JURNALPOST - Pertanian di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan penggunaan pestisida, demi menjaga kualitas hasil panen. Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa paparan pestisida berlebihan dapat mengakibatkan intoksikasi pestisida. Hal tersebut dapat diminamalisir apabila para petani memahami akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat dan lengkap.
Tim KKN-PPM UGM Patuk YO-114 Periode 1 tahun 2021, melakukan edukasi dalam program kerja yang berjudul “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Mengenai Pentingnya Penggunaan APD dalam Bidang Pertanian di Desa Wisata Nglanggeran.” Program ini mensosialisasikan tentang penggunaan pestisida yang bijak, yang tertuang dalam brosur/leaflet, dan ditujukan kepada lebih dari 120 petani di Dusun Gunung Butak, Nglanggeran, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta.
Kevin Thenedi, dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, selaku penggagas program edukasi tersebut; mengatakan bahwa terdapat dampak kesehatan dari intoksikasi pestisida, beberapa diantaranya: kulit gatal, mata berair, nyeri kepala, pusing, kelemahan otot, dan lain-lain. Sehingga, perlu adanya penekanan akan pentingnya pengetahuan dan juga kebiasaan penggunaan APD yang tepat dan lengkap, sebagai upaya pencegahan dampak buruk pestisida terhadap tubuh.
Terinspirasi dari karya tulis ilmiah yang dikerjakan semasa S1, dimana Kevin terlibat dalam sebuah penelitian yang diadakan dibawah naungan departemen Ilmu Penyakit Saraf FK-KMK UGM; menggaris bawahi akan hubungan yang signifikan antara kelengkapan penggunaan APD, dengan dampak pajanan pestisida terhadap kesehatan para petani.
APD yang harus tersedia dan dipakai lengkap oleh petani saat menggunakan pestisida; yaitu: masker, sarung tangan, boots, pakaian lengan panjang, dan kacamata pelindung (goggles). Untuk mendukung suksesnya edukasi yang dilakukan, Tim KKN-PPM UGM YO-114 juga telah mendistribusikan beberapa jenis sampel APD, melalui salah satu warung penyedia APD utama di Dusun Gunung Butak.
Harapan daripada program ini adalah, agar para petani dan stakeholder terkait (penyedia APD, pembuat kebijakan, tokoh masyarakat) di Dusun Gunung Butak dan sekitarnya, dapat menjadi contoh nyata bahwa penggunaan APD yang tepat dan lengkap merupakan hal yang dapat terwujud, dan juga dapat diterapkan oleh para petani di seluruh Indonesia. Salam sehat!
Penulis: Kevin Thenedi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda