Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Mahasiswa UB Olah Kulit Ari Kacang Tanah Jadi Lip Balm dan Cleansing Balm, Dibagikan ke Warga Vietnam

Mahasiswa UB Olah Kulit Ari Kacang Tanah Jadi Lip Balm dan Cleansing Balm, Dibagikan ke Warga Vietnam

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
15 Agustus 2026, 22.27 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
UB Olah Kulit Ari Kacang
Malang, JurnalPost – Kulit ari kacang tanah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan produk perawatan kulit. Potensi tersebut dimanfaatkan Ramadhani Oktavia Dinada, mahasiswa Program Studi Bioteknologi Universitas Brawijaya (UB), dengan mengolahnya menjadi prototipe lip balm dan cleansing balm berbahan alami. Inovasi tersebut bahkan tidak berhenti di laboratorium. Produk hasil pengembangan dibawa hingga ke Hoa Bac, sebuah komunitas pertanian di pinggiran Kota Da Nang, Vietnam, untuk dibagikan sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat setempat. Pengembangan produk dilakukan melalui program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) – International Community Development Thematic SDGs, sebuah program pengabdian masyarakat internasional hasil kolaborasi Universitas Brawijaya, University of Da Nang – University of Science and Education (UED-UD), serta Hoa Bac Community Group. Selama sekitar dua bulan, Ramadhani melakukan proses penelitian dan pengembangan di Laboratorium Riset Terpadu UB, Malang, di bawah bimbingan Dr.nat.techn. Sudarma Dita Wijayanti, S.TP., M.Sc., dosen Departemen IPABIO Fakultas Agroindustri dan Biosistem UB. Setelah proses formulasi selesai, produk tersebut dibawa langsung oleh Dr. Dita ke Hoa Bac untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

Melihat Potensi di Balik Limbah Kulit Ari Kacang Tanah

Hoa Bac dihuni lebih dari 5.000 penduduk yang sebagian besar merupakan masyarakat etnis minoritas Co Tu. Aktivitas pertanian menjadi bagian penting kehidupan masyarakat setempat, termasuk budi daya kacang tanah. Dari aktivitas tersebut, kulit ari kacang tanah menjadi salah satu residu yang selama ini belum banyak dimanfaatkan lebih lanjut. Menurut Ramadhani, kulit ari kacang tanah sebenarnya memiliki kandungan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan. “Saya melihat ada jurang yang cukup lebar antara potensi bioaktif kulit ari kacang tanah dengan cara masyarakat memperlakukannya. Padahal secara ilmiah, kulit ari ini kaya senyawa fenolik, flavonoid, tanin, bahkan resveratrol yang aktivitas antioksidannya justru lebih tinggi dibanding cangkang maupun bijinya sendiri. Sayang sekali kalau hanya berakhir sebagai residu,” ujar Ramadhani. Berangkat dari potensi tersebut, ia mengembangkan riset pemanfaatan limbah dengan pendekatan zero waste dan ekonomi sirkular. Kulit ari kacang tanah difermentasi menggunakan konsorsium Mikroorganisme Lokal (MOL), kemudian diekstraksi untuk memperoleh senyawa yang selanjutnya digunakan dalam formulasi produk perawatan kulit.

Fermentasi hingga Formulasi Kosmetik

Dalam proses pengembangan, kulit ari kacang tanah terlebih dahulu dibersihkan dan dihaluskan. Bahan tersebut kemudian difermentasi menggunakan konsorsium MOL yang terdiri atas Bacillus, Lactobacillus, dan Aspergillus. Hasil fermentasi selanjutnya dipisahkan menjadi dua bagian. Pertama, ekstrak kulit ari yang digunakan untuk memperoleh senyawa bioaktif. Kedua, air hasil fermentasi yang dimanfaatkan kembali sebagai pengganti akuades dalam proses formulasi. Pendekatan tersebut diterapkan untuk meminimalkan sisa bahan selama proses produksi. Berdasarkan pengujian dalam penelitian, ekstrak kulit ari kacang tanah menunjukkan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan yang tinggi. Air fermentasi yang sebelumnya dipandang sebagai produk samping juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang dapat diukur. “Yang paling menarik justru air fermentasinya. Awalnya saya kira itu hanya media pendukung, ternyata dia sendiri punya kapasitas antioksidan yang cukup baik. Ini jadi bukti bahwa konsep zero waste bukan sekadar slogan, tapi benar-benar bisa dibuktikan secara ilmiah,” jelas Ramadhani. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan formulasi lip balm dan cleansing balm yang memadukan ekstrak kulit ari kacang tanah dengan air fermentasi.

Formula Favorit Panelis

Sejumlah formulasi diuji untuk melihat karakteristik produk yang dihasilkan. Formulasi yang menggabungkan ekstrak kulit ari kacang tanah dan air fermentasi menunjukkan hasil yang dinilai menjanjikan berdasarkan sejumlah parameter pengujian. Dalam uji hedonik yang melibatkan 25 panelis, formula tersebut menjadi salah satu yang paling disukai dari aspek warna, tekstur, dan aroma. Pengujian juga dilakukan untuk melihat kemampuan produk dalam membantu mempertahankan kelembapan kulit setelah digunakan secara rutin selama dua minggu. Hasil pengembangan tersebut kemudian diwujudkan dalam sejumlah prototipe lip balm dan cleansing balm yang dikemas lengkap dengan informasi mengenai komposisi, manfaat, serta petunjuk penggunaan.

Produk Dibawa Langsung ke Hoa Bac, Vietnam

Setelah proses pengembangan selesai, Dr. Dita membawa produk tersebut ke Vietnam untuk diserahkan kepada Hoa Bac Community Group dan diperkenalkan kepada masyarakat setempat. “Saya yang berkesempatan bertemu langsung dengan masyarakat Hoa Bac dan menyerahkan produk hasil riset Ramadhani. Melihat sendiri bagaimana warga di sana menerima lip balm serta cleansing balm ini, saya jadi punya gambaran nyata bahwa apa yang dikerjakan mahasiswa saya di laboratorium Malang benar-benar sampai dan relevan dengan kebutuhan mereka, mengingat iklim tropis Da Nang yang panas dan berangin membuat kulit serta bibir warga di sana mudah kering,” kata Dr. Dita. Menurutnya, proses menuju formulasi akhir juga melalui berbagai tahapan evaluasi. “Yang saya tekankan ke Ramadhani sejak awal adalah, riset itu jarang berjalan semulus di buku teks. Ketika formulasi awal balm-nya sempat menghasilkan droplet-droplet kecil karena keseimbangan fase minyak dan air belum pas, itu bukan kegagalan, itu data. Justru dari situ kita belajar menyesuaikan formula agar lebih stabil sebelum akhirnya layak dibawa dan dibagikan,” ujarnya.

Ramadhani: Jarak Bukan Penghalang agar Riset Bermanfaat

Ramadhani sendiri tidak ikut berangkat ke Da Nang. Meski demikian, ia mengaku tetap merasakan makna dari proses pengabdian tersebut karena terlibat sejak tahap awal pengembangan produk. “Saya memang tidak berangkat langsung ke Da Nang, tapi bagi saya prosesnya tetap terasa dekat — mulai dari fermentasi, ekstraksi, sampai formulasi, semua saya kerjakan sendiri di laboratorium Malang. Jadi ketika Bu Dita mengirim kabar dan dokumentasi produk ini diterima warga Hoa Bac, rasanya seperti ikut hadir di sana juga. Justru itu jadi bukti bahwa jarak bukan penghalang untuk riset kita bisa bermanfaat bagi orang lain,” ujar Ramadhani. Ia berharap penelitian tersebut dapat terus dikembangkan hingga menuju tahap yang lebih matang. “Produk ini masih prototipe laboratorium, jadi masih perlu uji stabilitas jangka panjang dan proses scale-up sebelum benar-benar bisa dikomersialkan. Tapi setidaknya, ini membuktikan bahwa limbah pertanian yang selama ini dianggap tidak berharga, sebenarnya bisa diubah jadi sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan kulit sekaligus lingkungan,” katanya.

Dukung Empat Tujuan SDGs

Pengembangan lip balm dan cleansing balm dari kulit ari kacang tanah tersebut juga diarahkan untuk mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkaitan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengembangan produk perawatan berbahan alami, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui transfer pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan bioaktif kepada masyarakat. Selain itu, inovasi tersebut juga mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan produk berbasis riset serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan konsep zero waste dan ekonomi sirkular. Kolaborasi antara Universitas Brawijaya dan UED-UD tersebut menunjukkan bagaimana penelitian di laboratorium dapat dikembangkan menjadi kegiatan pengabdian yang melintasi batas negara. Dari bagian kulit ari kacang tanah yang sebelumnya dipandang sebagai residu, mahasiswa UB mencoba menghadirkan nilai tambah melalui sains, inovasi, dan kolaborasi internasional.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/mahasiswa-ub-olah-kulit-ari-kacang-tanah-jadi-lip-balm-dan-cleansing-balm-dibagikan-ke-warga-vietnam/97135/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.49 WITA

  • #Universitas Brawijaya

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pilihan Editor

  1. 1 HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus
  2. 2

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.