Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Mengolah Sampah Jadi Berkah: Arang Briket dari Limbah Pertanian

Mengolah Sampah Jadi Berkah: Arang Briket dari Limbah Pertanian

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
20 Juli 2025, 11.12 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Mengolah Sampah Jadi Berkah: Arang Briket dari Limbah Pertanian

Oleh : Kuliah Kerja Nyata (KKN) R-24 Sub Kelompok 6 (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

JurnalPost.com - Limbah pertanian di pedesaan sering kali dipandang sebelah mata. Sekam padi dan bonggol jagung, dua "produk sisa" yang muncul pasca panen, kerap hanya dibakar begitu saja atau dibiarkan membusuk. Padahal, kalau dipikir-pikir, dua limbah ini punya potensi besar kalau kita mau sedikit lebih kreatif dan peduli lingkungan.

IKLAN

Berdasarkan pengamatan kami selama menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, tumpukan sekam padi dan bonggol jagung jadi pemandangan umum di lahan pertanian warga. Bahkan, beberapa petani mengaku, mereka tak tahu harus diapakan limbah tersebut selain dibakar. Fenomena ini menjadi dasar kegelisahan kami untuk menghadirkan proker arang briket dari limbah pertanian sebagai solusi konkret, berkelanjutan, dan punya nilai ekonomi.

Kertajaya Berwirausaha
Baca Juga

Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Dorong Warga RW 8 Kertajaya Berwirausaha

Program kerja ini hadir bukan hanya untuk "mengolah limbah", tapi juga jadi bentuk edukasi dan pemberdayaan warga. Kami memperkenalkan teknologi sederhana pembuatan arang briket dari sekam dan bonggol jagung, yang dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif untuk rumah tangga atau pelaku usaha mikro. Prosesnya cukup mudah, biaya produksinya rendah, dan hasilnya bisa langsung dimanfaatkan atau dijual.

IKLAN

Lebih dari sekadar solusi praktis, arang briket ini membawa misi sosial dan lingkungan. Dari sisi sosial, produksi briket bisa jadi ladang usaha baru — terutama bagi ibu-ibu rumah tangga atau karang taruna yang ingin menambah penghasilan. Dari sisi lingkungan, tentu saja ini mencegah praktik pembakaran terbuka yang selama ini menyumbang emisi karbon dan memperburuk kualitas udara desa.

Mahasiswa Untag Surabaya
Baca Juga

Ribuan Mahasiswa Untag Surabaya Diterjunkan KKN ke 29 Desa di Gresik

Kami sadar, program ini nggak akan berjalan kalau hanya mengandalkan mahasiswa. Kunci keberhasilannya justru ada di tangan warga. Maka dari itu, kami menggelar berbagai sesi pelatihan mulai dari pemahaman dasar limbah pertanian, cara membuat briket, hingga simulasi pengemasan dan pemasaran. Inilah yang kami sebut sebagai transfer ilmu yang organik. Kampus membawa metode, warga membawa semangat dan potensi. Ketika keduanya saling bersinergi, hasilnya luar biasa.

Di tengah tantangan ekonomi dan isu keberlanjutan global, konsep ekonomi sirkular — di mana limbah menjadi bahan baku baru — semakin relevan. Dan ternyata, kita nggak perlu menunggu pemerintah atau perusahaan besar untuk memulainya. Dari desa, dari limbah pertanian, kita bisa menciptakan sistem kecil yang efisien dan berkelanjutan.

Arang briket dari sekam padi dan bonggol jagung hanyalah satu contoh kecil. Tapi kalau terus dikembangkan, bisa jadi langkah awal untuk membangun ekosistem pengolahan limbah terpadu di Tentu kami menyadari, KKN hanyalah sementara. Tapi kami berharap, proker ini bisa menjadi "benih" perubahan. Kami bermimpi, satu-dua warga Kutorejo bisa melanjutkan produksi arang briket, lalu menjualnya di pasar lokal, bahkan online. Kami membayangkan, anak-anak muda desa bisa memodifikasi desain kemasan agar lebih menarik. Dan siapa tahu, suatu saat nanti, Desa Kutorejo dikenal sebagai penghasil briket ramah lingkungan berbasis limbah pertanian.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/mengolah-sampah-jadi-berkah-arang-briket-dari-limbah-pertanian/83768/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.39 WITA

  • #Berita Mahasiswa
  • #KKN Untag Surabaya
  • #Sampah

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Pilihan Editor

  1. 1 Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI
  2. 2

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  3. 3

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  4. 4

    Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  5. 5

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.