Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Penelitian Penggunaan Bahasa di Kelas Awal Temukan Fakta Begini

Penelitian Penggunaan Bahasa di Kelas Awal Temukan Fakta Begini

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
27 Januari 2018, 22.58 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Pak Yanto, salah seorang fasilitator daerah, melakukan assesmen terhadap kemampuan siswa menghitung dan membaca

Nusa Tenggara Timur, Sumba, Jurnalpost - Mengajar memakai Bahasa Indonesia pada anak-anak kelas awal Sekolah Dasar yang masih menutur bahasa-bahasa daerah menjadi tantangan tersendiri bagi para pengajar. Apalagi kalau dalam kelas tersebut banyak anak dengan latar belakang beragam bahasa daerah, hal tersebut akan menambah tingkat kerumitan pembelajaran.

Di pihak lain, guru dituntut tidak hanya mampu menyampaikan konten pembelajaran, tapi secara perlahan juga melakukan transisi penggunaan dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia secara utuh sebagai pengantar dalam pembelajaran tersebut.

IKLAN

Tim INOVASI yang terdiri dari 10 Fasilitator Daerah Sumba Timur menemukan banyak temuan menarik selama melakukan proses penelitian prepilot transisi penggunaan Bahasa Daerah ke Bahasa Indonesia dalam pembelajaran kelas awal atau kelas satu, dua dan tiga di tiga SD di Sumba Timur.

Kondisi bangunan Bank NTT
Baca Juga

Gempa Magnitudo 7,7 Mengguncang Flores dan Merusak Sejumlah Bangunan

Salah satunya terdapat sekolah yang dari kelas satu sampai kelas tiga, selama proses pembelajaran yang diamati peneliti, porsi penggunaan bahasa daerahnya hampir sama yaitu sekitar 90 persen. “Idealnya, semakin tinggi jenjang kelas, penggunaan bahasa Indonesia sebagai pengantar pembelajaran semakin meningkat,” ujar Afifuddin, Education Officer program INOVASI dari Jakarta saat memimpin kegiatan penelitian tersebut di beberapa sekolah di Haharu Sumba Timur (25 Januari 2018)

IKLAN

Menurut Afif, agar transisi penggunaan bahasa mulus, guru harus mengerti kapan sebaiknya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah secara tepat. “Kalau bahasa daerah terlalu banyak digunakan dan tidak dilakukan transisi perlahan, ketika menginjak kelas tinggi, anak-anak akan kesulitan mengetahui bahasa teks yang semakin kompleks yang terdapat di buku- buku teks sekolah, sehingga pencerapan terhadap pembelajaran juga akan sangat kurang,”ujarnya

Menurut Afif, penggunaan bahasa daerah oleh guru kadang tidak berdasarkan penilaian yang benar terhadap kemampuan siswa itu sendiri menggunakan Bahasa Indonesia. Guru hanya berasumsi bahwa anak tidak akan mengerti konten kalau pembelajarannya disampaikan dalam Bahasa Indonesia, sehingga ia terus menerus menggunakan bahasa lokal sebagai bahasa pengantar pembelajarannya. “Padahal belum tentu demikian. Banyak anak sebenarnya karena terpapar bahasa Indonesia dari berbagai sumber lain. Mereka bisa mengerti bahasa Indonesia, walaupun mungkin kurang baik,” ujarnya.

Menurut Andika, District Facilitator INOVASI Sumba Timur, sekolah yang penerapan transisi kebahasaannya belum maksimal, kemungkinan masih memiliki kesulitan menentukan metode melakukan transisi tersebut. “Observasi dan wawancara yang kita lakukan adalah untuk mencari akar penyebab masalah ini. Nantinya kita akan bersama-sama membuat solusi yang akan kita terapkan di sekolah,” ujarnya.

PMI Berikan Edukasi
Baca Juga

PMI Hadirkan Layanan Kemanusiaan Terintegrasi Pascagempa NTT, dari Tenda Belajar hingga Rumah Sakit Lapangan

Andika juga menegaskan bahwa penelitian ini bukan untuk menilai tingkat performance sekolah, tapi untuk program meningkatkan ketrampilan literasi dan numerasi siswa. “Tingkat literasi individu sangat ditentukan saat individu tersebut berada di kelas awal. Semakin cepat mereka literate terhadap bahan bacaan dan mata pelajaran, semakin besar kesempatan mereka untuk mencerap pengetahuan dan ketrampilan semenjak dini, “ ujarnya menambahkan.

Penelitian dengan menggunakan metode khas PDIA (Problem Driven Iterative Action) tersebut dilakukan oleh tim INOVASI di tiga sekolah dasar di Sumba Timur. Penelitian tersebut juga mencakup penelitian terhadap cara mengajar guru, manajemen sekolah, dan berbagai hal lain yang mendukung peningkatan literasi dan numerasi anak didik.

Sumber artikel: https://jurnalpost.kolomopini.com/penelitian-penggunaan-bahasa-di-kelas-awal-temukan-fakta-begini/6096/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.48 WITA

  • #Nusa Tenggara Timur
  • #Sumba

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Pilihan Editor

  1. 1 Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah
  2. 2

    PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  3. 3

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  4. 4

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

  5. 5

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.