ransomware, hingga kemunculan teknologi komputasi kuantum menjadi perhatian negara-negara Asia Tenggara dalam memperkuat keamanan digital kawasan. Indonesia mendorong kerja sama yang lebih erat untuk menghadapi risiko serangan siber yang semakin kompleks dan melintasi batas negara.

Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan ASEAN Ministerial Conference on Cybersecurity (AMCC) ke-11 yang berlangsung di Singapura pada 14 Oktober 2026. Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia, Nugroho Sulistyo Budi, menghadiri forum yang menjadi bagian dari rangkaian Singapore International Cyber Week (SICW) 2026.

IKLAN

Pertemuan dipimpin Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Singapura, Josephine Teo, serta dihadiri para menteri dan pejabat tinggi bidang keamanan siber dari negara-negara anggota ASEAN. Sejumlah perwakilan Sekretariat ASEAN dan negara Mitra Dialog ASEAN turut terlibat dalam pembahasan mengenai tantangan keamanan digital regional.

FOTO Sampul
Baca Juga

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Ancaman Siber Semakin Kompleks

Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi keamanan informasi. Pemanfaatan AI, misalnya, tidak hanya membuka peluang peningkatan kemampuan pertahanan siber, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan untuk mengembangkan metode serangan yang semakin sulit dideteksi.

Selain serangan berbasis AI, negara-negara ASEAN menghadapi persoalan ransomware, penipuan daring, dan ancaman terhadap Infrastruktur Informasi Vital (IIV). Gangguan pada sistem tersebut dapat berdampak terhadap layanan strategis yang menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Kondisi ini mendorong kebutuhan penguatan koordinasi antarlembaga keamanan siber di kawasan. Sebab, serangan terhadap suatu sistem digital berpotensi menimbulkan dampak lintas negara, terutama ketika infrastruktur dan layanan teknologi saling terhubung.

Dalam pertemuan tersebut, negara-negara ASEAN menyambut ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy 2026–2030 sebagai kerangka untuk memperkuat kerja sama keamanan siber selama lima tahun mendatang.

Kepala BSSN Soroti
Baca Juga

Kepala BSSN Soroti Ancaman Agentic AI, Perkuat Kolaborasi Keamanan Siber ASEAN–Jepang

Strategi ini mencakup peningkatan pertukaran informasi mengenai ancaman digital, pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan, serta penguatan operasional ASEAN Regional Computer Emergency Response Team (ASEAN Regional CERT).

Melalui mekanisme tersebut, negara-negara anggota diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dalam mendeteksi, mengantisipasi, dan menangani insiden keamanan siber secara lebih terkoordinasi.

Siber ASEAN1

Indonesia Dorong Kerja Sama Tim Tanggap Insiden

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menekankan pentingnya membangun ketahanan siber kolektif ASEAN berdasarkan prinsip kepercayaan, transparansi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta kerja sama yang inklusif dan berorientasi pada hasil.

Indonesia memandang penguatan keamanan digital tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh masing-masing negara. Dibutuhkan komunikasi yang berkelanjutan, pertukaran pengalaman, serta peningkatan kemampuan teknis agar kawasan memiliki kesiapan menghadapi berbagai bentuk serangan.

Badan Sandi
Baca Juga

BSSN Kukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber, Perkuat Ketahanan Digital Nasional

Salah satu langkah yang didorong Indonesia adalah memperkuat hubungan operasional antartim tanggap insiden siber nasional atau Computer Emergency Response Team (CERT).

Kerja sama tersebut dinilai penting untuk mempercepat pertukaran informasi ketika muncul ancaman maupun insiden yang berpotensi berdampak terhadap lebih dari satu negara.

Selain itu, penguatan CERT diharapkan dapat membantu negara-negara ASEAN mengembangkan prosedur penanganan insiden, meningkatkan koordinasi teknis, serta memperluas kemampuan dalam mengidentifikasi pola serangan baru.

IKLAN

Indonesia juga menempatkan perlindungan infrastruktur informasi vital sebagai salah satu prioritas. Sistem yang mendukung layanan strategis membutuhkan perlindungan memadai agar gangguan keamanan digital tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Susanana Kegiatan

Komputasi Kuantum Jadi Tantangan Baru

Selain ancaman siber yang telah berkembang, forum AMCC ke-11 membahas kesiapan kawasan menghadapi teknologi komputasi kuantum.

Teknologi tersebut diperkirakan membawa perubahan besar terhadap kemampuan pemrosesan informasi. Namun, perkembangannya juga menghadirkan tantangan terhadap metode kriptografi yang saat ini digunakan untuk melindungi komunikasi dan data digital.

Karena itu, negara-negara ASEAN mulai memberikan perhatian pada kebutuhan transisi menuju Post-Quantum Cryptography (PQC), yakni teknologi kriptografi yang dirancang untuk menghadapi potensi ancaman dari komputer kuantum.

Indonesia mendorong pertukaran pengalaman dan praktik terbaik untuk membantu negara-negara anggota mempersiapkan langkah migrasi menuju sistem kriptografi yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi tersebut.

Persiapan ini menjadi penting karena perubahan sistem keamanan informasi membutuhkan perencanaan, pengembangan kapasitas teknis, serta penyesuaian infrastruktur yang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Di sisi lain, perkembangan AI juga menuntut peningkatan kompetensi tenaga keamanan siber. Teknologi tersebut terus mengubah karakter ancaman sekaligus membuka peluang pemanfaatan sistem cerdas untuk mendukung pertahanan digital.

Perkuat Kemitraan Internasional

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Indonesia turut mendorong perluasan kemitraan keamanan siber dengan negara-negara Mitra Dialog ASEAN.

Kerja sama tidak hanya diarahkan pada hubungan antarpemerintah, tetapi juga melibatkan industri teknologi dan kalangan akademisi.

Keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi, penelitian, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia di bidang keamanan siber.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan prinsip ASEAN Centrality, yang menempatkan ASEAN sebagai pusat koordinasi dalam membangun kerja sama kawasan.

Melalui partisipasinya dalam AMCC ke-11, Indonesia berupaya memperkuat peran dalam pengembangan kebijakan dan mekanisme keamanan digital regional, dengan tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara anggota.

Penguatan kerja sama CERT, perlindungan infrastruktur vital, kesiapan menghadapi serangan berbasis AI, serta transisi menuju kriptografi pascakuantum menjadi sejumlah agenda yang dinilai semakin relevan bagi masa depan keamanan digital Asia Tenggara.

Di tengah meningkatnya ketergantungan masyarakat dan sektor ekonomi terhadap teknologi, kemampuan negara-negara ASEAN untuk bekerja sama dalam menghadapi ancaman siber menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan layanan digital di kawasan.

Sumber: Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/kepala-bssn-dorong-ketahanan-siber-asean-soroti-ancaman-ai-hingga-komputasi-kuantum/98204/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 02 November 2026, 11.23 WITA

  • #AMCC
  • #Asean
  • #BSSN
  • #Keamanan Siber
  • #Kecerdasan Buatan
  • #ketahanan siber
  • #komputasi kuantum

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

HUT ke-58, Semen Tonasa Perkuat Transformasi Berbasis Iman dan Kebersamaan

Pemerintah Siapkan Program Ekonomi untuk Perkuat Perlindungan Masyarakat 2027

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

BSSN Raih Penghargaan HSN 2026, Keamanan Siber Jadi Fondasi Perlindungan Data Nasional

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Dari Laboratorium ke Genggaman: Menelusuri Evolusi dan Cara Kerja Water Quality Field Test Kit

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Dukung Penyiapan Kampung Nelayan Merah Putih 2027, Politeknik KP Sorong Terlibat dalam Pelatihan Tim Penilai
  2. 2

    Fatherless: Ketika Ayah Hanya Tentang Nafkah

  3. 3

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  4. 4

    Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

  5. 5

    Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.