Jurnalpost - Dalam rangka Milad Muhammadiyah 107 H / 104 M, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pangkep kembali melaksanakan salah satu rangkaian kegiatan berupa Bedah Tokoh Nasional Muhammadiyah Sul-sel asal Labakkang H. Andi Sewang Dg. Muntu (HASDAM) di Aula Panti Asuhan Muhammadiyah Mattoanging, Sabtu (26/11).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber seperti Andi Sofyan mantan walikota Bontang yang merupakan anak kandung dari Almarhum H. Andi Sewang Dg. Muntu, Mantan Hakim Agung Andi Syamsul Alam yang juga merupakan kemanakan dari Hasdam dan juga sejarawan yang merupakan wakil ketua PWM Sul-sel Mustari Busro yang telah menulis kisah HASDAM dalam bukunya Menapak Jejak Menatap Langkah.
Dalam pemaparannya Andi Sofyan narasumber menyampaikan bahwa H. Andi Sewang yang merupakan ayah kandungnya mengaku bahwa ia tak tahu persis secara rinci peran ayahnya dalam membesarkan persyarikatan Muhammadiyah di Sulawesi-Selatan mengingat dirinya kala itu masih sangat kecil hingga ayahnya berpulang ke Rahmatullah saat duduk di bangku kelas 1 SMP.
“ Sejak kecil ayah saya HASDAM memang merupakan tokoh Muhammadiyah yang cukup di segani oleh masyarakat tempat dimana kami tinggal, dulu di kampung, setiap pulang dari mengaji dan guru mengaji memberikan seikat pisang hasil persembahan, maka ayah saya HASDAM akan marah besar dan meminta agar Ibu saya membeli pisang yang banyak untukku di pasar dan melarang menerima pemberian pisang tersebut” Ujar Andi Sofyan
“Awalya saya sendiri tidak mengerti mengapa kemudian ayah saya begitu marah hanya karena saya menerima Seikat Pisang dari guru mengajiku, hingga akhirnya saya faham bahwa memang di Muhammadiyah melarang berbagai praktek-praktek yang berbau bid’ah ataupun tahayyul yang banyak menjadi kebiasaan masyarakat di kampung kala itu” Tambah Sofyan.
“ Ayah saya HASDAM mendidik saya dengan sangat disiplin bahkan cukup keras sejak kecil hingga buah didikannya ini pula yang membuat saya bisa seperti sekarang ini. Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang dokter kemudian akhirnya terpilih menjadi Wali Kota di Bontang Kalimantan Timur” Tutup Andi Sofyan
Narasumber lainnya yang membedah sosok HASDAM adalah Mustari Busra sejarawan, penulis dan juga pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sul-sel yang menyatakan bahwa HASDAM merupakan salah satu sosok tokoh berpengaruh yang memajukan Muhammadiyah Sulawesi-Selatan.
“ HASDAM adalah 1 dari 100 tokoh berpengaruh yang telah berjuang membesarkan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan bahkan hingga tingkat Nasional. Kehadirannya tercatat sebagai Ketua PWM Sul-sel ke-2 dalam sejarah kepemimpinan pengurus Muhammadiyah periode tahun 1937-1957. Sosoknya memang terbilang sebagai seorang pejuang, ulama, politisi dan sastrawan selama jenjang karirnya” Ujar Mustari Bosra
“ Riwayat kepemimpinan HASDAM inilah yang menjadi tonggak sejarah kemajuan Muhammadiyah di Kabupaten Pangkep khususnya lagi di kampung halamannya. Tahun 1927 Haji Andi Sewang dg. Muntulah seorang bangsawan yang berpengaruh yang membawa Muhammadiyah ini di tengah-tengah masyarakat Labakkang.Di Labakkang inilah, setelah menyelesaikan pendidikan formalnya bertekad untuk mendirikan organisasi Muhammadiyah ranting Labakkang pada tanggal 9 Oktober 1927 dan terpilih sebagai ketua pertamanya” Tambah Mustari Busra.
Testimoni lainnya diungkapkan oleh Andi Syamsul Alam mantan hakim Agung asal Labakkang yang merupakan kerabat sosok H. Andi Sewang Dg. Muntu (HASDAM) ini menyampaikan bahwa sebagai kerabat beliau dirinya mendapatkan perlakukan yang sangat baik dan ajaran kepemimpinan serta tanggungjawab yang sangat tinggi yang pada akhirnya menjadi inspirasi baginya dalam menjalani kehidupan.
“Hasdam menjadi ayah kedua bagiku, mengingat saya diperlakukan seperti anak kandungnya. Hampir setiap waktu, beliau memanggil saya untuk menemaninya dan memberikan motivasi serta pengajaran tentang kepemimpinan dan tanggung jawab. Hal lainnya adalah dorongan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi guna mencapai cita-cita gemilang” (Citizen Report/Nhany Rachman)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda