Jakarta, JurnalPost.com - Keluhan pada tulang, sendi, dan otot kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Padahal, nyeri lutut, keseleo, nyeri punggung, hingga cedera setelah terjatuh bisa menjadi tanda awal gangguan yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Kondisi itu menjadi perhatian dr Maulana Alfansury. Dokter umum tersebut aktif mengembangkan edukasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait kesehatan tulang, sendi, otot, dan berbagai masalah muskuloskeletal yang sering dijumpai dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui blog drmaulanaalfansury.id dan akun Facebook Maulana Alfansury, ia membagikan informasi kesehatan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat luas.
"Masih banyak masyarakat yang menganggap nyeri atau cedera ringan akan sembuh sendiri. Padahal, ada kondisi tertentu yang perlu dikenali sejak dini agar tidak terlambat ditangani," ujar dr Maulana Alfansury, Kamis (11/6/2026).
Maulana menilai, salah satu tantangan dalam penanganan masalah muskuloskeletal bukan hanya soal pengobatan, melainkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal cedera. Banyak pasien baru mencari pertolongan saat nyeri semakin berat atau aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Ia mencontohkan, keseleo sering dianggap sebagai cedera ringan yang cukup ditangani dengan istirahat. Padahal, pada kondisi tertentu, keseleo dapat disertai cedera ligamen yang membutuhkan penanganan khusus.
"Keluhan seperti bengkak, nyeri hebat, sulit digerakkan, atau nyeri yang tidak kunjung membaik sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menentukan langkah penanganan yang tepat," katanya.
Hal serupa juga dapat terjadi pada kasus jatuh ringan. Meski awalnya tampak tidak serius, cedera tersebut bisa saja menyebabkan retak tulang atau gangguan sendi yang baru terasa beberapa waktu kemudian.
Menurut Maulana, literasi kesehatan penting untuk membantu masyarakat membedakan keluhan yang masih bisa dipantau dan kondisi yang memerlukan pemeriksaan segera. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat saat mengalami cedera.
"Edukasi ini bukan untuk menggantikan pemeriksaan dokter. Tujuannya membantu masyarakat memahami tanda awal dan tahu kapan harus segera mencari pertolongan medis," jelasnya.

Topik yang dibahas dalam platform edukasi tersebut cukup beragam. Di antaranya nyeri lutut, nyeri leher akibat penggunaan gawai, saraf terjepit, keseleo, patah tulang, cedera olahraga, nyeri punggung, tangan kesemutan, cedera pada anak, hingga tanda bahaya setelah jatuh atau kecelakaan.
Maulana mengatakan, perubahan pola hidup modern turut meningkatkan risiko keluhan tulang dan sendi. Aktivitas duduk terlalu lama, penggunaan ponsel dalam durasi panjang, kurang gerak, hingga tren olahraga rekreasional membuat keluhan muskuloskeletal kini semakin banyak dialami usia muda.
"Nyeri leher, nyeri punggung, dan gangguan postur kini tidak hanya dialami lansia. Pelajar, mahasiswa, hingga pekerja usia produktif juga banyak mengalaminya karena pola aktivitas sehari-hari," ucapnya.
Ia berharap edukasi kesehatan tulang dan sendi dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya sendiri. Kesadaran mengenali tanda bahaya sejak dini dinilai penting untuk mencegah keterlambatan penanganan dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi awal mengenai kesehatan tulang, sendi, otot, nyeri lutut, nyeri leher, saraf terjepit, keseleo, patah tulang, cedera olahraga, hingga nyeri punggung dapat mengakses blog drmaulanaalfansury.id dan Facebook Maulana Alfansury.
Meski demikian, konsultasi langsung dengan dokter tetap dianjurkan apabila keluhan terasa berat, berlangsung lama, semakin memburuk, atau disertai tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda