Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Optimalisasi Pangan Lokal sebagai Strategi Mengurangi Ketergantungan Impor

Optimalisasi Pangan Lokal sebagai Strategi Mengurangi Ketergantungan Impor

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
03 Desember 2025, 15.35 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
petani
Seorang petani bekerja di sebuah sawah di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, pada 12 Januari 2024. (Xinhua/Bram Selo)

Penulis : Tresiana Fonda

JurnalPost.com - Pemanfaatan sumber pangan lokal merupakan salah satu pendekatan strategis dalam upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap komoditas pangan impor, terutama di tengah dinamika global yang semakin tidak stabil. Ketergantungan tinggi terhadap impor gandum, kedelai, bawang putih, serta beberapa komoditas hortikultura tidak hanya menimbulkan kerentanan terhadap fluktuasi harga internasional dan perubahan kebijakan negara eksportir, tetapi juga melemahkan kedaulatan pangan nasional.

IKLAN

Bedasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada beberapa komoditas yang paling banyak diimpor oleh Indonesia yaitu gula, daging jenis lembu, serta gandum. Pada komoditas jenis gula, Indonesia telah mengimpor sebanyak 308.780 ton gula untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri dengan asal paling banyak dari Thailand. Pada komoditas jenis lembu, mencatat setidaknya 61,2 juta dollar AS dengan asal negara yang paling banyak adalah India. Kemudian pada Januari 2025, Indonesia juga mengimpor 728.020 ton gandum dan meslin sebesar 298,4 juta dollar AS dengan asal Negara paling rendah adalah Australia.

Peran Teknologi Pangan
Baca Juga

Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional

Indonesia sebenarnya memiliki keragaman hayati pangan yang sangat besar meliputi umbi-umbian seperti singkong, talas, ganyong, dan ubi jalar. Serealia lokal seperti sorgum, jagung, dan jewawut; serta kacang-kacangan dan aneka hasil perkebunan yang secara ilmiah terbukti memiliki nilai gizi, kandungan bioaktif, dan potensi fungsional yang dapat mensubstitusi sebagian komoditas impor. Kementerian Pertanian sendiri menegaskan bahwa komoditas seperti sorgum berpotensi menjadi substitusi gandum karena mampu tumbuh pada lahan marjinal dan dapat dipanen hingga tiga kali per tahun, sehingga menawarkan efisiensi produksi yang tinggi.

Pengembangan pangan lokal tidak hanya bertujuan sebagai alternatif bahan baku, tetapi juga mencakup peningkatan nilai tambah melalui teknologi pengolahan modern, termasuk modifikasi pati untuk menciptakan tepung substitusi gandum, fermentasi untuk meningkatkan ketersediaan gizi dan sifat fungsional, hingga ekstrusi untuk menghasilkan produk pangan instan dan camilan berbasis komoditas lokal.

IKLAN

Meskipun memiliki potensi besar, optimalisasi pangan lokal masih menghadapi berbagai hambatan struktural dan sosial. Masih kuatnya persepsi bahwa pangan lokal bersifat tradisional atau inferior menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat relatif rendah, sementara di sisi hulu, tantangan berupa produktivitas yang belum optimal, ketidakstabilan pasokan, kurangnya infrastruktur pascapanen, dan lemahnya integrasi petani dengan industri mempersulit penetrasi pangan lokal ke pasar modern.

Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan ilmiah dan kebijakan komprehensif, termasuk penyediaan varietas unggul adaptif, peningkatan efisiensi budidaya melalui teknologi pertanian presisi, pengurangan kehilangan hasil (post-harvest loss), serta penguatan sistem rantai pasok melalui kemitraan yang adil antara petani, UMKM, dan industri pengolahan.

Menjaga Petani
Baca Juga

Pangan Tidak Tumbuh di Rak Pasar: Menjaga Petani, Menjaga Ketahanan Pangan

Selain itu, diperlukan edukasi yang berkelanjutan kepada konsumen untuk membangun preferensi terhadap pangan lokal, disertai insentif pemerintah dalam bentuk program diversifikasi pangan dan pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas lokal.

Secara keseluruhan, pemanfaatan pangan lokal bukan hanya solusi teknis untuk menekan volume impor, melainkan strategi jangka panjang untuk membangun sistem pangan nasional yang resilient, berdaulat, dan berkelanjutan.

Dari perspektif ekonomi, diversifikasi konsumsi ke pangan lokal dapat meningkatkan pendapatan petani, memperkuat ekonomi pedesaan, dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor agroindustri. Dari perspektif ekologi, banyak komoditas lokal merupakan tanaman adaptif terhadap kondisi agroklimat tropis, sehingga lebih efisien dalam penggunaan air dan lebih tahan terhadap variabilitas iklim, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada input eksternal. Dengan demikian, apabila pengembangan pangan lokal dilakukan secara terpadu, berbasis riset, dan didukung kebijakan yang konsisten, Indonesia dapat secara bertahap keluar dari ketergantungan impor dan mencapai kedaulatan pangan yang mencerminkan potensi biodiversitasnya sendiri.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/optimalisasi-pangan-lokal-sebagai-strategi-mengurangi-ketergantungan-impor/88649/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.28 WITA

  • #Ketahanan Pangan
  • #Konsumsi Pangan
  • #Pangan Lokal
  • #hasil panen petani

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Pilihan Editor

  1. 1 Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya
  2. 2

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  3. 3

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

  4. 4

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  5. 5

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.